
"Vira," ucap Stiven.
Vira berlari masuk ke dalam kamar nya, ia sangat bingung harus berbuat apa karena semua yang ada di dalam otak nya tentang Kevin salah.
"Vira," Kevin berlari mengejar Kevin.
"Kevin kau," teriak Vino.
Vino dan Mark ikut berlari mengejar Kevin, kaki mereka berdua terhenti saat melihat Kevin bertekuk lutut di depan Vira.
"Vira aku mohon beri aku kesempatan, Vira aku mohon Vira," ucap Kevin.
"Vino berhenti, biarkan mereka berdua, kau memang sayang pada Vira tapi mereka berdua masih saling mencintai percuma kau menentang hubungan mereka, biarkan mereka berdua Vin." Mark menahan Vino agar tidak ikut campur lagi dalam hubungan Vira.
"Mark aku belum bisa menerima ini semua, aku sangat membenci nya," ucap Vino.
"Vira aku mohon Vira, aku mohon sayang aku mohon." Kevin berdiri di depan Vira dan langsung memeluk nya.
Mata Kevin tertuju pada satu bungkus untuk ibu hamil, ia melepaskan pelukan itu dan langsung mendekati bungkus susu itu.
__ADS_1
"Vira kau hamil sayang," tanya Kevin.
"Kau hamil anak siapa Vir, katakan Vira katakan," tanya Kevin sambil mendekati kembali Vira.
"Hmmm aku, aku hamil," ucap Vira yang saat ini sangat gugup.
"Dia hamil anak Mark, mereka akan menikah," ujar Vino.
"Vira kau melakukan hal itu, Vira kau Vira jelaskan Vira," ucap Kevin.
"Hiks hiks hiks," Vira menangis sambil menutup mata nya.
"Apa, kau jangan ikut campur," bentak Vino.
"Aku bukan ikut campur, tapi kau membuat nama adik mu jelek," ucap Mark.
Vira dan Kevin masih berada di dalam kamar, Vira menangis sambil menutup wajah nya sedangkan Kevin menangis terduduk di lantai. Ia tidak menyangka Vira bisa hamil anak pria lain.
"Bunuh aku Vira, bunuh aku Vir, bunuh aku, aku lelah Vir, kenapa Vira kenapa Vir, hiks.. hiks.. hiks."
__ADS_1
"Katakan Vira kau tidak hamil kan Vira, aku sudah tidak ada tujuan hidup Vira aku mohon katakan tidak Vira," Kevin menangis sambil memeluk kali Vira.
"Lihat mereka, kau lihat mereka hancur Vino kau gila, sekarang ikut aku," Mark menarik Vino pergi dari sana.
"Bagaimana dengan mereka," tanya Bella saat melihat Mark dan Vino kembali.
"Tuan Stiven tolong beri keadilan untuk mereka berdua, aku sangat mencintaimu Vira tapi melihat Vira dan Kevin seperti ini rasa cinta ku tidak ada apa-apa nya di banding kan mereka, apa kalian membuta kan hal itu," ucap Mark.
"Mark cukup, cukup kau diam ini urusan keluarga ku, berhenti ikut campur," bentak Vino.
"Kalian berdua diam lah," ucap Stiven.
"Dad bagaimana dad, aku tidak mau Vira kembali pada Kevin aku sangat membenci nya," kata Vino.
"Kau kira daddy tidak membenci Kevin, tapi bisa kau lihat fakta yang sebenarnya. Jangan melihat semuanya dari satu sisi, lihat dari sisi Vira bagaimana dia sekarang, daddy tidak tau apa yang akan daddy putus kan Vira sendiri yang akan memutuskan semua," ucap Stiven.
"Vira kenapa kau diam, dia anak Mark Vir, kau melakukan hal itu dengan Mark Vir," tanya Kevin yang belum mendapatkan jawaban apapun dari Vira.
"Kevin, kau akan di obati dulu, biarkan Vira tenang dulu," Ucap Andy.
__ADS_1
Dengan berat hati Kevin pergi meninggalkan Vira mengikuti Andy, hati nya masih tidak terima jika Vira benar-benar mengandung anak Mark.