Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Darah


__ADS_3

"Tapi dad, Vira ingin hidup mandiri bersama suami Vira, kenapa sulit sekali." Ucap Vira.


"Vira daddy bilang tidak ya tidak, sejak kapan kamu membantah daddy."


"Sejak kapan daddy membentak ku seperti ini, Vira benci daddy." Vira mulai menangis.


"Sayang sudah, jangan memaksa." Ucap Kevin sambil mengusap tubuh Vira.


"Maaf pah, kalau begitu kami berdua permisi." Kevin membawa Vira pergi dari ruangan itu.


"Sudah sayang jangan menangis, kenapa kamu menangis, aku tidak papa kita tidak jadi pindah." Ucap Kevin.


"Kenapa daddy jadi seperti itu, dia tidak pernah berkata kasar seperti itu." Vira memeluk Kevin.


"Mungkin daddy mu sedang ada masalah, jadi dia sedikit melampiaskan nya ke kita." Ucap Kevin.


"Bagaimana kalau kita izin ke kak Vino, mungkin dia bisa membantu kita."


"Daddy mu saja melarang kita, apalagi Vino. Sudah pasti dia melarang kita juga, urusan pindah nanti kita pikirkan lagi." Kata Kevin.


"Ayah, kemarin Amanda dan papah ke sesuatu tempat. Oh iya Amanda punya hadiah untuk ayah." Amanda berlari meninggalkan Vino untuk mengambil hadiah yang ia maksud.

__ADS_1


"Kau lihat Vino, anak ku sangat sayang pada mu, di dalam pikiran nya hanya kau kau dan kau, aku sampai cemburu." Ucap Aska.


"Santai ka, aku tidak akan tidak akan merebut Amanda dari mu, mungkin karena kami lebih dulu ketemu jadi dia lebih dekat dengan ku. Kau tetap orang tua asli nya tidak ada yang bisa menggantikan mu." Kata Vino.


"Ya ya ya aku tau itu, tapi ya sudah lah, selagi dia tidak melupakan ku." Ucap Aska.


"I'm coming." Teriak Andy.


"Andy." Ucap Vino.


"Kalian berdua kumpul tanpa aku." Andy berlari dan duduk di antara Vino dan Aska.


"Mana mungkin aku bisa jauh dari kelian, hidup ku akan sepi. Dimana Kevin."


"Dia, aku juga tidak tau, aku belum melihat batang hidung nya sejak tadi." Kata Vino.


"Aku juga baru sampai, mungkin dia sedang bersama istri nya. Kau tau kan ingatan nya baru saja pulih." Ucap Andy.


"Sayang, aku ke kamar Citra dulu." Ujar Caitlin.


"Bye bye sayang." Ucap Andy.

__ADS_1


"Oh iya dimana Jamal, dia sangat sulit di ajak kumpul." Kata Aska.


"Dia sedang di Eropa, paman Devan kan berada di sana, mungkin dia berada di sana sampai istri nya melahirkan."


"Oh iya An, istri mu apa sudah waktunya melahirkan." Tanya Aska.


"Mungkin satu sampai dua bulan lagi, dan aku sudah tidak tega meminta jatah pada nya." Jawab Andy.


"Setelah istri mu, baru istri ku. Setelah itu baru Vira." Kata Azka.


"Hmmm aku baru saja membuka nya, tadi malam rasa nya ah mantap." Ucap Vino.


"Bagaimana vin, apa tidak membesar karena mengeluarkan bayi sebesar itu." Tanya Azka.


"Tidak, istri ku operasi dan rasa nya malahan saat malam pertama dulu, bahkan Citra merasakan sakit." Jawab Vino yang terlalu jujur.


"Seperti aku akan menyuruh Caitlin operasi saja. Aku kasihan jika dia mengeluarkan bayi sebesar itu, dengan milik ku saja dia sudah kesakitan apalagi bayi." Ucap Andy.


"Ahhhhh sakit sayang." Teriak Vira.


Sayang nya Kevin sedang tidak berada di dalam kamar itu karena ia sedang berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.

__ADS_1


__ADS_2