Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 60


__ADS_3

Mereka semua tertawa terbahak-bahak saat melihat betapa lucu Aska. Tak lupa pula Kevin mengambil HP nya untuk merekam momen lucu ini, momen yang tak kan pernah mereka lupakan.


"Vin, aku mau turun." ucap Aska yang hampir menangis.


"Sabar penakut, hanya beberapa menit lagi." ujar Vino.


"Vin, kepala ku pusing, aku pinjam baju mu." ucap Aska yang masih menutup mata nya.


"Untuk apa, apa kau ingin memeluk baju ku." tanya Vino.


"Aku ingin muntah, atau aku muntah di wajah kalian semua." jawab Aska.


"Vin, sebaiknya kita turun saja dari pada dia muntah sembarangan." ujar Andy.


"Baiklah kita akan turun. Aku sudah puas melihat nya seperti ini." kata Vino.


Sesampainya di bawa Aska benar-benar lemas kaki nya terasa mati rasa. Bahkan ia harus di gotong ramai-ramai agar bisa keluar dari balon itu. Mereka semua sangat puas melihat momen ini. Tetapi bagi Vino ini belum seberapa semua yang ada di sini harus kena, dan target selanjutnya adalah Andy.


"Kalian ya bagaimana kalau suami ku mati ketakutan." ucap Anggun.


"Kau mencarinya yang baru saja." ujar Vino.


"Apa kamu tega menduakan ku." tanya Aska.


"Kalau kamu sudah tidak ada pasti aku mencari yang baru." jawab Anggun.


"Kenapa kalian semua pada jahat pada ku." ucap Aska.


"Tidak sayang, aku bercanda." kata Anggun sambil mengusap keringat di dahi Aska.


"Vin, apa kau mau masuk ke rumah hantu itu." tanya Kevin.

__ADS_1


"Hahaha aku tidak takut pada apapun, ya tentu aku mau." jawab Vino.


"Bagaimana dengan kalian semua apa kalian mau." tanya Kevin.


"Tidak." tolak Andy dan Aksa bersama.


Bukan Vino jika tidak bisa memaksa Andy dan Aska masuk ke dalam, ia memancing mereka berdua dengan embel-embel uang dan jam. tangan mewah tetapi Andy menolak nya uang tidak ia perlukan, kekayaan keluarga nya sebanding dengan keluarga Vino. Karena kesal Jamal, Kevin dan Vino menarik paksa mereka berdua untuk masuk ke dalam. Dan dengan wajah yang sudah ketakutan Andy dan Aska hanya bisa diam mengikuti tiga teman mereka yang super jahil.


Baru beberapa langkah masuk kedalam Andy dan Aska sudah berteriak ketakutan.


"Aaahhh kepala botak." teriak Andy.


"Jangan sentuh kaki ku, minggir kalian semua." teriak Aska.


Vino dan yang lainnya hanya tertawa melihat Andy dan Aska seperti anak kecil. Mereka berdua hanya berpelukan Selama ada di dalam rumah hantu itu.


"Vin, aku mau keluar." ucap Aska.


"Diam lah sebentar lagi kita juga keluar." kata Vino yang sebenarnya ia sedikit takut.


Mereka semua berjalan secara berdempetan rumah hantu ini benar-benar sangat menyeramkan. Bahkan Vino, Kevin dan Jamal yang awalnya tidak takut mereka bertiga ikut takut.


"Kenapa seram sekali." ucap jamal.


"Ini semua gara-gara kalian, coba tidak memaksa ku masuk kesini." ujar Aska.


"Apakah kalian bisa diam, semakin lama kalian berdebat semakin lama kita keluar." kata Kevin.


"Kau di depan kev." ucap Vino yang pindah ke tengah.


"Kenapa harus aku." tanya Kevin.

__ADS_1


"Cepat lah jangan banyak tanya, kata mu agar kita cepat keluar." jawab Vino.


"Kau takut vin." tanya Andy.


"Tidak an, aku tidak pernah takut. Hanya saja ini sedikit seram." jawab Vino.


Mereka semua berjalan secara perlahan, melewati hantu-hantu yang menyentuh dan memegang kaki dan tubuh mereka. Aska dan Andy sudah berteriak-teriak agar hantu tipuan itu menyingkir tetapi mereka malah lebih membuat takut mereka semua.


Dan tiba saat nya mereka di kejut kan dengan hantu tinggi besar dan sangat menyeramkan.


"Aaaaakkkkkkk" Mereka semua langsung berlari secepat mungkin agar cepat keluar dari rumah hantu ini.


Akhirnya mereka menemukan jalan keluar dari rumah hantu tersebut, dengan nafas yang tidak beraturan dan keringat yang bercucuran mereka menjatuhkan kan diri di lantai.


"Aku tidak mau masuk ke tempat itu lagi." ucap Vino.


"Aku akan membuat rumah hantu itu di tutup." ujar Andy.


"Ini semua salah kalian, sudah tau takut kenapa memaksa masuk." kata Aska.


"Vino yang mengajak kami." ucap Kevin.


"Ini salah Vino, kita harus memberinya pelajaran." ujar Jamal.


"Apa yang mau kalian lakukan pada ku, aku tidak takut apapun." kata Vino.


"5 lelaki penakut." ujar Vira.


"Kenapa kita memiliki suami penakut, apa hanya ranjang yang mereka tau." kata Caitlin.


"Aku setuju, aku lebih jago di ranjang, benarkah sayang." ucap Aska.

__ADS_1


Setelah semua kembali normal mereka kembali berjalan menikmati suasana malam yang indah, angin pantai yang bertiup memberikan rasa segar dan sejuk


__ADS_2