Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Keguguran.


__ADS_3

"Darah." Ucap Vira.


Vira merasakan sakit di perut nya, sangat sakit sampai dia tidak mampu berdiri lagi. Vira berusaha keluar dari kamar mandi sebisa mungkin agar diri nya dapat meminta pertolongan.


Tanpa sengaja Kevin menjatuhkan gelas, jantung nya berdetak sangat kuat dan perasaan nya sangat tidak enak.


"Vira sayang." Ucap Kevin yang pikiran nya langsung tertuju pada Vira.


"Kevin." Panggil Vino.


Kevin tidak memperdulikan Vino dan langsung berlari menuju kamar nya. Saat membuka pintu kamar nya Kevin melihat Vira sudah terbaring di lantai dengan banyak darah.


"Vira." Teriak Kevin.


Kevin langsung menggendong Vira dan berlari meminta pertolongan.


"Vino, tolong Vino." Teriak Kevin.


"Vira." Vino sangat syok melihat Vira yang penuh dengan darah.


"Ayo Vino." Teriak Kevin.


Bukan hanya Vino, Andy dan Aska dengan sigap berlari menyiapkan mobil. Di ikuti Kevin dan Vino yang sudah banjir air mata nya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit Vira langsung di larikan ku UGD, karena kehabisan banyak darah Vira memerlukan pendonor dengan sigap Vino mendonorkan darah nya. Begitu juga dengan Stiven sesampainya di rumah sakit ia langsung mendonorkan darah nya.


"Sabar kev." Aska memeluk Kevin dari samping.


"Bagaimana dengan Vira, anak ku, aku sangat takut." Ucap Kevin yang sedari tadi tidak berhenti menangis.


"Tidak akan terjadi apa-apa pada anak mu dan Vira, yakin kan itu." Kata Aska.


"Sudah kau tenang lah." Vino datang mendekati Kevin untuk menenangkan nya.


Setelah kurang lebih 3 jam berapa di UGD akhirnya Vira keluar dan langsung di bawa ke ruang rawat inap.


"Bagaimana dok, apa Vira baik-baik saja." Tanya Kevin.


Mereka semua tidak bisa menahan air mata saat tau Vira mengalami keguguran, Kevin yang mendengar itu langsung jatuh ke lantai dengan air mata yang mengalir deras.


"Annn... nnakkk ku." Ucap Kevin dengan suara yang bergetar.


"Tidak, anak ku tidak mungkin pergi, an..nnak kuu Tidakkk." Kevin menangis sambil menutup wajah nya.


Ia memukul lantai dengan sangat keras, tidak peduli tangan nya yang mulai terluka dan berdarah, rasa sakit di hati nya lebih besar di bandingkan luka di tangan nya.


Vino menarik Kevin dan langsung memeluk nya, ia pernah berada di posisi itu dan rasa nya benar-benar sangat sakit.

__ADS_1


"Vino anak ku vin, anak ku vin." Kevin menangis di dalam pelukan itu.


"Aku tau kev, sabar." Vino hanya bisa memeluk Kevin dan memenangkan nya.


"Ini semua karena mu." Kevin bergerak dan langsung memukul Stiven.


"Jika kau mengizinkan aku dan Vira pergi, ini tidak akan terjadI. Kau orang tua yang bodoh." Teriak Kevin.


Vino dan yang lainnya langsung menarik Kevin dan membawa Kevin pergi. Sedangkan Stiven hanya bisa diam karena ia juga merasa sangat bersalah.


"Dia hanya emosi sayang." Bella membantu Stiven berdiri.


"Lepas, karena dia anak ku pergi. Lepas Vino." Teriak Kevin.


"Kevin tenang." Bentak Vino sambil memegang wajah Kevin.


Nafas mereka berdua sama-sama tidak beraturan dan mereka saling menatap.


"Tenang." Ucap Vino.


"Vino anak ku, aku sudah menanti kan nya. Dia pergi vin." Kevin kembali menangis.


"Aku tau kev, semua sudah takdir." Vino kembali memeluk Kevin untuk Kevin. Air mata nya juga tidak sanggup ia tahan.

__ADS_1


__ADS_2