
Beberapa telah berlalu, Vira saat ini sedang cemas karena Kevin terakhir memberi nya kabar kemarin sore dan sampai sekarang Kevin belum membaca pesan nya.
Ia sangat bingung di tambah ia merasa tubuh nya sedang tidak enak.
"Sayang, ada apa dengan mu, kamu sakit." tanya Bella.
"Tidak mah, hanya kepikiran suami ku." jawab Vira.
"Sudah jangan terlalu di pikir kan, daddy memanggil mu. Ayo kita ke sana." ucap Bella.
Bella dan Vira berjalan menuju ruang keluarga yang ternyata sudah banyak keluarga yang berkumpul.
"Vira daddy ingin bertanya, apa kamu tidak masalah jika tidak ikut dalam pesta ini. Daddy tidak bermaksud tidak menghargai Kevin yang sedang sakit tapi persiapan pesta pernikahan ini sudah delapan puluh persen. Tidak mungkin untuk kita batal kan atau kita undur." kata Stiven.
"Iya dad, Vira tidak papa. Pesta harus tetap di lanjutkan." ucap Vira.
Vino dan yang lainnya sebentar nya tidak tega bila harus melanjutkan pesta mereka tanpa Vira dan Kevin. Terlihat mimik wajah Vira yang terlihat sedih walaupun dia berusaha untuk tetap tersenyum. Seperti yang di katakan Stiven persiapan pesta pernikahan sudah delapan puluh persen tidak mungkin di batalkan atau di undur lagi.
Sementara itu di tempat lain, Kevin dalam kondisi tidak sadar karena baru selesai menjalani operasi pertama nya. Masih ada beberapa kali operasi lagi untuk membuat Kevin sembuh dari penyakit nya.
Sebelum menjalani operasi kemarin Kevin terus menerus memandangi foto Vira. Dengan begitu ia berharap nama dan wajah Vira tidak akan hilang dari ingatannya.
Setelah selesai membahas acara pesta yang akan di laksanakan dua minggu lagi, Vino menyusul Vira ke dalam kamar nya. Sebelum itu ia sudah meminta Citra untuk menemani Vira.
"Bagaimana sayang, apa Vira ada menangis." tanya Citra.
"Tidak ada, dia hanya lebih pendiam." jawab Citra.
"Ya sudah kamu istirahat dulu, nanti aku nyusul aku ingin berbicara dengan Vira dulu." ucap Vino.
Vino berjalan mendekati Vira, ia memeluk Vira yang sedang duduk termenung.
"Hey ada apa dengan mu." ucap Vino.
"Tidak ada kak."
"Ayo lah, jangan seperti ini. Ingat kata kata Kevin kamu harus bahagia, dengan bahagia kamu sudah mendukung nya untuk sembuh. Dan ingat jaga apa yang telah kalian berdua bangun, bangkit lah semua pasti ada jalannya."
Vira langsung memeluk Vino dengan erat. Ia merasa yang di katakan Vino apa adanya, ia harus bangkit dan menjaga perusahaan yang mereka berdua bangun.
"Terimakasih kak." ucap Vira.
Hari demi hari telah berlalu, Vira sudah dapat menjalankan kehidupan nya sehari-hari seperti biasa. Ia bangkit dan menjalankan permintaan Kevin yaitu mengelola perusahaan yang mereka bangun agar lebih maju lagi, Vino menarik perusahaan Vira di bawa naungan Vins grup untuk membantu Vira agar tidak kerepotan.
Walaupun Kevin masih tidak ada kabar Vira tetap berpikir positif, ia tidak ingin berpikir yang tidak-tidak pada suaminya, walaupun pikiran itu tetap ada, ia berusaha menepis nya.
Hari ini hari terakhir nya di perusahaan ini, besok ia berserta keluarga besar akan ke sebuah pulau untuk merayakan pesta pernikahan Vino dan lainnya.
Berat tentu saja, ia merasa sangat berat menjalani hari-hari nya tampah orang yang ia cintai. Tetap tersenyum walaupun itu senyuman palsu adalah jalan terbaik untuk saat ini.
Keesokan pagi nya, semua keluarga telah berkumpul di bandara untuk keberangkatan ke pulau. Vino dan yang lainnya berusaha menghibur Vira agar Vira tidak merasa sendiri dan kesepian.
"Tante Vira." ucap Amanda.
__ADS_1
"Iya sayang ada apa." tanya Vira.
"Tante cantik, seperti bunda. Apa tante juga akan memiliki dedek bayi?"
"Dedek bayi." ucap Vira.
"Iya, bunda semakin cantik saat sedang hamil, tante juga seperti itu." kata Amanda.
Citra yang mendengar itu, langsung menghampiri Amanda. Ia takut pertanyaan itu menyakiti perasaan Vira.
"Sayang, tidak boleh menanyakan hal seperti itu." ucap Citra.
"Tidak papa kak, mungkin tante akan hamil seperti bunda kamu, atau sekarang sedang hamil tante juga tidak tau." kata Vira.
"Iya vir, sebenarnya kakak ada curiga jika diri mu juga hamil." ujar Citra.
"Hamil kak." tanya Vira.
"Iya vir, dari bentuk tubuh mu seperti itu, dan dalam beberapa hari lalu kau merasa tidak enak badan." jawab Citra.
"Nanti setelah pulang, aku akan memeriksa nya." kata Vira.
Sesampainya di pulau itu, mereka tidak langsung ke Vila, karena acara pesta pernikahan di kapal pesiar mereka semua langsung naik ke kapal untuk persiapan acara yang akan di adakan nanti malam.
Mereka semua telah berdandan cantik dan tampan. Yang seharusnya ada 4 pasang pengantin kini tinggal 3.Vira tetap tersenyum walaupun hati nya terasa sangat sakit.
Acara berlangsung sangat meriah, semua tamu undangan juga sudah datang semua, yang berasal dari perwakilan perusahaan besar. Ke tiga pasang pengantin juga sudah duduk di singgah sana mereka dengan menebarkan senyuman manis.
"Vira bernyanyi lah." ucap Aldy.
"Iya, ayolah paman sudah rindu suara merdu mu."
"Baiklah." Vira berjalan naik ke atas panggung.
Mereka semua menatap ke arah Vira saat musik mulai berbunyi. Dengan memejamkan mata nya Vira mulai bernyanyi.
Lirik
Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikit pun kubayangkan
Kau akan pergi tinggalkanku sendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit kurasakan
Kau akan pergi tinggalkanku sendiri
Di bawah batu nisan kini
Kau telah sandarkan
__ADS_1
Kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh 'ku tak sanggup ini terjadi
Karena 'ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan, kasih
Satu jam saja 'ku telah bisa
Cintai kamu, kamu, kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja 'ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Di nantiku
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan, kasih
Satu jam saja 'ku telah bisa
Cintai kamu, kamu, kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja 'ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
__ADS_1
Butuh waktuku seumur hidup