
"Kalian meninggal kan ku." ucap Aska dan ikut masuk kedalam kolam renang.
Mereka semua tertawa bersama, menghabiskan waktu malam di kolam renang. Sebelum waktu bekerja menyita waktu mereka semua sehingga sulit untuk bertemu dan tertawa bersama.
"Kalian membicarakan hal apa, kenapa tidak memberitahu ku." tanya Aska.
"Tanya kan pada Vino, aku tidak berani mengatakan nya, bisa habis aku di hajar Kevin." ujar Andy.
Kevin langsung mendekati Vino sebelum Vino membuka aib nya, Kevin terlebih dahulu menutup mulut Vino dengan tangannya. Ia mengendelam kan Vino beberapa kali kedalam air, sampai Vino gelagapan.
"Kau mau membunuh kakak ipar mu." ucap Vino kesal.
"Iya aku ingin membunuh mu, kau kakak ipar yang menyebalkan." kata Kevin.
"Kalian semua naik lah, apa kalian mau masuk angin." ucap Citra.
"Iya sayang." Vino berjalan naik ke atas kolam renang di ikuti oleh yang lainnya.
"Satu dua tiga." mereka mendorong Vino masuk kembali ke kolam renang, setelah Vino kembali masuk mereka semua berlari meninggal kan Vino.
"Kalian cari mati." teriak Vino.
"Sudah sudah ayo naik." ucap Citra.
Dengan pakaian yang basah kuyup Vino naik di bantu oleh Citra. Citra menghanduki tubuh Vino yang basah, takutnya seisi rumah akan basah jika Vino langsung masuk kedalam.
"Sayang, kenapa perut kami cepat sekali membesar, berbeda dengan yang lainnya." tanya Vino.
"Sayang, aku hamil anak kembar, sudah pasti perut ku lebih cepat membesar." jawab Citra.
__ADS_1
"Nanti saat usai kandungan kamu menginjak 5 bulan kita periksa ke dokter aku ingin mengetahui perkembangan bayi kita." ucap Vino.
"Iya sayang, kurang lebih dua minggu lagi usia kandungan ku genap 5 bulan." kata Citra.
"Jika perut seperti ini, aku jadi takut." ucap Vino.
"Sudah-sudah apa yang kamu takut kan ayo masuk, sudah malam nanti kamu masuk angin." ucap Citra.
Mereka berdua langsung menuju kamar, Citra membantu Vino membuka pakaian nya yang sudah basah kuyup, sedangkan Vino malah mengamati perut Citra yang malah semakin menggodanya.
"Hey kau, jangan pernah membuat bunda mu sakit. Jadi lah anak yang penurut. Jika ayah sedang meminta jatah jangan rewel." Vino berbicara dengan perut Citra.
"Iya ayah." ucap Citra.
"Aku mencintai kamu." ucap Vino dengan perlahan mendekati bibir Citra.
Vino membawa Citra naik ke atas kasur, dan meletakkan nya secara perlahan.
"Terimakasih telah ada di dalam hidup ku." kata Vino dengan mengecup dahi, pipi, hidung dan bibir Citra.
Sentuhan kecil seperti ini lah yang membuat Citra seperti sedang berada di atas awan, Vino benar-benar dapat membuat nya lupa daratan.
"Pelan-pelan, ingat bayi kita." ucap Citra dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
"Iya sayang." ucap Vino yang telah siap.
Vino melakukan nya secara perlahan dan lembut, dan Citra hanya bisa memejamkan mata merasakan sensasi yang luar biasa.
Bukan Vino jika hanya melakukan nya dengan satu gaya, ia ingin mencoba seperti yang vira dan Kevin lakukan tadi.
__ADS_1
"Ha aku tidak berani." kata Citra.
"Tidak papa sayang, coba lah." ucap Vino yang mengambil posisi PW.
Saat Citra melakukan nya Vino seperti seorang raja, ia sangat senang dalam posisi ini. Ia hanya menikmati apa yang Citra berikan pada nya. Sambil memandang tubuh indah istri nya.
Setelah berolahraga malam mereka berdua masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Vino tetap lah Vino yang dulu sangat manja pada Citra. Ia hanya tinggal berdiri diam dan Citra akan memakai kan pakaian nya satu persatu.
"Rajin lah berolahraga, lihat lemak di tubuh mu." ucap Citra.
"Jangan menipu ku sayang, ini bukan lemak tapi otot." kata Vino.
"Bentuk nya hampir sama dengan lemak." ucap Citra sambil tertawa.
"Kenapa tidak memakai baju." tanya Vino.
"Aku ingin memeluk mu." jawab Citra.
Mereka berdua kembali ke atas ranjang, dengan membawa cemilan dan beberapa minuman. Citra mengajak Vino menonton drama favorit nya start up.
Citra meletakkan kepala nya di dada bidang milik Vino, dan memeluk Vino dengan sangat erat. Ia sangat suka jika Vino tidur tidak mengenakan pakaian karena menurutnya tubuh Vino terasa lebih hangat. Aroma dari tubuh Vino juga membuat nya terasa lebih tenang dan nyaman.
"Lihat lah dia sangat tampan, semoga anak ku setampan itu." ucap Citra.
"Tidak-tidak aku ayah nya, aku lelah membuat nya. Kenapa anak ku harus setampan dia. Anak ku harus setampan aku." protes Vino.
"Anak kita empat sayang, biarkan salah satu nya mirip dengan nya." kata Citra.
"Tidak ada, mereka semua harus mirip dengan ku." tolak Vino.
__ADS_1