
Berbahagialah bukan hanya karena segala sesuatunya baik, tetapi karena kamu masih mampu melihat hal baik dari segala sesuatu yang ada.
~Ay Alvi~
Jordan hampir saja terjatuh andai Erik tak menggapai tangan pria itu. Nampaknya ada hal buruk yang terjadi di dalam penglihatannya sehingga membuat pria itu sedikit syok dan tegang.
"Apa yang terjadi?" tanya Ziga tak kalah panik melihat kondisi Jordan, ia tidak tahu mengapa sepupu istrinya nampak seperti ketakutan.
Begitu pula dengan Joshua, selain terkejut pemuda itu juga merasa sedih, karena sepertinya Jordan mungkin tidak akan sanggup melawan sesuatu yang selama ini menahan rohnya. Pria itu hanya bisa pasrah seandainya memang ia tidak dapat lagi kembali ke dalam raganya.
Jordan mengatur nafasnya yang agak tersengal saat pria itu melihat apa yang terjadi pada Joshua dengan mata batinnya. Ia tidak menyangka bahwa apa yang di alami pria itu sungguh berat. Tidak hanya satu orang yang menginginkan kematiannya, akan tetapi orang-orang yang dekat dengan pria itu berlomba-lomba untuk menghabisi nyawanya.
Rohnya sendiri tertahan di luar raga karena ada penghalang untuk memasuki tubuhnya. Dan hal itu di sebabkan oleh ada salah seorang anggota keluarganya yang tidak menginginkan pria itu untuk mati, karena khawatir jika roh itu masuk ke dalam tubuh pria itu dia akan mengalami kejadian seperti kecelakaan yang akan merenggut nyawanya.
Oleh karena itu, anggota keluarga itu menahan roh Joshua agar tidak bersatu dengan raganya tanpa menyadari bahwa itu juga dapat membahayakan pria tersebut.
Menurut kepercayaan beberapa orang ada masanya roh tidak akan bisa kembali lagi ke dalam tubuh manusia. Dan menurut penglihatan Jordan waktu roh milik Joshua hanya tinggal sebentar.
Untuk itu mereka harus bertindak cepat untuk mengembalikan roh pemuda tersebut. Namun, Jordan tidak dapat melakukannya sendirian. Pria itu memerlukan bantuan orang lain yang memiliki kelebihan sama seperti dirinya.
"Jika ingin menyelamatkannya kita harus bertindak dengan cepat," ujar Jordan setelah bisa menyesuaikan nafasnya dan juga lebih tenang.
"Maksudmu?" tanya Ziga tidak mengerti, pria itu masih bingung dengan apa yang terjadi. Apalagi melihat kondisi Jordan yang sepertinya benar-benar ketakutan.
__ADS_1
Jordan kembali menarik nafas sebelum memulai penjelasannya, ia memang harus memilih kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kepada Ziga dan Erik agar mereka dapat mengerti dengan mudah apa yang akan di sampaikannya. Mengingat tidak semua orang paham tentang roh yang terkunci di luar raga dan juga ia tidak yakin bahwa kedua orang itu mempercayai apa yang akan di katakannya.
"Ada batas waktu di mana roh tidak akan dapat kembali ke dalam tubuhnya dan Joshua hampir mendekati waktu itu," jawab Jordan.
"Rohnya telah berada di luar lebih dari tiga tahun beruntung ia tidak bertemu dengan roh jahat lainnya karena bisa saja roh jahat akan membuat Joshua tidak dapat kembali dan mengambil kesempatan untuk memiliki tubuh Joshua," jelas Jordan membuat Erik dan Ziga saling berpandangan begitu pula dengan Joshua ia memandangi ketiganya secara bergantian.
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Dapatkah kau membantunya?" dua pertanyaan terlontar dari Ziga yang benar-benar panik karena ia tidak ingin keadaan Joshua semakin memburuk karena semua ini juga berkaitan dengan kebahagiaan Nadhya sepupu pria itu.
"Kita harus secepatnya menemukan di mana tubuhnya di letakkan agar bisa memulai proses ritual untuk memulangkan rohnya," jawab Jordan.
"Tapi ...." Jordan tidak meneruskan kata-katanya, ia masih bingung bagaimana mengungkapkan hal itu karena sepertinya mereka semua yang ada di ruangan tersebut berharap banyak kepadanya.
