
Semua kebajikan manusia bisa disimpulkan dengan dua kata yaitu menunggu atau berharap.
~Ay Alvi~
"Anda salah Tuan, perusahaan ini telah menjadi milik saya karena Tuan Brosnan telah lama meninggal," bantah Antony menutupi rasa gelisah yang menyerangnya. Ia masih bingung bagaimana Ziga mengetahui masalah Joshua, sedangkan bagi dunia dan orang yang mengenalnya pria itu telah tewas dalam kecelakaan mobil tiga tahun silam.
"Benarkah?" tanya Ziga berpura-pura terkejut, kini pria itu tahu berada di pihak siapa Antony sebenarnya.
Sedangkan Joshua menatap Antony dengan perasaan kecewa yang mendalam. Ia tidak menyangka sahabat baiknya telah mengkhianati dirinya.
"Benar Tuan," jawab Antony meyakinkan Ziga, pria itu menutupi kenyataan tentang keadaan Joshua.
Ziga tampak berpikir sebentar, dia berpikir bagaimana caranya untuk memancing agar ia dapat memberikan informasi tentang Joshua.
"Lalu, bagaimana dengan rencana kerjasama kita sekarang?" tanya Antony, pria itu masih berharap agar mereka bisa melakukan kerjasama yang pastinya akan menguntungkan bagi Antony.
"Maaf sekali Tuan, kami hanya berminat jika Tuan Joshua yang memegang perusahaan ini," sesal Ziga, pria itu masih memancing agar Antony mau menceritakan segalanya.
"Baiklah Tuan, kalau begitu kami permisi," pamit Ziga menjabat tangan Antony sebagai salam perpisahan.
"Tuan Pratama tunggu!" ucap Antony sepertinya ia tengah berpikir tentang kerjasama yang menguntungkan, akan sangat menyesal jika dia melewatkan kesempatan ini.
"Ada apa Tuan Guilera?" tanya Ziga memicingkan matanya, ia menatap Antony dengan tatapan tajam seolah mencari kebenaran di mata pria itu.
"Sebenarnya ... Tuan Brosnan masih hidup hanya saja ia sedang dalam keadaan koma," ungkap Antony berkata yang sejujurnya.
Mata pria itu menerawang mengingat kenangan bersama sahabatnya tersebut. Masa-masa kebersamaan mereka yang indah membuat pria itu hampir saja menitikkan air mata.
Joshua yang melihat hal tersebut pun terharu, awalnya ia menyangka jika Antony sahabatnya beralih menjadi pengkhianat. Namun, ternyata ia salah, sahabatnya itu masih tetap menjaga rasa setia kawannya untuk melindungi Joshua.
__ADS_1
Akhirnya Antony pun menceritakan segalanya kepada Ziga, kemudian mereka mendiskusikan bagaimana cara untuk menyelamatkan nyawa pria itu.
Dari Antony pula lah, Ziga akhirnya mengetahui bahwa tubuh Joshua telah di sembunyikan oleh sepupu pria tersebut di sebuah pulau kecil di luar Amerika.
Menurut Antony tidak mudah untuk masuk kedalam pulau tersebut karena penjagaannya yang ketat.
Selain kapal yang membawa keperluan sehari-hari tidak ada kapal lain yang di perbolehkan untuk berlabuh di sana. Mereka bertiga pun berpikir keras bagaimana caranya agar bisa masuk ke dalam pulau tanpa menimbulkan kecurigaan Howard, karena jika pria itu curiga sudah tentu hal itu akan membahayakan tubuh Joshua yang masih tertahan di sana.
"Bagaimana Anda bisa berpikir bahwa Joshua masih dapat hidup?" tanya Antony penasaran, tiga tahun pria itu koma membuat harapan yang ia miliki agar pria itu sembuh memudar. Bahkan dokter telah menyerah pada keadaan Joshua. Mereka hanya bisa menantikan keajaiban yang datang dari Tuhan.
"Aku hanya menebak," jawab Ziga berbohong, pria itu masih belum menceritakan bahwa roh Joshua lah yang memberitahu mereka tentang keberadaan pria tersebut.
