Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 65


__ADS_3

Anggun langsung berlari meninggalkan kantor tanpa sepengetahuan Aska. Hati nya benar-benar sakit saat melihat suami nya sedang berpelukkan berdua di dalam kantor. Ia mengendarai mobil nya tanpa tujuan karena bingung harus kemana dan berbuat apa.


"Lepas, maksud kamu apa, ingat batasan kamu. Kenapa kamu peluk saya. Saya sudah punya istri dan saya sangat mencintai istri saya." ucap Aska yang emosi.


Sebelum kejadian itu....


Aska sedang fokus dengan pekerjaan nya yang sangat menumpuk. Dan tiba-tiba Rini sekertaris pribadi Aska yang sangat ia kenal datang masuk kedalam ruangan nya dengan membawa beberapa berkas penting.


Aska berdiri dari tempat duduk nya, dan berjalan mendekati Rini yang tenga terdiam menatap nya. Rini terdiam karena terkejut saat melihat cincin di tangan Aska. Ia baru menyadari jika orang yang selama ini ia suka sudah milik orang lain.


"Kenapa diam." tanya Aska sambil mengambil berkas di tangan Rini.


"Apa anda sudah menikah pak." tanya Rini.


"Sudah, saya sudah menikah tapi belum mengadakan pesta." jawab Aska.


Rini yang mendengar itu langsung memeluk Aska dengan erat, ia tidak rela jika Aska menjadi milik orang lain....


Setelahnya...


"Saya cinta bapak, dan saya sayang sama bapak tapi kenapa bapak menikah dengan wanita lain." ucap Rini.


"Apa maksud kamu rin, kamu hanya sekretaris saya dan saya tidak pernah menganggap kamu lebih." kata Aska dengan nada yang tinggi.


"Tapi aku mencintai kamu, kamu gak pernah peduli dengan perasaan ku." ucap Rina.


"Kamu gila rin, aku tidak pernah ada rasa dengan kamu, dan aku tidak perlu memperdulikan perasaan kamu." kata Aska dengan nada yang menekan.


Saat sedang memarahi Rini tiba-tiba HP Aska berbunyi dan Aska langsung mengangkat nya.

__ADS_1


"Halo cit." ucap Aska.


"Apa Anggun sudah sampai ka, kenapa dia tidak memberi kabar kami." tanya Citra.


"Anggun, apa anggun kesini." tanya balik Aska.


"Iya ka, dia ke sana sudah dari tadi." jawab Citra.


"Ya sudah cit, seperti Anggun salah paham nanti aku kabari lagi." kata Aska dan langsung mematikan sambung telepon.


"Mau kemana." tanya Rini.


"Bukan urusan mu." jawab Aska.


"Bagaimana dengan ku." tanya Rini.


Aska mencari keberadaan Anggun tanpa tujuan dan arah, ia hanya mengikuti kemana otak nya membawa nya, wajahnya sangat khawatir kalau Anggun berbuat yang tidak-tidak. Aska melintasi taman kota ia melihat ke arah taman kota itu berharap ada Anggun di sana.


Aska menghentikan mobil nya dan langsung masuk kedalam taman itu untuk mencari keberadaan Anggun, ia sangat berharap Anggun berada di sana.


"Sayang dimana kamu, jangan membuat ku khawatir." gumam Aska.


Aska melihat danau yang cukup besar ia berjalan menelusuri danau itu dengan penuh harapan. Aska melihat seseorang di ujung danau dengan tatapan yang kosong, dan benar saja orang itu adalah istri nya Anggun. Aska langsung berlari mendekati Anggun.


"Sayang." ucap Aska.


Anggun melirik kearah Aska dengan mata yang merah dan wajah merah karena terlalu banyak menangis.


"Pergi jangan mendekati aku, aku benci kamu." teriak Anggun.

__ADS_1


"Tidak sayang, aku bisa jelaskan semua nya." ucap Aska sambil berjalan mendekati Anggun.


"Tidak aku tidak butuh penjelasan mu, aku benci kamu." teriak Anggun.


"Tidak sayang, aku bisa jelas kan semua nya. Kamu hanya salah paham." ucap Aska yang semakin mendekati Anggun.


"Tidak, kau pergi sama perempuan itu, jangan peduli kan aku. Dan jangan mendekat atau aku akan melompat." Ancam Anggun.


"Maaf sayang, dia bukan siapa-siapa ku, kamu hanya salah paham." ucap Aska.


Kepala Anggun terasa sangat pusing. penghentian nya perlahan hilang. Anggun jatuh pingsan ke tanah.


"Sayang." teriak Aska dan langsung berlari mendekati Anggun.


Aska menggendong Anggun, ia membawa Anggun ke mobil nya dan langsung menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Anggun langsung mendapatkan penanganan dari dokter.


"Bagaimana istri saya dok." tanya Aska.


"Istri anda hanya kelelahan, apa yang menyebabkan istri anda menangis sebanyak ini, jika ada masalah anda hanya perlu memahami nya, biasa ibu hamil sering kehilangan kontrol dalam emosi nya." jelas dokter.


"Istri saya hamil dok." tanya Aska.


"Iya istri anda hamil, tapi saya belum dapat memastikan beberapa minggu kandung istri anda." jawab dokter.


"Iya dok, terimakasih dok." ucap Aska.


Aska menciumi tangan Anggun ia sangat bersalah apa yang telah terjadi pada Anggun. Tak lama Vino dan Citra masuk kedalam ruangan itu dan langsung memukul wajah Aska.


"Kau." teriak Vino.

__ADS_1


__ADS_2