Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Tangis Vira


__ADS_3

"Kevin dengar aku, ini semua sudah takdir, kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Sekarang yang terpenting kau pikirkan bagaimana menjelaskan hal ini pada Vira.


"Ini salah nya vin, aku dan Vira sudah meminta izin pada nya, tapi dia tidak mengizinkan kami, kami hanya ingin hidup mandiri. Vira menangis karena dia, aku membenci nya." Ucap Kevin.


"Iya aku paham, kau boleh membenci nya, sekarang kau tenang dulu." Vino membawa Kevin ke tempat yang bisa membuat Kevin tenang, hanya dia yang mengerti Kevin saat ini.


"Hiks hiks hiks, anak ku vin, aku tidak sanggup seperti ini, aku."


"Sudah aku paham." Ucap Vino masih dengan memeluk Kevin.


"Paman sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Kevin bisa menyalahkan mu." Tanya Andy.


"Dia dan Vira meminta Izin pada ku untuk pindah ke Korea. Tapi aku tidak mengizinkan mereka, Vira sempat marah dan kecewa pada ku, mungkin karena aku Vira seperti ini." Ucap Stiven.


"Sayang ini bukan salah siapapun, ini sudah takdir, Kevin hanya sedang emosi." Kata Bella.

__ADS_1


Kevin masuk ke dalam ruangan dimana Vira di rawat. Kevin mencium tangan Vira dan kembali menangis saat melihat perut Vira yang sudah tidak berisi apapun lagi.


"Sayang anak kita." Kevin tidak berhenti menangis. Ia sangat terpukul atas kepergian anak nya, bagaimana tidak Kevin sangat menunggu kelahiran anak nya walaupun itu masih lama, ia dengan sabar menanti kan hal itu. Kevin sangat ingin segera menggendong anak nya tapi semua impian nya selama ini telah pudar. Anak yang selama ini ia impikan telah pergi meninggalkan nya.


"Daddy kenapa kau bisa seperti ceroboh begini, sekarang Kevin membenci mu, kenapa kau langsung melarang mereka, kita bisa membicarakan nya dengan baik."


"Vino stop, jangan menyalahkan daddy mu." Kata Bella.


"Mommy, aku bingung harus bagaimana sekarang Kevin sangat membenci Daddy sekarang. Dan itu awal dari pertikaian keluarga kita nanti nya."


"Vino, itu tidak akan terjadi, sudah jangan membuat daddy mu semakin merasa bersalah. Daddy dan mommy akan pulang, kamu jaga Vira dan Kevin." Ucap Bella.


Pukul 12 malam Vira mulai membuka mata nya. Ia melihat Kevin sedang memeluk tangan nya dengan wajah yang penuh air mata.


Vira merasakan sesuatu yang berbeda dengan perut nya, ia meraba perut nya dan mulai mencurigai sesuatu. Vira juga merasa sakit dan nyeri di bagian inti nya.

__ADS_1


"Anak ku." Ucap Vira yang tersadar sesuatu.


Kevin yang mendengar suara dari Vira langsung membuka mata nya.


"Sayang, kamu sudah sadar." Tanya Kevin.


"Sayang anak ku, apa dia baik-baik saja. Kenapa ada yang berbeda dari perut ku, milik ku juga sangat sakit."


Kevin naik ke atas tempat tidur Vira dan langsung memeluk Vira.


"Sayang anak kita tidak selamat, kamu keguguran sayang." Ucap Kevin sambil memeluk Vira.


"Tidak, kamu bohong kan, anak kita tidak mungkin pergi, tidak hiks hiks tidak sayang tidak." Vira menangis di dalam pelukan itu.


"Tidak ini mimpi, ini tidak mungkin terjadi, hiks hiks hiks." Vira memukul-mukul diri nya.

__ADS_1


"Sayang sudah, ini kenyataan sayang, dia pergi meninggalkan kita." Kevin menghentikan Vira agar tidak menyakiti diri nya.


Vino hanya bisa diam melihat momen itu dari kejauhan, ia kembali menangis karena pernah berada di posisi itu, bahkan dia kehilangan dua anak nya sekaligus.


__ADS_2