
Hari demi hari berlalu pesta pernikahan mereka di percepat karena perut Citra yang semakin membesar. Jika. tetap di laksanakan akhir tahun takut nya kandung citra yang semakin membesar akan membahayakan Citra dan anak nya. Tentu saja Vino tidak ingin itu terjadi. Pesta pernikahan mereka di laksanakan dalam beberapa minggu ke depan di salah satu pulau ternama dan kapal pesiar salah satu keinginan Vira.
Vira dan Kevin juga sudah pindah ke apartemen Kevin, Vira meninggalkan semua fasilitas mewah nya dan ikut merintis hidup baru bersama suami nya. Tinggal di apartemen yang tidak terlalu mewah sudah cukup bagi Vira, yang terpenting bagi Vira ia bisa hidup bahagia bersama Kevin.
"Sayang, jika kita mempunyai seorang anak aku ingin pindah dari sini, dan membeli rumah." ucap Kevin.
"Aku setuju, bukan karena aku tidak nyaman di sini tetapi jika kita memiliki anak sebaiknya kita sudah memiliki rumah sendiri." kata Vira.
"Iya sayang, seharusnya kita setiap hari berusaha membuat anak." Kevin menghadap ke Vira.
"Ehh itu mah mau kamu, kamu nya enak, aku nya tiap hari kamu gempur. Lemes sayang." kata Vira.
"Wkwkwkwk tapi kamu suka kan." tanya Kevin.
"Jangan kamu tanya, mana ada istri yang tidak suka melayani suami nya." jawab Vira.
Sementara itu di sebuah bandara di ini kota, turun dua orang dari pesawat yang sudah lama meninggal kan negeri ini. Mereka berdua seperti seorang ibu dan anak tetapi sebenarnya hubungan mereka lebih dari itu. Walaupun kenyataan nya mereka berdua anak dan ibu tiri.
"Arti aku lelah, aku ingin langsung ke hotel." kata Cika.
"Cih, bilang saja kau minta untuk aku puas kan." ucap Arfi.
"Ayah mu sudah tua, sebagai anak yang baik. Kau harus memuaskan istri dari ayah mu. Yang sudah tidak berguna itu." Kata Cika.
Sesampainya di hotel tanpa aba-aba lagi. Arfi langsung menerkam Cika yang statusnya sebagai ibu tiri nya. Ia tidak mencintai Cika tetapi sebagai pemuas nya Cika cukup baik dalam urusan seperti itu. Dan begitu juga sebalik nya Cika juga tidak mencintai anak tiri nya ini. Ia hanya memanfaatkan Arfi sebagai pemuas nya dan tempat balas dendam nya.
"Kau masih kuat juga." ucap Arfi dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
Cika hanya tersenyum saat mendapatkan pujian dari anak tiri nya. Karena ia sudah tidak berdaya akibat keganasan anak tiri nya.
__ADS_1
"Jika masih melakukan nya bersama ku, jangan sekali kali kau melakukan nya dengan orang lain." kata Cika.
"Tidak akan, kau sudah cukup bagi ku." ucap Arfi.
"Bagaimana dengan Kevin dan Vira." tanya Cika.
"Kita bahas nanti setelah aku puas." jawab Arfi dan kembali menerkam Cika.
Vino dan Andy sedang berkunjung ke perusahaan baru Aska. Perusahaan ini mengalami pertumbuhan yang sangat cepat berkat kerja sama dengan Moonly grup.
"Selamat datang bos besar." kata Aska.
"Hahahaha iya anak buah ku." Vino menghempas kan diri nya ke atas sofa.
"Bagaimana ka, apa ada masalah." tanya Andy.
"Tidak ada an, semua berjalan dengan mulus." jawab Aska.
"Sabar Vin, nanti juga datang." jawab Aska.
"Aska perusahaan mu tidak buruk, apa aku boleh menanam kan saham di sini." tanya Vino.
"Berapa persen yang ingin kau tanam." tanya Aska.
"100 persen." jawab Vino.
Aska melempar bantal ke wajah Vino. "Sama saja kau membeli perusahaan ku." kata Aska.
"Hahaha tidak akan bercanda, aku tidak akan menggangu hubungan kalian berdua." kata Vino.
__ADS_1
"Vino, aku ingin meminjam uang pada mu, apa boleh." tanya Aska.
"Berapa yang kau perlukan." tanya Vino.
"200 m." jawab Aska.
Vino mengambil cek di kantong nya dan menulis sejumlah uang yang Aska ingin pinjam.
"Segera cair kan." kata Vino sambil memberikan cek itu pada Aska.
"Kau serius vin, padahal aku hanya bercanda." tanya Aska.
"Jadi kau menipu ku." tanya Vino yang mulai kesal.
"Untuk apa aku uang sebanyak itu, jika aku tidak bisa membayar nya bagaimana." ucap Aska.
"Aku memberikan nya pada mu, bukan meminjam kan nya. Kau sahabat dan sudah aku anggap sebagai keluarga ku sendiri. Jadi buat apa kau berhutang pada ku." kata Vino.
"Kau tidak takut rugi." tanya Aska.
"Rugi, nilai persahabatan kita lebih besar dari terliuna rupiah. Jadi buat apa aku merasa rugi." jawab Vino.
"Vins grup menghasilkan jutaan dolar dalam sehari. Jadi kau tidak perlu takut Vino rugi." ujar Andy.
"Kalian semua orang terbaik ku, terimakasih telah selalu membantu ku." kata Aska.
"Dimana jamal, kenapa lama sekali." ucap Vino.
"Sabar Vin, ibu kota mecet." ujar Andy.
__ADS_1
Tak lama orang yang mereka tunggu akhirnya datang juga. Ceo dari Adiwijaya grup salah satu perusahaan besar selain Vins dan Monnly grup.