
"Sayang aku lapar, masakan aku." ucap Vira.
"Masak, aku tidak bisa masak. Aku hanya bisa membuat anak." kata Kevin.
"Tidak bisa masak, kamu sangat jago masak sayang."
"Ha, mana mungkin aku jago masak. Jangan bercanda sayang." Kata Kevin.
"Apa kemampuan masak mu menghilang." ucap Vira.
"Mungkin, tapi aku tidak masalah."
"Ya sudah ayo kita ke ruang makan aku lapar." Vira menaikan tangan nya agar Kevin menggendong nya.
"Istri ku sangat manja." Kevin menggendong Vira dan membawa nya ke ruang makan.
Di ruang makan sudah ada Caitlin dan Andy yang sedang menikmati makanan mereka, Mereka tersenyum saat melihat kedatangan Vira dan Kevin.
"Lapar vir." ucap Caitlin.
"Iya lin, aku sangat lapar." kata Vira.
"Kev, bagaimana apa kau sudah meminta maaf pada Vino." tanya Andy.
"Sudah." jawab Kevin.
"Dia memaafkan mu."
"Tentu, dia tidak benar-benar marah." kata Kevin.
"Aku ingin bertanya, Amanda itu anak nya siapa, apa benar anak nya Vino." tanya Kevin.
"Dia anak ku kev." ujar Aska.
"Anak mu, tapi kenapa dia memanggil Vino dengan sebutan ayah."
"Cerita nya panjang, Yang pasti dia anak kandung ku." ucap Aska.
"Kemana ingatan ku pergi nya, kenapa aku melupakan semua nya." Kevin menundukkan kepala nya.
"Sudah lah sayang, pasti kamu akan mengingat semua nya nanti." ujar Vira.
"Dimana Vino, kenapa belum muncul." tanya Aska.
__ADS_1
"Di kamar nya, sebentar lagi juga akan muncul." jawab Andy.
"Kalian sedang membicarakan ku." saut jamal.
"Kau gr mal, kami sedang membicarakan Vino." kata Andy.
Vino masih berada di dalam kamarnya, Ia masih setia mengusap perut Citra. Padahal diri nya sudah merasa lapar, tapi ia manahan nya demi bisa menenangkan Citra.
"Kalau kamu mau makan, makan saja dulu. Aku di sini tidak papa." kata Citra.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan mu." ucap Vino.
"Sayang, aku ingin bertanya apa ada mimpi yang menjadi kenyataan." tanya Citra.
"Mungkin ada, mungkin juga tidak, kenapa?"
"Tidak ada, aku hanya penasaran saja." jawab Citra.
"Aku sudah memesan kan kursi roda untuk mu. Mulai besok kamu harus pakai kursi roda." ucap Vino.
"Tapi itu akan membuat ku malas."
"Kamu pakai jika kamu ingin ke tempat yang cukup jauh, atau saat kita keluar mencari baju untuk anak kita." kata Vino.
Beberapa hari telah berlalu kehidupan mereka semua semakin harmonis, Perlahan Kevin mulai mengingat semua nya, ia sudah mengingat beberapa momen saat bersama grup lawak nya.
Saat di ia memberi tau itu semua pada grup lawak nya. Mereka semua tampak sangat senang, apalagi Vino yang langsung menjitak kepala Kevin.
"Vino, kepala ku sakit." ucap Kevin dengan nada yang kesal.
"Hahaha biasa aja kev." Vino mengusap rambut Kevin.
"Kevin kau sekarang menjadi orang kaya raya." ujar Andy.
"Bukan nya dari dulu aku orang kaya, apa dulu aku orang tidak punya." tanya Kevin.
"Hmmm sedikit tidak punya." ucap Vino.
"Kurang ngajar kau vin, kau mengatakan aku orang miskin."
"Sedikit kev, bukan banyak." kata Vino.
"Jika dulu aku orang miskin, kenapa sekarang aku bisa menjadi orang kaya. Tapi tidak mungkin dulu aku orang miskin, papah ku pengusaha ternama di Tiongkok." ucap Kevin.
__ADS_1
"Nanti juga kau tau alasan nya jika ingatan mu sudah kembali." Ujar Vino.
"Apa kalian semua tidak merasa khawatir dengan istri kalian." ujar Jamal.
"Aku sangat khawatir, sebentar lagi istri ku akan lahiran." kata Vino.
"Nah itu yang membuat pikiran ku tidak tenang, kalian tau jika melahirkan itu mempertaruhkan nyawa mereka." ucap Jamal.
"Mal kau membuat ku takut, ibu nya Amanda meninggal karena melahirkan nya." ujar Aska.
"Apa yang kalian katakan, jangan membahas seperti itu." ucap Vino.
"Ada apa dengan mu vin, kenapa kau marah." tanya Kevin.
"Kalian tidak tau posisi ku, istri ku hamil 4 anak kembar, setiap malam ia merasakan sakit di perut nya. Itu sudah membuat pikiran ku tidak tenang, di tambah lagi kalian membahas seperti ini, itu benar-benar membuat pikiran ku semakin tidak tenang." ucap Vino.
"Maaf vin, kami tidak berniat membuatmu semakin tidak tenang." ujar Jamal.
"Sudah lah, aku ingin istirahat." Vino meninggal kan mereka semua.
Vino masuk ke dalam kamar nya, ia melihat Citra sedang terlelap dengan tidur nya. Vino mendekati Citra dan memeluk nya dengan erat.
"Maaf sayang." ucap Vino.
Otak Vino di penuhi dengan apa yang di katakan Aska tadi. Itu membuat Vino semakin tidak tenang.
Citra terbangun dari tidur nya saat mendengar ada yang menangis di dekat nya, ia melirik ke arah Vino yang sedang menangis sambil memeluk nya.
"Sayang ada apa dengan mu." tanya Citra.
"Aku takut sayang, aku sangat takut." jawab Vino.
"Kenapa kamu takut, takut kenapa."
"Tidak ada, aku hanya takut. Kamu baik-baik saja kan? "
"Iya aku baik-baik saja." ucap Citra.
"Maaf kan aku, aku tidak berniat membuat mu hamil sebanyak ini. Ini di luar kendali ku." kata Vino.
"Sayang kamu kenapa si, kenapa menjadi lebay seperti ini."
"Kata Aska ibu nya Amanda meninggal karena melahirkan Amanda, itu membuat ku tidak tenang." kata Vino.
__ADS_1
"Sayang, hidup dan mati nya seseorang itu sudah ada yang mengatur nya. Jika aku meninggal karena melahirkan anak ku. Aku akan ikhlas." ucap Citra.