"Tapi apa?" tanya Ziga tidak sabar, pria itu ingin secepatnya masalah ini terselesaikan. Ia takut jika terus berlarut-larut akan membahayakan bagi keluarganya dan juga orang-orang yang terlibat di dalamnya.
"Aku tidak bisa membantunya," jawab Jordan menyesal, ia tahu jawaban ini pasti akan membuat mereka yang mendengarnya merasa kecewa.
"Bukan seperti itu, tapi ...." Jordan nampak ragu-ragu untuk meneruskan kalimat yang ingin di ucapkannya.
"Tapi apa lagi? Katakan dengan jelas! Apa sebenarnya yang menjadi kesulitanmu?" ujar Ziga semakin tidak sabar karena Jordan belum juga memberi solusi kepada mereka.
Begitu pula dengan Erik dan Joshua, keduanya sudah tidak sabar menantikan pemecahan masalah yang akan di usulkan oleh Jordan. Keduanya tampak begitu tegang, memandang ke arah Jordan tanpa berkedip.
"Aku tidak bisa melakukan ini sendirian, aku memerlukan bantuan orang yang memiliki kelebihan yang sama sepertiku," ungkap Jordan.
__ADS_1
"Yang kita hadapi bukan hanya manusia tetapi makhluk lain juga yang tidak ingin roh Joshua kembali ke tubuhnya," jelas Jordan membuat mereka yang berada di sana membuka matanya lebar-lebar.
Mereka seakan tak percaya bahwa permasalahan yang di alami oleh Joshua begitu pelik. Selain manusia normal yang menginginkan kematiannya ada juga makhluk lain yang justru menahan agar pria itu tidak mati dalam waktu dekat. Walau tanpa di sadari makhluk itu lebih menyakiti Joshua.
"Maksudmu, kau membutuhkan bantuan orang lain?" tanya Ziga mencoba meyakinkan apa yang baru saja di dengarnya.
Jordan mengangguk menjawab pertanyaan Ziga, ia membenarkan bahwa memang harus ada dua orang yang bekerjasama untuk mengembalikan roh Joshua ke dalam tubuhnya.
Ziga terdiam, pria itu nampak tengah berpikir dengan keras. Ia teringat akan Zeline putrinya yang juga memiliki kelebihan seperti Jordan, tapi apakah ia harus kembali melibatkan bocah kecil itu?
Awalnya Ziga berharap dengan kehadiran Jordan, ia tidak perlu lagi melibatkan Zeline karena bocah itu masih terlalu kecil untuk menanggung masalah seperti ini. Namun, mendengar apa yang di katakan oleh Jordan membuat pria itu harus menimbang-nimbang apakah ia harus melibatkan Zeline putrinya atau tidak.
"Apakah kau tidak mengenal mereka yang juga memiliki kelebihan sama sepertimu?" tanya Ziga belum menceritakan bahwa sang putri Zeline adalah bocah yang mempunyai kelebihan itu selain Jordan.
Ia tidak ingin melibatkan Zeline dalam hal ini karena menurutnya terlalu berbahaya untuk bocah kecil itu. Seandainya jika Zeline harus terlibat, itu adalah pilihan terakhir andaikata ia tidak dapat menemukan orang lain untuk membantu Jordan.
Jordan menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ziga. Ia memang tidak mengenal seorang pun yang memiliki kelebihan seperti dirinya. Atau mungkin tidak ada dari mereka teman dan sahabatnya yang mau menunjukkan kelebihan mereka karena dulu saat masih kecil Jordan bahkan sempat di juluki anak aneh dan ia juga pernah di katakan memiliki kelainan jiwa karena selalu bicara sendirian.
Ziga kembali terdiam, ia masih tidak rela jika Zeline harus terlibat. Akan tetapi ia juga tidak tega jika harus membiarkan Joshua tersiksa yang tentunya akan menyakiti hati Nadhya sepupunya.
****
Terimakasih telah membaca TAKDIR CINTA 2 jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya. Ay juga minta tolong untuk rate bintang 5 novel ini, karena rate-nya menjadi semakin berkurang. Ay minta tolong untuk menaikkan kembali rate-nya dengan memberikan ulasan bintang 5.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih sesudah dan sebelumnya, tolong rate bintang 5 ya.
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