
Hari pernikahan semakin dekat, semua telah di persiapan dengan sangat matang, pernikahan di laksanakan secara tertutup, Stiven mengubah rencana awal karena mengingat Vira yang sedang hamil.
Mark setiap hari berkunjung ke rumah Vino, ia sama sekali tidak meninggalkan Vira sendiri sebisa mungkin ia membuat Vira tersenyum agar Vira tidak stres.
"Vira aku berjanji setelah menikah aku tidak akan menyentuh mu, sampai anak itu lahir," ucap Mark.
"Oh iya, bagaimana mungkin laki-laki seperti mu bisa menahan nya apalagi kamu sudah beristri." kata Vira.
"Sebenarnya sulit untuk ku apalagi aku mempunyai istri yang sangat cantik seperti mu, tapi aku tidak ingin menyakiti mu, tujuan ku menikah dengan mu ingin membuat mu bahagia, ingin membuat mu tersenyum sepanjang waktu." ucap Mark.
"Mark orang yang tepat Vir, dia benar-benar sudah berusaha, lupakan masa lalu mu," batin Vira.
"Apa yang kamu pikirkan Vira, ada masalah apa anak kita nakal," tanya Mark.
"Anak kita," ucap Vira.
"Anak mu adalah anak ku juga Vira, tidak peduli dia berasal dari ku atau tidak, aku tetap menyayangi nya seperti anak ku sendiri," kata Mark.
"Terimakasih Mark, aku tidak menyangka kita sampai sejauh ini," ucap Vira.
__ADS_1
"Percaya takdir Vira, semua sudah takdir," kata Mark dan langsung memeluk Vira.
Di Korea Kevin menyibukkan diri nya dengan bekerja dengan ayah nya, ayah nya sudah tau permasalahan Kevin dengan Vira ia sudah tidak mau ikut campur lagi, dan menyerahkan semua nya pada Kevin.
Berita perceraian nya dengan Vira juga sudah tersebar ke teman-teman dan kantor tempat ia bekerja, itu membuat Kevin risih karena banyak wanita yang mulai mendekati nya.
Saat ini Kevin benar-benar ingin menjaga jarak pada seorang wanita, ia ingin menjalani hidup nya dengan tenang tanpa seorang istri di samping nya.
"Ayo Kevin semangat," ucap Kevin.
"Pak Kevin," kata Bianca, sekretaris ayah nya yang sekarang menjadi asisten pribadi nya.
"Saya di minta bos untuk membawa bapak bertemu dengan klien," ucap Bianca.
"Kalau begitu bersiap lah kita akan berangkat sekarang," kata Kevin dan langsung bangkit dari kursi nya.
"Pria setampan dia sudah menjadi duda, apa yang di cari mantan istri nya," batin Bianca yang terpesona dengan ketampanan Kevin.
Setelah pulang dari kantor Kevin berkumpul bersama teman-teman nya, menyendiri membuat nya mudah mengingat masa lalu nya, ia lebih suka menghabiskan waktu malam bersama teman-teman nya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Mark," tanya Jack.
"Dia akan menikah dengan Vira," jawab Kevin.
"Wah Mark mendapatkan janda hot, kau rela mantan istri mu menikah dengan Mark," tanya Jakson.
"Mau bagaimana lagi, semua nya berawal dari kesalahan ku. Sudah lah aku malas membahas masa lalu ku," jawab Kevin.
"Hahaha sabar Kevin, banyak wanita yang cantik di luar sana, kau tampan kaya raya, hampir semua wanita bisa kau dapatkan, ya kecuali mantan istri mu, dia wanita berkelas," ucap Jack.
"Aku sudah tidak ingin dekat dengan wanita lagi, aku trauma," kata Kevin.
"Sudah kau jadi duda dulu, lama-lama kau juga akan mencari wanita untuk melampiaskan nafsu mu," ucap Jack.
"Ntah lah hidup ku sudah seperti tidak ada artinya," kata Kevin.
"Dengar Kevin, Kita harus berarti untuk diri kita sendiri dulu sebelum kita menjadi orang yang berharga bagi orang lain, jangan berputus asa kau masih mudah jalan hidup mu masih panjang," ujar Jakson.
Author sebenarnya bingung dengan kalian semua, setiap bab memiliki komentar yang berbeda, Vira dengan yang ini lah itu lah, setelah di rubah alur cerita nya tidak terima. Mohon maaf ini otak bukan baling-baling yang bisa di putar-putar
__ADS_1