Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Bab 46


__ADS_3

Kita tidak akan tahu doa yang mana dan usaha yang keberapa yang akan terkabul, tugas kita hanya memperbanyak.


~Ay Alvi~


"Halo, ada apa?" tanya Ziga.


"Apa kau bilang?!" Ziga kembali bertanya, pria itu membelalakkan matanya tak percaya akan apa yang di dengar dari Marco anak buahnya.


"Baiklah, Aku akan segera kesana!" ujar Ziga kemudian mengakhiri sambungan telepon tersebut.


"Josh, ikut aku!" ajak Ziga kepada Joshua membuat yang lainnya merasa sedikit bingung karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Daddy mau kmana?" tanya Via khawatir karena hari memang sudah larut malam.


"Daddy ada urusan sebentar, tidak akan lama," jawab Ziga menarik sang istri kepelukannya kemudian mengecup lembut puncak Via.


"Apa ini berhubungan dengan Howard?" tanya Jordan menahan lengan Ziga yang akan melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Ziga mengangguk, ia membenarkan apa yang di katakan oleh Jordan. Namun, ia belum dapat menceritakan semuanya karena ia sendiri belum mendapat kabar yang jelas dari Marco.


"Aku ikut," ujar Jordan yang ingin tahu apa yang terjadi kepada sepupu dari Joshua tersebut.


"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Ziga segera melanjutkan langkah meninggalkan ruangan tersebut di susul oleh Joshua dan juga Jordan.


"Josh, hati-hati!" pesan Nadhya tak rela melepas kepergian Joshua. Gadis itu terlihat masih trauma atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Nadhya selalu di bayang-bayangi rasa takut tentang kejadian tiga tahun silam.


Joshua mengangguk kemudian ia melanjutkan langkahnya menyusul Ziga dan Jordan yang telah lebih dulu keluar.


"Tenang saja, kita berdoa saja semoga bukan sesuatu yang buruk. Mereka pasti dapat menyelesaikannya," ucap Ayu bijak karena di sini hanya dirinya dan Weny lah yang tertua. Setidaknya nyonya tua Pratama itu yakin akan kemampuan Ziga anaknya dalam mengatasi sesuatu hal.


Mereka semua mengangguk setuju atas ucapan Ayu, mungkin untuk para wanita ini lebih baik berdoa untuk keselamatan suami atau juga kekasih mereka.

__ADS_1


Semoga Anda akan baik-baik saja Tuan, gumam Sera dalam hatinya.


Gadis itu belum berani menunjukkan perhatiannya kepada Jordan. Walau pria itu telah menyatakan cinta kepadanya, Sera belum menjawab ungkapan Jordan. Hatinya masih ragu untuk memulai hubungan dengan pria yang kini telah menjadi atasannya tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Joshua ketika mereka telah berada di mobil Ziga untuk menuju markas Marco.


"Howard mencoba untuk bunuh diri," jawab Ziga masih terus berkonsentrasi pada jalanan yang ada di hadapannya.


"Apa?!" pekik Joshua dan Jordan berbarengan, keduanya terkejut begitu mendengar jawaban yang di lontarkan oleh Ziga.


Joshua mengepalkan kedua tangannya, pria itu merasa tidak puas karena belum dapat membalaskan dendam atas kematian kedua orang tuanya. Ingin rasanya ia menghabisi sendiri laki-laki itu, namun sayangnya ternyata Howard terlalu pengecut sehingga membuatnya memilih untuk mencoba mengakhiri kehidupannya sendiri. Joshua berharap pria itu masih dapat di selamatkan sehingga ia sendiri nanti yang akan mencabut nyawa Howard.


Setelah sekitar setengah jam akhirnya mereka pun tiba di markas milik Marco. Kedatangan ketiganya langsung di sambut oleh Marco yang segera membawa mereka ke dalam untuk melihat keadaan Howard.


"Bagaimana ini bisa terjadi?!" tanya Ziga kesal kepada Marco karena pria itu tidak dapat menjaga tawanannya dengan benar.


