
Kevin jatuh ke lantai dengan hidung yang terus mengeluarkan darah segar. Mereka semua terkejut saat melihat kondisi Kevin yang seperti itu, apalagi Kevin berteriak seperti orang kesakitan.
Vira yang melihat itu sontak ingin berlari mendekati suami nya, tetapi tangan nya di tahan oleh Vino.
"Kak lepas." ucap Vira yang semakin khawatir dengan keadaan suaminya.
"Jangan dekati dia Vir." kata Aldy.
"Daddy dia suami ku, mau seperti apa pun dia jika aku tidak menolong nya aku yang menjadi istri durhaka." ucap Vira.
"Daddy tidak peduli, laki-laki itu telah menipu kita semua. Mungkin ini hanya sandiwara nya saja." kata Stiven.
"Sayang, vira benar." ujar Bella.
"Diam, jika ada yang mendekati laki-laki itu dia siap angkat kaki dari keluarga ini." ucap Stiven dengan jelas.
Andy yang tidak tega dengan keadaan Kevin melangkahkan kaki, baru satu langkah ia maju aldy sudah melarang nya.
"Apa tidak sebaik nya kita usir saja dia." kata Andy yang sebenarnya ingin membawa Kevin keluar dari rumah ini untuk membawa pertolongan.
"Bawa dia keluar." kata Vino.
Aska dan Andy melangkah kan kali nya ke depan mendekati Kevin.
"Andy Aska kalian tidak percaya pada ku." ucap Kevin.
Mereka berdua hanya diam tidak menjawab pertanyaan Kevin, dan langsung membawa Kevin keluar.
Sesampainya di luar rumah, Andy membantu Kevin berdiri dan menatap wajah nya.
"Aku percaya kau kev, mungkin tujuan mu dulu memang tidak baik, tetapi aku yakin saat ini kau benar-benar tulus pada keluarga kami, kau jangan khawatir kev, jika kau dan Vira di takdir kan besama aku yakin kalian berdua akan bersama tidak peduli bagaimana takdir mempersatukan kalian lagi." kata Andy.
__ADS_1
Dengan wajah yang sangat pucat Kevin tersenyum pada Andy dan memeluk nya dengan erat.
"Terimakasih an, jika aku pergi nanti aku masih beruntung ada seseorang yang mempercayai ku." Ucap Kevin.
"Kau jangan lupa kan aku kev. Kami berdua tetap teman mu dan tidak akan pernah melupakan mu." kata Aska.
Arga dan Yimin yang melihat Kevin keluar dari rumah itu langsung keluar dari mobil.
"Bagaimana kev." tanya Arga.
"Wanita siluman itu, sudah memutar balikan semua fakta nya." jawab Kevin.
"Kurang ngajar, apa dia bosan hidup." ucap Yimin yang berniat untuk masuk.
"Percuma papah masuk, tidak akan merubah semuanya." kata Kevin yang melarang Yimin masuk.
"Kalian tenang saja, mereka telah melakukan kesalahan yang besar. Om Stiven sangat membenci mereka berdua, tentu saja mereka tidak akan di lepaskan begitu saja." kata Andy.
"Tidak ada waktu om, Kevin sudah terlalu lama menunda ini." kata Arga.
"Kita bawa sekarang." ucap Yimin.
"Ga apa yang sebenarnya terjadi pada Kevin." tanya Aska.
"Aku tidak bisa menjelaskan nya ka, biar Kevin yang akan menjelaskan semuanya." kata Arga.
Yimin dan Arga langsung membawa Kevin masuk kedalam mobil. Sedangkan Andy dan Aska hanya diam dalam kebingungan.
Vira masih menangis di dalam pelukan Bella, perasaan nya benar-benar tidak tenang.
"Kau harus cerai kan dia vir." ucap Stiven.
__ADS_1
"Deg" hati Vira terasa langsung tersentak seketika..
"Tidak aku tidak mau, aku belum mengerti tentang semua ini dan daddy langsung meminta ku bercerai dengan nya, aku tidak mau." Vira berlari menuju kamar nya.
"Mas jangan mengambil keputusan secepat itu." Bella. berlari menyusul Vira.
"Bal kau tau apa yang harus kau lakukan." ucap Stiven.
"Tenang stive, sebentar lagi ada yang akan menjemput mereka." kata Iqbaal.
Tak lama orang yang di katakan Iqbaal datang bukan hanya satu dua orang tetapi kurang lebih 10 orang yang akan menjemput Cika dan Arfi. Mereka berdua langsung panik saat para orang suruhan Iqbaal mendekati mereka berdua.
"Stive, apa yang mau kau lakukan pada kami." teriak Cika.
"Aku sudah banyak memberi mu kesempatan, tetapi kau selalu menyianyiakan nya." kata Stiven dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Di ikuti yang lainnya, mereka semua telah lelah menyaksikan drama yang sama sekali tidak terduga ini.
"Lepas, lepas kan kami." teriak Arfi.
Mereka berdua memberontak untuk melepaskan diri tetapi semua itu percuma saja.
Vino, Aska jamal dan Andy masih duduk di ruangan itu. Menyaksikan kepergian orang yang paling di benci keluarga ini.
Pikiran Vino melayang kemana-mana, ia masih tidak percaya jika Orang yang selama ini dekat sekali dengan nya dapat menghianati keluarga nya.
"Vin, kau tidak percaya pada Kevin." tanya Andy.
"Sulit untuk aku percaya pada nya dan sulit untuk ku mempercayai nya. Aku bingung an, di dalam hati ku aku yakin Kevin tidak seperti itu. Tapi semua bukti sudah jelas." jawab Vino dengan menutup wajah nya.
Kevin di bawa ke rumah rumah sakit terbesar di kota ini, ia harus segera mendapatkan pertolongan dari medis.
__ADS_1