Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Meminta Izin


__ADS_3

"Kamu yakin sayang." Tanya Vira sambil menaikan satu alis nya, ia cukup terkejut karena tiba-tiba Kevin mengatakan hal tersebut.


"Yakin sayang, kita harus hidup mandiri, di sana tempat kisah cinta kita di mulai."


"Tapi apa kakak ku dan orang tua ku mengizinkan kita." Tanya Vira.


"Nah itu aku bingung, bagaimana cara agar mereka mengizinkan kita pindah." Jawab Kevin.


"Aku yakin jika dalam waktu dekat ini mereka tidak akan mengizinkan kita, tapi kita coba bicara baik-baik pada mereka, mana tau mereka mengizinkan kita pindah."


"Kamu tidak masalah pisah dengan kakak dan orang tua mu lagi." Tanya Kevin.


"Tidak masalah, kamu suami ku. Istri harus ikut dengan suami." Jawab Vira.


"Aku sangat mencintai mu sayang." Kevin memeluk Vira dengan sangat erat sebelum mereka berdua membersihkan diri.


"Sayang." Citra menepuk-nepuk wajah Vino dengan perlahan.


"Sayang, bangun tolong bantu aku." Ucap Citra.


"Hmmm, ada apa sayang. Apa yang bisa aku bantu." Tanya Vino yang langsung berusaha untuk duduk dan mengumpulkan semua nyawa nya.


"Pakaian ini aku sudah mencoba nya tapi tidak bisa." Citra membelakangi Vino.


"Hanya mengancingkan kaca mata mu." Ucap Vino yang cukup kesal.


"Hehehe maaf sayang, tidak mungkin aku meminta bantuan orang lain selain suami ku." Kata Citra.

__ADS_1


Vino tidak menyianyiakan kesempatan ini, tangan nya bergerak maju menyentuh bagian depan Citra yang sangat membesar karena si kembar belum meminum nya.


"Sayang basah." Ucap Citra.


"Apa kembar sudah meminum nya." Tanya Vino.


"Belum sayang." Jawab Citra.


"Hmmm bagaimana aku dulu yang meminum nya, pasti anak kita tidak akan keberatan jika berbagai dengan ku."


"Sayang jatah kamu malam, pagi sampai sore jatah si kembar."


"Tidak mau, aku mau sekarang." Rengek Vino.


"Nanti malam atau tidak sama sekali." Ancam Citra.


"Sayang kamu mengancam ku, baiklah nanti malam." Vino memilih mengalah dari pada tidak sama sekali.


"Amanda anak ayah." Vino berlari memeluk Amanda karena sudah cukup lama Vino tidak bertemu dengan Amanda.


"Ayah." Amanda langsung membalas pelukan dari ayah nya.


"Kau yah, dengan papah mu tidak seperti itu, tapi dengan Vino kau sangat dekat." Ucap Aska.


"Ayah, Amanda sangat merindukan ayah." Kata Amanda.


"Ayah juga sayang, kamu sangat lama liburan dengan papa mu, kamu tidak sayang ayah."

__ADS_1


"Ayah, Amanda sangat sayang dengan ayah, dengan papah juga." Amanda mencium wajah Vino.


"Apa kamu ingin bertemu dengan adik kembar." Tanya Vino.


"Adik kembar Amanda, mau Amanda mau." Jawab Amanda dengan sangat semangat.


"Ayo kita bertemu dengan nya." Vino langsung menggendong Amanda menuju kamar Nila dan juga Nathan.


"Ayah adik sedang meminum apa." Tanya Amanda.


"Minum susu sayang." Jawab Vino.


"Dari situ, Amanda tidak pernah meminum nya."


"Amanda sudah besar hanya untuk adik kembar dan ayah." Kata Vino.


"Ayah juga, ayah juga sudah besar." Tanya Amanda.


"Khusus untuk ayah spesial sayang." Jawab Vino.


Sementara itu Kevin dan Vira sedang menghadap Stiven dan juga Bella untuk membicarakan perihal rencana kepindahan mereka ke Korea.


"Ada apa Kevin, Vira." Tanya Stiven.


"Daddy aku dan Kevin ingin pindah dari sini." Jawab Vira.


"Kemana, kemana kamu mau pindah." Tanya Bella.

__ADS_1


"Aku dan Vira ingin pindah ke Korea pah mah." Jawab Kevin.


"Tidak boleh, Vira sedang hamil, tidak ada yang boleh pergi dalam kondisi hamil seperti ini." Ucap Stiven dengan tegas.


__ADS_2