
"Tidak ada yang perlu di maafkan, kau tidak salah apapun," ucap Kevin.
Mereka berdua berpelukan cukup lama, setelah itu Mark dan Vira kembali pulang ke rumah. Hati Kevin masih sangat sakit melihat kedekatan Vira dan Mark, ntah kenapa sulit untuk mengikhlaskan Vira bersama pria lain.
"Vira apa masih ada kemungkinan aku bersama mu, sulit Vir sangat sulit untuk melepaskan mu," batin Kevin.
Vira yang awal nya sudah mulai tidak memikirkan Kevin, kembali memikirkan Kevin saat ia bertemu dengan Kevin. Ia merasa seperti yang Kevin rasakan merasa sangat sakit melihat Kevin bersama wanita lain.
"Apakah cinta sesakit ini," batin Vira.
Vira masuk ke dalam kamar Mark untuk beristirahat, ia benar-benar sangat lelah hari ini. Sedangkan Mark masih membersihkan diri nya di kamar mandi.
"Cinta memang tidak bisa di paksakan mau bagaimana lagi, semua juga sudah takdir," ucap Vira.
Tak lama Mark keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, Vira merasa sangat canggung melihat Mark seperti itu, ini pertama kali nya melihat seorang pria bertelanjang dada selain Kevin.
"Maaf Vir, aku lupa membawa baju ganti," ucap Mark.
__ADS_1
"Tidak papa, aku siapkan baju mu dulu," kata Vira.
Mark mendekati Vira yang sedang menyiapkan baju ganti nya, ia memeluk Vira dari belakang sambil mengusap perut Vira.
"Coba lah untuk jatuh cinta pada ku Vira, aku janji tidak akan membuat mu kecewa," ucap Mark.
"Kevin sudah hentikan kau sudah habis 2 botol." Jack menarik botol Alkohol ketiga yang ingin Kevin buka.
"Diam kalian, apa kalian tidak tau perasaan kun saat ini," ucap Kevin.
Sepulang nya dari pemakaman tadi Kevin merasa sangat frustrasi kembali, otak nya kembali tidak bisa ia kendalikan dan ia berakhir di Bar.
Mereka membawa Kevin pulang ke rumah, termasuk Melly wanita yang Kevin peluk dan jatuh pingsan dalam pelukan itu.
"Aku akan merawatnya pulang lah kalian," ucap Melly.
Melly membawa Kevin ke dalam kamar mandi untuk menyadarkan Kevin dari pengaruh Alkohol, ia membuka pakaian Kevin dan merendamnya di dalam badhup yang berisikan air yang sangat dingin.
__ADS_1
Setelah itu Melly keluar dari kamar mandi untuk menyiapkan makanan untuk diri nya dan Kevin makan, ia tau sedari tadi Kevin belum memakan apapun.
Melly memesan makanan lewat aplikasi online, karena memang memasak sama sekali bukan gaya nya.
Setelah kurang lebih 45 menit menunggu akhirnya makanan yang ia pesan datang dan ia langsung menyiapkan nya dan membawa makanan itu masuk ke dalam kamar Kevin.
Kevin sudah duduk di atas ranjang dengan hanya menggunakan celana pendek saja, kesadaran nya sudah hampir 100 persen pulih, Kevin salah satu orang yang cukup kenal dengan Alkohol ia tidak akan mabuk terlalu lama.
"Kau masih di sini," ucap Kevin.
"Aku hanya ingin membantu mu, ini makan lah," kata Melly.
"Aku tidak selera makan," ucap Kevin.
"Jika kau mau mati silahkan," kata Melly dan duduk di samping Kevin.
Kevin mengambil makanan itu dan mulai memakan nya, perut nya memang sudah sangat terasa tidak enak dan harus di isi.
__ADS_1
"Jika makan yang benar, kau seperti tidak berniat untuk makan," ucap Melly dan membersihkan bibir Kevin yang terdapat noda.
Mereka berdua saling bertatapan, Kevin mulai meletakkan piring nya dan mendekati bibir Melly. Dan tak lama bibir mereka berdua sudah saling bertemu.