
Beberapa bulan telah berlalu. Kevin benar-benar menghilang dari kehidupan Vira, dan Vira masih menjalankan perusahaan yang mereka bangun. Semua keluarga telah mencurigai jika Vira sedang hamil karena perut nya yang mulai membesar. Tetapi Vira sama sekali tidak ingin melakukan cek kehamilan, walaupun sebentar nya ia sudah tau jika diri nya sedang hamil. Karena ia merasakan ada janin yang tengah tumbuh di rahim nya.
Vira menolak melakukan pemeriksaan kehamilan karena ingin melakukan nya bersama Kevin suami nya, sampai kapan pun ia masih akan menunggu Kevin datang menjemput nya.
Sementara itu Kevin berada di dalam kamar nya, seperti yang di katakan dokter dulu jika Kevin akan kehilangan ingatan nya dan itu benar-benar terjadi pada Kevin. Kehidupan Kevin di Korea sudah seperti orang normal pada umumnya karena ia sudah di nyatakan bebas dari kanker otak.
Sebenarnya Yimin ingin membawa Kevin kembali ke Indonesia, tetapi dokter yang menangani Kevin melarang Kevin melihat ke masa lalu nya karena itu akan mengganggu fungsi otak nya. Itu sebab nya mereka menetap di Korea.
Di sana Kevin menjalankan kehidupan nya bersama Arga yang selalu membantu nya, mereka berdua hanya bersenang-senang setiap hari menghabiskan hari yang panjang dengan teman-teman yang baru.
"Siapa kamu, kamu siapa. Aku tidak mengenal mu, Viraaa..." Teriak Kevin yang terbangun dari tidur nya.
"Siapa wanita itu, kenapa selalu ada di dalam mimpi ku, dan Vira, nama itu selalu ku sebut kan." batin Kevin.
Kevin memijat kepala nya, ia merasakan ada sesuatu dalam hidup nya yang ia lupakan. Tetapi semakin ia berusaha mengingatnya kepala nya terasa berputar dan kepala nya terasa sangat sakit.
"Aaahhhhh." teriak Kevin.
Yimin yang sengaja ingin masuk kedalam kamar Kevin langsung berlari menghampiri Kevin.
"Ada apa kev, kenapa?"
"Kepala ku sakit pah." ucap Kevin.
"Ada apa kenapa bisa sakit, apa kau mengingat sesuatu?"
"Aku merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup ku, tapi semakin aku mengingat nya kepala ku semakin sakit dan berputar." kata Kevin.
__ADS_1
"Sudah jangan kau memikirkan nya, tidak ada yang hilang dalam hidup mu, mungkin karena efek operasi dan kamu masih proses pemulihan." ucap Yimin.
"Pah, apa aku pernah dekat dengan wanita yang bernama Vira?"
"Hmmm tidak kev, sudah-sudah sana mandi. Bukan nya kalian ada pesta di pantai bersama teman-teman mu." jawab Yimin.
Vira sedang berada di dalam kafe, ia ingin bertemu dengan Anggi dan Bastian sahabat nya yang telah lama menghilang.
"Vira." teriak Anggi.
"Anggi." Vira berlari memeluk Anggi.
Karena Anggi sedang hamil Vira memeluk Anggi secara perlahan. Ia takut akan menyakiti anak yang ada di dalam perut Anggi.
"Yang sabar ya vir, aku yakin semua nya akan baik-baik saja." kata Anggi.
Vira telah menceritakan semua yang ia lalui pada Anggi, ia merasa memerlukan teman untuk curhat dan menurut nya Anggi lah orang yang tepat.
"Bagaimana kandungan mu nggi, apa kau mengalami apa yang ibu alami." tanya Vira.
"Tanyakan pada suami ku vir." jawab Anggi.
"Anggi parah vir, aku seperti babu di buat nya." saut Bastian.
"Jadi kamu merasa seperti babu." ucap Anggi.
"Tidak sayang, aku hanya bercanda." kata Bastian.
__ADS_1
"Sudah-sudah kenapa kalian bertengkar, kita kesini mau membahas upacara kelulusan kita di Korea, bagaimana kalian datang kan." tanya Vira.
"Jelas ikut dong vir, aku sangat ingin ke kampus kita dulu." jawab Anggi.
"Vira, kau sedang hamil." tanya Bastian.
"Hmmm tidak, hanya aku sedikit gemuk." jawab Vira.
Sementara itu, Kevin dan Arga sedang berada di bibir pantai bersama teman-teman nya. Kevin tampak termenung memikirkan wanita yang berada di mimpinya.
"Kenapa kev." tanya Arga.
"Tidak ga, aku hanya sedikit pusing." jawab Kevin.
"Oh iya kev, lusa kita akan mengunjungi teman kita di Seoul, kau ikut kan." tanya Arga.
"Ikut ga, aku bosan jika terus berada di rumah." jawab Kevin.
Sesuai yang Vira dan Anggi rencanakan hari ini mereka akan berangkat ke Korea. Sebentar nya Vira tidak di izin kan untuk pergi, karena mereka takut di sana Vira tidak menghadiri acara kelulusan nya melainkan mencari Kevin. Apalagi di dalam pikiran mereka semua Vira sedang hamil. Berkat Bastian dan Anggi akhirnya Vira di izin kan berangkat.
"Tante jangan lama-lama nya. Amanda suka bermain dengan tante." ucap Amanda.
"Iya sayang, tante janji tidak akan lama." kata Vira dengan mencium dahi Amanda.
"Jika sudah sampai jangan lupa memberi kabar, ingat fokus dengan upacara kelulusan mu." ucap Vino.
"Iya kak aku janji." Vira memeluk Vino. Orang yang selalu ada di saat ia sedang terpuruk.
__ADS_1