Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Kepergian ibu Mark.


__ADS_3

"Cinta perlu keseriusan sayang, aku tidak ingin menjadi pria pengecut yang hanya berbicara omong kosong tanpa berbuat apapun." ucap Mark.


"Aku benar-benar beruntung mendapatkan pria seperti mu, kamu menerima ku apa ada nya, kamu benar-benar memperlakukan ku seperti wanita terhormat padahal aku merasa."


Mark menutup mulut Vira, karena ia tau apa yang ingin Vira katakan, "Apa sayang, jangan mengatakan apapun yang merendahkan diri mu, aku sangat tidak suka, persiapkan diri my baik-baik, pernikahan kita semakin dekat," ucap Mark.


Mark tidak tau pernikahan nya dengan Vira sah atau tidak karena Vira sedang hamil, Ia menikahi Vira dengan cepat karena ingin mengikat Vira agar Vira dapat jatuh cinta pada nya, ia juga tidak ingin Vira merasa gonjang-ganjing tanpa ada nya ikatan. Kemungkinan besar Mark akan menikahi Vira lagi setelah anak yang ada di dalam perut Vira lahir, lagi pula ia sudah berjanji pada Vira tidak akan menyentuh Vira sampai ke hubungan suami istri.


Setelah kunjungan itu keluarga Mark langsung kembali ke Korea, karena ibu dari Mark sedang sakit, Mark menikah tanpa ada nya orang terdekat yang hadir. Yang terpenting keluarga nya sudah pernah datang dan menyampaikan ketidak hadiran mereka saat pernikahan nanti.


Hari cepat berlalu H- satu pernikahan terjadi musibah yang menimpa Mark, ibu Mark yang mengalami sakit keras meninggal dunia. Mark sedang dalam dua pilihan yang sangat sulit, pergi melihat permakaman ibu nya atau tetap di sini karena besok dia akan menikah.

__ADS_1


Mark menangis di dalam pelukan Vira, baru kali ini ia benar-benar terasa sangat rapuh, untuk berbicara saja ia merasa tidak sanggup. Mark sangat malu pada Vira, menangis adalah hal yang sangat ia hindari tapi untuk kali ini ia tidak bisa melakukan nya.


Vira menyentuh wajah Mark, ia membersihkan air mata yang membasahi wajah Mark. "Pulang lah, aku akan menemani mu," ucap Vira.


"Pernikahan kita," tanya Mark.


"Bisa kita tunda, yang terpenting kamu dapat bertemu ibu kamu untuk terakhir kali nya," jawab Vira.


Mereka berdua naik jet khusus milik keluarga Vins, di dalam perjalanan Mark hanya diam sambil memeluk Vira, ia benar-benar sangat merasa kesedihan yang teramat dalam.


Setelah kurang lebih menempuh 6 jam perjalanan udara, akhirnya mereka berdua sampai juga di Korea. Mereka langsung menuju ke rumah Mark karena sebentar lagi proses pemakaman akan du mulai.

__ADS_1


Kebetulan kedatangan Mark dan Vira bertepatan dengan kehadiran Kevin dan teman-temannya, mereka membiarkan Mark masuk dulu sebelum mengucapkan bela singkawang pada Mark.


Vira melihat ke arah Kevin yang datang dengan wanita, ia tidak tau wanita itu siapa yang ia lihat mereka berdua cukup dekat. Vira merasa itu bukan urusan nya lagi, yang harus ia lakukan saat ini adalah memberikan semangat pada Mark calon suaminya.


Momen haru semakin terasa saat Mark datang dan langsung memeluk ibu nya, hubungan mereka berdua memang sedang kurang baik. Itu yang membuat Mark merasa sangat menyesal.


Proses pemakaman terus berjalan, Vira terus memeluk Mark untuk memberikan dorongan pada nya, ia saja yang belum mengenal keluarga Mark juga tidak bisa menahan air mata nya.


Setelah proses pemakaman selesai, Kevin dan yang lainnya baru mendekati Mark dan Vira. Kevin langsung memeluk Mark ia juga merasakan kesedihan yang Mark rasakan, karena ia cukup tau dan dekat dengan keluarga Mark.


"Kau kuat Mark, semua sudah takdir kamu selalu ada di dekat mu," ucap Kevin yang juga meneteskan air mata nya.

__ADS_1


"Terima kasih telah datang, maafkan aku Kevin maaf," kata Mark.


Judul sudah di ubah jadi jangan mempersalahkan lagi, judul awak bukan untuk Vira tetapi untuk Vino dan Citra.


__ADS_2