Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Malam menjijikkan Kevin.


__ADS_3

"Aku menginginkan mu Kevin." Ucap Kiana.


"Kiana, hentikan aku tidak mau." Kata Kevin.


"Tapi aku menginginkan mu sayang, mari bersenang-senang malam ini." Tangan Kiana bergerak memegang milik Kevin.


"Kiana hentikan banyak orang." Kevin menipis tangan Kevin.


"Nanti kita akan bertemu, aku sudah tidak sabar bersenang-senang dengan mu." Ucap Kiana.


Kiana pergi meninggalkan Kevin yang sudah panas dingin, Kevin pria normal yang pasti nafsu nya naik ketika ada seseorang wanita yang menggoda nya, apalagi Kiana sempat meremas milik nya.


"Hey ada apa." Tanya Win yang tiba-tiba datang dari belakang Kevin.


"Tidak ada, dia wanita yang tidur dengan ku kemarin." Jawab Kevin.


"Kau tidak tau jika dia adik ku, kau tidur dengan adik ku Kevin." Tanya Win yang berpura-pura marah pada Kevin.


"Eh dia adik mu, tapi dia yang menggoda ku." Ucap Kevin.


"Aku kira kau bukan laki-laki seperti itu, tetapi kau mengkhianati kepercayaan ku Kevin." Win bergerak meninggalkan Kevin.

__ADS_1


"Win tunggu aku, aku tidak salah." Ucap Kevin.


Tanpa sengaja Kevin menabrak seseorang dan membuat baju nya basah. "Ah sial." Ucap Kevin.


"Ikut dengan ku, kau bisa masuk angin." Kata Win.


Kevin berjalan mengikuti Win, ia masih bingung Win membawa nya ntah kemana.


"Minum lah dulu, aku ingin mengambil kunci kamar ini, jika kau tidak meminum nya kau tidak menghargai aku." Ucap Win sambil memberikan segelas air pada Kevin.


Kevin mencium aroma minuman itu, ia tidak mencium aroma yang aneh, dan Kevin langsung meminum nya sampai habis.


"Kau masukan apa di minuman ku." Tanya Kevin.


"Apa kau tidak lihat aku juga meminum nya, jadi mana mungkin aku memasukkan apapun." Jawab Win.


Kevin mendorong Win, dan langsung membuka baju nya ia berniat mandi untuk meredakan rasa panas di tubuh nya.


"Kau mau kemana." Ucap Win sambil membuka baju nya satu persatu.


"Win apa yang kau lakukan., Tanya Kevin.

__ADS_1


"Aku sudah lama mengincar mu Kevin, kau tau aku bisa melakukan hubungan dengan siapapun wanita maupun pria." Win mendorong Kevin ke atas ranjang


Sontak saja Kevin memberontak, ia benar-benar berada di situasi yang menjijikkan saat ini. "Win lepas, kau mau mati." Teriak Kevin yang tangan nya mulai di ikat oleh Win.


"Win lepas kan aku, Aku akan membunuh mu." Teriak Kevin.


Ntah obat apa yang di berikan oleh Win, sampai Kevin merasa tidak berdaya. Kevin menendang tubuh Win yang berusaha mengikat kaki nya Tetapi Win masih bisa bertahan.


Mereka berdua sama-sama sudah tidak memakai apapun tiba-tiba Kiana datang dan ikut bergabung dengan mereka berdua.


Pertama-taman Win dan Kiana melakukan nya di depan Kevin, Kevin menutup mata nya agar dia tidak melihat momen itu. "Aku memakai pengaman, aku ingin membobol nya." Ucap Win.


Pagi hari nya tubuh Kevin benar-benar terasa sangat sakit, ikatan di tubuh nya sudah tidak ada, ia berada di dalam kamar itu sendiri. Win dan Kiana telah pergi dari kamar itu.


Kevin merasakan sakit yang amat luar biasa di bokong milik nya, ketika mengingat kejadian tadi malam Kevin benar-benar ingin muntah.


Kevin bersumpah ingin membunuh Win, tetapi ntah kenapa Win seperti hilang di telan bumi, bagaimana tidak ia tau jika Win memang bukan orang biasa.


Flashback selesai.


"Kau sudah mengingat nya sayang, momen bahagia kita bertiga." Tanya Kiana.

__ADS_1


__ADS_2