"Maaf, Tuan. Dia menggunakan pecahan piring yang kami sediakan untuk makanannya sebagai alat untuk mengiris pergelangan tangannya," jawab Marco menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Ziga saat dokter David keluar dari ruangan tersebut.


"Untuk saat ini dia masih tertolong, hanya saja belum melewati masa krisisnya," jawab dokter David menjelaskan keadaan Howard yang sebenarnya.


"Apa aku bisa melihatnya?" tanya Joshua, ia sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Howard dengan mata kepalanya sendiri.


"Silakan Tuan," jawab David segera membukakan pintu untuk Joshua.


Pria itu langsung masuk ke dalam dan melihat keadaan Howard yang saat ini tengah terbaring lemah di atas ranjang dengan selang oksigen di mulutnya dan juga perban yang membelit lengan kirinya.


"Bertahanlah Howard, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah!" bisik Joshua di telinga pria itu, ia juga melepas sebentar masker oksigen Howard sehingga detak jantung pria itu menjadi tidak stabil.


Namun, itu tidak lama, Joshua belum ingin membiarkan Howard mati sekarang. Ada banyak hal yang harus ia tanyakan terlebih dahulu kepada pria itu dan ia juga ingin Howard berakhir di tangannya sendiri.

__ADS_1


Pria itu pun keluar dari ruangan tersebut dan kembali menemui Ziga dan Jordan serta dokter David yang berada di luar ruangan. Mereka tengah membicarakan tentang apa yang di alami oleh Howard.


"Kemuning dia mengalami Skizofrenia," tukas dokter David kepada dua pria yang ada di hadapannya kini.


Dokter David menjelaskan bahwa Howard mengalami halusinasi berat, hal itulah yang memicu pria itu untuk mengakhiri hidupnya. Selama dalam tawanan, Howard selalu berteriak bahkan memukul-mukul dinding hingga tangannya terluka. Pria itu seolah tidak sadar atas apa yang di lakukannya.


Penjelasan dokter David membuat Jordan mengangguk-anggukkan kepalanya. Namun, berbeda dengan David yang mungkin menilai dari segi medis, Jordan lebih menilai apa yang di alami Howard dari sisi supernatural.


Pria itu mengerti bahwa ada sesuatu yang menggangu Howard mengingat perbuatan pria itu yang kejam, mungkin saat ini ada makhluk dari alam lainnya yang mencoba untuk menuntut balas kepada pria itu.


"Aku akan melihatnya," ujar Jordan begitu melihat Joshua telah keluar dari ruangan Howard.


Ziga dan David mengangguk bersamaan, keduanya mengizinkan Jordan ikut melihat keadaan Howard. Ziga sendiri tidak terlalu berminat melihat keadaan pria yang sempat membuatnya menderita di pulau itu.


Jordan membuka pintu perlahan, lalu betapa terkejutnya pria itu ketika melihat ada sosok hitam yang saat ini tengah duduk di atas tubuh Howard membuat pria itu sepertinya kesulitan bernapas.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jordan kepada sosok tersebut. Sebagai orang yang memiliki kelebihan membuat pria itu telah terbiasa melihat hal-hal seperti ini di dalam hidupnya.


Sosok hitam tersebut tidak menjawab, ia menyeringai ke arah Jordan kemudian segera hilang dari pandangan pria itu tak berbekas.


Jordan menghela nafas, ia menyadari sepertinya musuh Howard terlalu banyak. Bahkan bukan hanya dari kalangan manusia, hantu pun membenci pria itu sehingga ingin juga mencelakakan Howard.


*****


Terimakasih telah membaca TAKDIR CINTA 2.


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya.


Buat kalian yang punya koin banyak bisa juga memberi tips buat Ay karena TC 2 belum kontrak jadi tidak ada pemasukan dari pembaca.


Sekali lagi Ay ucapkan terimakasih.

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2