Banyak hal yang membuat pria itu memutuskan untuk berbohong pada Antony. Pertama ia belum dapat mempercayai perkataan pria itu karena Antony tidak terlalu konsisten dengan ucapannya.
Kedua, Ziga melihat ada motif tersendiri yang akhirnya memaksa pria itu untuk mengatakan tentang keadaan Joshua yang tengah koma. Jadi, ia pun memilih untuk tidak mengatakan semuanya secara jujur. Hanya sedikit saja yang ia beritahu pada pria beristri tiga puluh tahun tersebut.
"Bisakah kau ceritakan tentang Joshua?" tanya Jordan kepada Nadhya karena jujur ia sama sekali belum mengenal pria itu. Jordan hanya mengenal Nadhya melalui Via karena gadis itu adalah sahabat baik sepupunya dari sebelum ia menikah. Bahkan Nadhya sendiri merupakan sepupu dari Ziga suami Via.
"Joshua pria yang baik," jawab Nadhya mata gadis itu menerawang teringat kenangan bersama dengan pria yang hampir saja menjadi suaminya tersebut.
"Walau kakeknya kaya raya, ia tidak pernah ingin menggunakan harta tersebut untuk kepentingan pribadinya," ucap Nadhya menjelaskan sifat baik Joshua.
"Sejak kedua orangtuanya meninggal Joshua di asuh oleh kakek Albert, Beliau sangat menyayangi Joshua," tambah Nadhya.
"Apa Joshua tidak memiliki saudara?" tanya Jordan pada gadis yang kini masih terbawa suasana mengenang kekasihnya.
"Josh adalah anak tunggal begitu pula dengan Ibunya jadi dari keluarga Aunty Maria, Joshua adalah cucu satu-satunya," terang Nadhya sedangkan Jordan hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar cerita gadis itu tentang kehidupan Joshua.
"Tapi, Ayah Josh memiliki saudara tiri dari pernikahan pertama Nenek Josephine dan mereka juga memiliki seorang anak yang umumnya sepantar dengan Joshua," jelas Nadhya, gadis itu memang mengetahui seluk-beluk keluarga Joshua karena pria itu memang telah menceritakan tentang segala-galanya.
__ADS_1
Joshua selalu berkata jujur pada Nadhya. Sejak awal hubungan mereka Joshua memang telah menginginkan Nadhya untuk menjadi istrinya kelak. Bagi Joshua kehadiran Nadhya adalah segalanya. Gadis itu telah membantu dan menemani saat Joshua berada dalam keterpurukan.
"Orang itu jahat,' ucap Zeline tiba-tiba membuat Nadhya dan Jordan terkejut. Bocah yang sejak tadi hanya terdiam mendengarkan pembicaraan orang dewasa kini mengatakan sesuatu yang membuat mereka tercengang.
Keduanya tidak tahu siapa yang di maksud sebagai orang jahat oleh Zeline, bocah itu mengatakannya dengan mata yang terpejam rapat.
"Siapa Zel?" tanya Nadhya dan Jordan berbarengan, mereka berdua penasaran siapa yang di maksud oleh bocah kecil itu.
"Uncle itu," jawab Zeline masih dengan menutup matanya seolah gadis itu tengah melihat sosok wajah seseorang di dalam penglihatannya.
Nadhya dan Jordan saling berpandangan, keduanya semakin tidak mengerti siapa yang di maksud oleh Zeline.
"Jangan Uncle, jangan!" teriak Zeline masih dengan mata terpejam dan keringat dingin mulai membasahi tubuh bocah kecil itu.
'Zel, apa yang terjadi?" tanya Nadhya panik melihat sang keponakan yang saat ini tampak ketakutan.
****
Terimakasih telah membaca TAKDIR CINTA 2 jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga vote jika kalian punya poin lebih ya.
Untuk yang punya koin berlimpah bisa juga berikan tips untuk Ay ... wkwkwk.
Karena program THR udah ga berlaku lagi jadi TAKDIR CINTA 2 ga ada pemasukan, hahaha.
Jadi biar Ay semangat up beri dukungan kalian ya!
Jangan lupa juga untuk membaca karya terbaru Ay GIRL ON THE GANGSTER.
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘
__ADS_1