
"Kau kenapa kev." Vino mendekati Kevin.
"Kepala ku sakit vin." Kevin memejamkan mata nya karena pandangan nya mulai berputar.
"Kevin, sebaik nya kita ke rumah sakit." ucap Vino.
"Tidak perlu, ini hanya sesaat, mungkin aku terlalu memaksa kan kepala ku untuk mengingat semua nya." kata Kevin.
Setelah semua di rasa mulai membaik Kevin kembali membuka mata nya, Vino langsung lega saat Kevin sudah lebih baik.
"Kau membuat ku khawatir." ucap Vino.
"Paman Kevin kenapa yah." tanya Amanda.
"Paman mu sedang tidak sehat, Amanda harus bersikap lebih baik pada paman." jawab Vino.
"Paman sedang sakit." Amanda memeluk Kevin.
"Tidak, paman baik-baik saja, ayo kita makan lagi." Kevin menaikan Amanda ke pangkuan nya.
Setelah puas menikmati es krim mereka bertiga langsung pulang ke rumah, karena tadi tidak berpamitan pada istri mereka masing-masing.
Vira terbangun dari tidurnya saat meraba-raba ranjang di samping nya yang telah kosong. Vira langsung membuka mata nya ia terkejut Kevin sudah tidak ada.
"Sayang." ucap Vira.
Vira memakai pakaian nya kembali, ia mencari Kevin ke setiap sudut kamar nya tetapi masih tidak menemukan Kevin. Efek hormon ibu hamil membuat emosi nya tidak stabil, Vira berlari keluar kamar karena semakin tidak tenang.
"Sayang, Kevin." teriak Vira.
Ntah kenapa air mata Vira gampang terjatuh, Ia sangat takut jika Kevin kembali pergi dari hidup nya.
Vira berlari masuk kedalam lift, ia turun ke lantai dasar menemui Citra dan yang lainnya.
"Vira kamu kenapa." tanya Caitlin.
__ADS_1
"Lin apa kamu melihat suami ku." tanya Vira.
"Kevin, tadi sekitar 2 jam lalu kami melihat nya, dia naik ke lantai atas." jawab Caitlin.
"Tidak ada lin, aku takut dia pergi lagi." ucap Vira yang mulai menangis.
Citra berusaha bangkit dari sofa, ia berjalan mendekati Vita dan mengajak nya duduk di sofa.
"Tenang vir, Kevin tidak akan pergi dari mu, mungkin dia lagi keluar sebentar." ucap Citra.
"Aku takut kak, aku takut." kata Vira.
Citra mengerti kecemasan yang di alami Vira. Vira sedang hamil muda tentu saja emosi nya tidak terkontrol apalagi ia baru bertemu dengan suami nya.
"Sayang." ucap Kevin saat melihat Vira menangis.
Vira yang mendengar suara Kevin langsung mencari keberadaan Kevin, saat menemukan orang yang ia cari, Vira berlari mendekati Kevin. Memeluk Kevin dengan erat.
"Kamu kenapa sayang, apa yang terjadi." tanya Kevin.
"Aku hanya pergi sebentar bersama Vino, sudah tenang lah." Kevin mengusap rambut Vira.
"Bawa Vira masuk ke dalam kamar, dia butuh ketenangan." bisik Vino.
Kevin menggendong Vira membawa nya masuk kedalam kamar. Di dalam kamar Kevin merebahkan Vira dan memeluk nya dengan erat. Begitu juga dengan Vira ia masih tidak mau melepaskan pelukan nya.
"Maaf aku tidak pamit pada mu, tadi kami masih tidur dengan nyenyak aku takut menganggu tidur mu. Jadi aku tidak berpamitan pada mu." kata Kevin.
"Jangan pergi, aku takut. Aku tidak mau kamu pergi lagi." ucap Vira.
"Tidak, aku tidak akan pergi. Aku akan selalu ada di samping mu." Kevin mencium wajah Vira.
Setelah Vira kembali tenang baru lah Kevin melepaskan pelukan nya.
"Apa kamu belum mandi." tanya Kevin.
__ADS_1
"Belum." jawab Vira.
"Pantas saja bauk masam.".
"Sayang, kamu yang membuat ku seperti ini."
"Apa kamu mau lagi." goda Kevin.
"Mau." ucap Vira.
"Kamu yakin." tanya Kevin.
Sambil tersenyum Vira mengangguk kan kepala nya. Tentu saja Kevin yang mendapat kan kesempatan emas tidak membuangnya dengan sia-sia.
Sementara itu Citra merasa perut nya mulai sakit lagi, Ia hanya bisa berbaring di atas tempat tidur dengan mencengkram tangan Vino dengan erat.
"Sayang sakit." ucap Vino.
"Sakit aku lagi, sudah terima saja. Jangan mau enak nya aja." kata Citra.
"Lepas kan sebentar, biar aku yang berbicara dengan anak kita."
Citra melepaskan tangan nya, Vino mendekati perut Citra dan menaikan baju Vira. Vino mengusap perut Citra dengan sangat lembut.
"Hey anak ayah, jangan seperti ini, kasihan bunda. Sabar ya sebentar lagi kalian akan melihat dunia." ucap Vino.
"Apa kita perlu absen dulu. Ahh tapi ayah mu belum memikirkan nama mu. Kalian terlalu banyak itu membuat ayah bingung."
"Tapi kalian tenang saja, Ayah akan menyiapkan nama terbaik untuk kalian semua, dan kalian pasti akan suka. Sekarang tenang lah untuk sesaat sebelum kalian melihat dunia ini." ucap Vino.
"Sayang, apa mereka bisa mengerti bahasa mu." tanya Citra.
"Kamu rasakan saja, apa masih sakit." tanya Vino.
"Kamu berhasil sayang, sudah tidak sakit lagi, seperti nya anak-anak mu sangat menurut pada mu." jawab Citra.
__ADS_1
"Harus, mereka semua harus menurut pada ku dan satu lagi harus mirip semua dengan ku." kata Vino.