
Vira dan Kevin masuk ke dalam kamar, Kevin merebahkan diri nya ke atas kasur untuk menurunkan emosi nya. Seperti biasa kepala nya akan terasa sakit jika emosi nya naik.
Vira mendekati Kevin dan mengusap kepala Kevin, ia mengerti jika Kevin sedang menahan sakit di kepala nya.
Setelah kepala nya kembali normal Kevin menarik tangan Vira dan memeluk nya dengan erat.
"Mana jatah yang kamu janjikan." tanya Kevin.
"Jatah apa sayang, aku sedang hamil." jawab Vira.
"Jika sedang hamil, tidak boleh melakukan nya." tanya Kevin.
"Seperti nya tidak boleh, nanti janin yang ada di rahim ku terganggu." jawab Vira.
"Baiklah, aku akan menahan nya demi anak kita." ucap Kevin dengan mempererat pelukan nya.
"Jika aku bertanya pada kak Citra, pasti dia akan curiga aku ingin membawa Kevin sebagai kejutan." batin Vira.
"Gini saja, ketika kita kontrol ke dokter kita akan bertanya pada dokter." ucap Vira.
"Iya sayang, aku akan menunggu nya. Lebih baik kita mandi." kata Kevin.
"Mandi aku tidak membawa pakaian ku." ucap Vira.
"Kamu pakai pakaian ku saja, nanti aku minta pelayan membelikan mu baju." kata Kevin.
Setelah menghubungi pelayan untuk membeli kan Vira pakaian, Kevin menggendong Vira membawa nya masuk kedalam kamar mandi. Ia melepas satu persatu pakaian nya dan milik Vira.
"Kamu sangat menggoda ku sayang." bisik Kevin.
Vira hanya diam mendengar perkataan Kevin, sebenarnya ia cukup malu tidak memakai apapun di depan Kevin karena sudah lama ia tidak melakukan itu.
"Stop, kamu pakai celana pendek saja. Jangan melepas nya." ucap Vira.
__ADS_1
"Kenapa." tanya Kevin.
"Aku belum siap melihat nya." jawab Vira.
Setelah acara ritual mandi selesai mereka berdua keluar dari kamar mandi hanya menggunakan kimono.
"Aku tidak usah berganti baju, begini saja besok baru aku ganti." ucap Vira.
"Hahaha kamu tau saja apa yang membuat ku senang." kata Kevin.
Sementara itu Vino yang sedang berada di rumah mendapat kan kabar jika Vira keluar bersama seorang laki-laki. Ia curiga jika Vira sudah melupakan Kevin dan mempunyai pasangan baru.
"Dia juga manusia normal, mana mungkin dia tahan tidak di beri kabar selama berbulan-bulan." kata Vino.
"Maaf kev seperti nya kau akan tercoret dari adik ipar ku." kata Vino.
Pagi hari telah tiba, Vira membuka mata nya secara perlahan, pantas saja ia merasa dada nya terasa berat. Ada wajah yang tenga tenggelam di sana.
Kevin terbangun dari tidur nya dan langsung duduk dengan masih memejamkan mata nya. Ternyata bukan hanya penampilan nya saja yang berubah sifat nya juga ikut berubah biasa nya Kevin bangun pagi, bahkan lebih sering Kevin bangun dulu dari pada Vira.
"Aku masih mengantuk." kata Kevin.
"Kita harus ke bandara, bukannya kamu sudah rindu dengan grup lawak mu." ucap Vira.
"Hmmm iya, aku penasaran dengan mereka semua." kata Kevin.
Setelah mereka berdua bersiap, mereka langsung turun ke dapur untuk sarapan pagi.
"Pagi kev." ucap Yimin.
Kevin tidak menjawab sapaan dari papah nya karena ia masih marah dengan sikap papah nya.
"Kev jangan seperti ini pada papah, apa kamu tega mendiamkan papah mu sendiri, orang yang merawat ku saat sakit." ucap Yimin.
__ADS_1
"Papah juga tega pada ku, menyembunyikan semua nya dari ku." kata Kevin.
"Sekarang terserah kamu, papah dukung semua keputusan kamu. Papah tidak ingin kehilangan diri mu untuk kedua kali nya." kata Yimin.
"Kalau begitu, papah ikut aku ke Indonesia, dan selesai kan semua masalah papah di sana." ucap Kevin.
"Papah pasti akan ke Indonesia, tapi tidak sekarang. Kau pergi lah duluan." kata Yimin.
"Aku tunggu kedatangan papah."
Mereka semua telah berkumpul di bandara, sebelum pulang Vira sudah menghubungi Vino agar semua keluarga berkumpul di rumah sore ini. Ia ingin memberikan kejutan untuk semua nya. Ia berani mengumpulkan keluarga nya karena keluarga nya sudah memaafkan Kevin. Jadi tidak ada yang perlu di takut kan lagi.
"Siap sayang." tanya Vira.
"Aku sangat siap." jawab Kevin.
Setelah beberapa jam terbang akhirnya mereka semua mendarat dengan selamat, Vira dan Kevin sudah di jemput dengan sopir pribadi mereka.
"Kita pisah di sini nggi." kata Vira.
"Iya Vira, jangan lupa memberi kabar." ucap Anggi.
Mereka berdua langsung naik kedalam mobil, Jantung Kevin terasa berdetak cukup kuat karena ia cukup takut bertemu dengan keluarga Vira. Apalagi menurut papah nya pertemuan terakhir nya dan keluarga Vira dalam ada masalah besar.
"Saat sampai di depan rumah Vino, ingatan Kevin kembali muncul sikit demi sedikit ia mengingat kalau diri nya dengan Vira pernah tinggal di rumah ini.
Kevin dan Vira langsung masuk kedalam rumah. Seisi rumah sangat terkejut ketika tau siapa yang Vira bawa.
" Kevin." ucap mereka semua.
__ADS_1