
Sebelum pertemuan Kevin dan Papah nya...
Yimin zing, pengusaha cukup terkenal yang berasal dari China, ia adalah salah satu musuh keluarga Vins di masa lalu, tetapi semenjak kepergian anak dan wanita yang ia cintai Yimin tidak pernah lagi mengusik keluarga Vins. Yimin memiliki seorang anak laki-laki yang ntah kemana keberadaan nya, kurang lebih 24 tahun ia mencari anak nya tetapi sama sekali tidak menemukan nya. Yimin memperluas pencarian anak nya di Indonesia selema beberapa bulan terakhir ini. Anak dari Yimin zing bernama Kevin zing. Anak dari buah cinta nya bersama Cika dulu.
Yimin bertemu dengan Arga karena merasa curiga dengan perusahaan property yang baru Kevin buka. Beberapa kali ia ke kantor itu tetapi tidak menemukan Kevin. Baru hari ini lah ia bisa bertemu dengan orang di kantor itu yang tak lain adalah Arga. Arga langsung curiga laki-laki yang di temui nya adalan papah dari Kevin dari kemiripan wajah mereka berdua. Setelah berbicara beberapa jam ternyata dugaan nya benar. Dan Arga langsung menceritakan semua tentang kehidupan Kevin.
Dengan wajah yang masih pucat Kevin masih berada di dalam pelukan papah nya. Kevin merasakan kenyamanan berada di dekat papah nya bila di banding kan saat di dekat ibu nya dalu. Ia merasakan jika papah nya benar-benar tulus pada nya.
"Papah janji tidak akan mengikut campuri urusan mu pada keluarga Vins, seusai permintaan mu. Tapi kau harus janji ikut dengan papah untuk berobat di luar negeri." ucap Yimin.
"Untuk apa, bukan nya sama saja aku akan mati juga." kata Kevin.
"Kevin jangan berkata seperti itu, Hidup dan mati nya seseorang bukan manusia yang mengatur." ucap Yimin.
Tiba-tiba HP Kevin bergetar ada panggilan masuk dari Vino.
"Hal...
"Kevin!!!!" teriak Vino.
"Ada, apa vin, ada apa. Kenapa kau berteriak pada ku." Tanya Kevin.
__ADS_1
"Ke rumah sekarang juga." ucap Vino dan langsung mematikan sambungan telepon.
Dengan wajah yang panik Kevin langsung bersiap-siap untuk ke rumah Vino, Yimin dan Arga ikut mengantarkan Kevin pergi. Tetapi mereka hanya di perbolehkan menunggu di dalam mobil.
Sesampainya di rumah Vino Kevin langsung berlari masuk kedalam rumah, walaupun kepala terasa semakin sakit.
Langkah kaki nya terhenti seketika saat berada di ruang keluarga. Semua keluarga berkumpul di rumah Vino, dengan wajah yang di selimuti kemarahan yang tampak amat luar biasa.
Mata nya terhenti di dua orang yang duduk dengan senyuman kemenangan. Yang tak bukan adalah Cika dan Arfi. Saat melihat mereka berdua kaki Kevin gemetaran dan tubuh nya terasa lemas seketika.
"Sayang." ucap Kevin dengan suara yang bergetar.
Vira langsung membuang wajah nya, ia berusaha tidak untuk menangis terapi air mata nya jatuh tanpa ia sadari. Dan akhirnya Vira menangis di dalam pelukan mommy nya Bella.
"Bisa kau jelaskan siapa perempuan ini." tanya Stiven dengan nada yang menekan.
"Apa kabar sayang, sudah lama tidak bertemu." kata Cika.
Kevin sama sekali tidak memperdulikan Cika pandang nya mata nya hanya tertuju pada Vino dan Vira dua orang yang sangat ia kecewakan.
"Jawab." Iqbaal membanting salah satu vas bunga di depan nya.
__ADS_1
Iqbaal, Devan, Aldy dan Stiven sangat membenci Cika, oleh sebab itu jika berurusan dengan Cika mereka sulit mengontrol emosi.
Kevin langsung berlari dan berlutut di hadapan Vira yang sedari tadi sudah menangis walaupun ia tau jika semua itu hanya percuma.
"Maaf vir, aku tidak berniat membohongi mu atau pun yang lainnya. Aku di jebak vir, wanita ular itu dalang dari semua nya. Dulu memang benar aku mendekati mu hanya ingin membalas kan dendam wanita itu, tapi rasa cinta ku pada mu terlalu besar aku tidak bisa melakukan itu, apalagi saat tau wanita itu hanya memanfaatkan kan ku saja. Aku takut jika semua orang tau aku berasal dari rahim wanita itu keluarga mu akan menolak ku, aku takut Vir..
"Bruk." satu pukulan mendarat di wajah Kevin.
"Jangan kau sentuh keponakan ku." Aldy berkata dengan suara yang meninggi.
"Jadi kau benar anak dari perempuan ular ini. Kau mengecewakan kami semua dan kau masih berani nya berkata seperti itu." ujar Devan.
"Iya dia benar ibu ku, ibu yang tidak pantas di panggil dengan kata ibu. Orang yang meninggal kan ku dengan seorang nenek tua dari aku kecil. Orang yang selalu memanfaatkan ku. Orang yang menganggap ku hanya manusia pembawa sial untuk nya. Orang yang.. " belum selesai berbicara Kevin menangis dan terjatuh di lantai.
"Sayang, kau memfitnah ibu mu sendiri." kata Cika.
Kevin hanya bisa diam menangis di lantai, percuma juga ia menjelaskan semuanya karena mereka semua telah terlanjur kecewa dengan nya.
"Sayang kau tidak percaya pada ku." ucap Kevin.
"Vino, Aska, Andy, Jamal kalian tidak ada yang percaya pada ku." kata Kevin setengah berteriak. Kepala nya semakin terasa sakit dan darah mulai keluar dari hidung nya.
__ADS_1
"Aaakkkkhhh." teriak Kevin.