
"Aku akan menikah dengan Vira, setelah Vira melahirkan." Jawab Mark.
"Vira kau hamil." Tanya Stiven.
"Iya dad aku hamil." Jawab Vira yang sudah tidak bisa menutupi apapun lagi.
"Vira bagaimana bisa kau hamil, anak siapa itu Vir, apa anak Mark." Tanya Vino.
"Itu anak Kevin Vino, kau selalu menyalahkan ku." Ujar Mark.
"Vira, kenapa kau merahasiakan semua nya pada kami." Vino kembali memeluk Vira.
"Aku tidak tau harus apa kak, aku bingung, aku." Vira menghentikan ucapan nya karena ia sudah tidak tau harus berkata apa lagi.
"Sudah tenang Vira, dia tidak perlu ayah yang tidak bertanggung jawab, ada aku daddy dan yang lainnya disini, Mark janji akan menikah dengan mu setelah kau lahir anggap saja Mark sebagai ayah anak itu." Ucap Vino.
Vira hanya bisa diam, ia sudah kehabisan kata-kata, menuruti semua ucapan kakak dan orang tua nya adalah jalan terbaik untuk saat ini. Setelah semua nya tenang Vira masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
Sedangkan Mark masih berada di ruang keluarga bersama Stiven dan juga Vino.
"Terimakasih Mark kau sudah menjaga adik ku dengan baik." Ucap Vino.
"Mark, aku tidak muda menyerahkan anak ku lagi pada seseorang, jika kau benar-benar ingin menikah dengan nya, kau harus berjuang menunjukan jika kau benar-benar layak untuk mendampingi Vira."
"Siap tuan, saya akan berjuang untuk mendapatkan Vira, saya tau Vira masih sangat mencintai Kevin dan mungkin sampai kapan pun Kevin masih ada di hati Vira tapi saya yakin saya bisa menggeser posisi Kevin sebagai pemilik hati Vira." Ucap Mark.
"Aku suka dengan gaya mu." Ucap Vino.
"Vin aku ingin kau jangan membuat Vira tertekan, selama aku bersama nya aku tau Vira selalu memikirkan bagaimana menghadapi mu, dia sangat menghormati mu." Ucap Mark.
"Iya pasti aku tidak akan melakukan nya, kau mau kemana, apa kembali ke Korea sana." Tanya Vino.
"Aku harus kembali ke sana, tapi aku harus mencari tiket dulu, mungkin besok aku baru bisa pergi." Jawab Mark.
"Apa kau tidak lihat di belakang komplek sana ada bandara pribadi." Tanya Vino.
__ADS_1
"Iya aku dan Vira melewati nya tadi, itu Bandara pribadi, sebesar itu."
"Ke sana lah, jet pribadi ku akan mengantar kan mu." Ucap Vino.
Malam hari nya Kevin tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Vino, ia agak takut untuk menjawabnya karena Mark sudah memberitahu nya jika keluarga Vira sudah tau yang sebenarnya.
"Halo Vino." Ucap Kevin.
"Aku kecewa pada mu Kev, apa salah adik ku pada mu, aku sudah mempercayai pada mu dan kau menghancurkan semua nya, ini terakhir kali nya kau berhubungan dengan keluarga ku, jangan sampai kau mengubungi ataupun mendekati Vira lagi, atau aku sendiri yang akan membunuh mu." Vino langsung mematikan sambungan telepon itu.
Vino benar-benar menahan amarah nya, karena ada Vira di sana, ia tidak ingin membuat Vira semakin tertekan dengan sifat arogan nya.
"Sudah Vir, aku tidak marah-marah pada nya, ini yang kamu mau kan, sekarang kamu yang harus menuruti kemauan ku Vira, jangan dekati dia, hubungi dia lagi dan jangan sampai dia tau jika ini anak nya."
"Tapi kak dia berhak tau." Ucap Vira.
"Ada waktu nya untuk dia tau semuanya tapi bukan sekarang." Kata Vino.
__ADS_1