Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Perubahan Kevin


__ADS_3

Kevin memeluk Vira dengan erat, ia juga kehilangan anak nya, tapi bagaimana pun Kevin merasa harus bersikap lebih dewasa dari Vira, apalagi keadaan Vira yang masih sakit.


"Sudah, berhenti menyalahkan mu, aku akan membawa mu pergi dari sini, tidak ada yang bisa melarang kita lagi." Ucap Kevin.


"Hiks hiks hiks kita mau kemana sayang." Tanya Vira.


"Kita pindah ke Korea, aku akan meminta ayah ku untuk menyiapkan rumah untuk kita." Jawab Kevin.


"Bagaimana dengan daddy dia tidak memperbolehkan kita sayang, aku takut jika kita memaksa untuk pergi Daddy akan mengamuk dan menghancurkan kita."


"Sudah aku bilang tidak ada yang bisa melarang kita sayang, tapi kita tidak bisa pergi cepat, paling lama satu bulan, aku ingin memindahkan kewarganegaraan kita." Ucap Kevin.


"Tidak aku tidak mau pindah warganegara."


"Sayang jangan menolak, aku tidak menerima penolakan, sekarang semua perintah ku mutlak. Aku nomor satu, ingat suami mu nomor satu Vira, bukan orang tua atau kakak mu." Ucap Kevin dengan tegas.


Vira menyembunyikan kepala nya di atas dada bidang Kevin, ini pertama kali nya Kevin seperti ini pada nya.

__ADS_1


"Iya maaf, aku akan ikut semua perintah mu." Ucap Vira sambil sesegukan.


"Sudah jangan menangis lagi, aku juga sakit Vira. Itu bayi yang selama ini aku nanti kan tapi dia sudah pergi meninggalkan kita, mau bagaimana lagi semua sudah takdir." Ucap Kevin.


"Kamu tidak marah pada ku." Tanya Vira.


"Bagaimana kamu bisa seperti tadi cerita kan pada ku."


"Kamu tau sendiri kan aku habis menangis, aku ingin menyegarkan pikiran ku dengan air, saat aku ingin keluar aku tidak sengaja menginjak sesuatu dan langsung terpeleset."


"Sayang kamu kenapa ceroboh sekali. Tapi ini juga bukan salah mu, ini salah orang tua mu, jika mereka tidak melarang kita kamu tidak akan menangis dan ini tidak akan terjadi."


"Jangan tanya itu aku tidak ingin memperkeruh suasana." Jawab Kevin.


"Cepat sembuh dalam beberapa bulan ini kamu harus hamil lagi." Kevin mengusap perut Vira.


Vira merasa Kevin tidak seperti biasa nya, tapi Vira berusaha menepis hal itu dan selalu berpikir positif.

__ADS_1


Tiga hari kemudian Vira sudah di perbolehkan untuk pulang, tapi ia di larang melakukan hubungan suami istri selama beberapa minggu.


"Vira kamu sudah pulang." Ucap Kevin.


"Dad." Kevin menahan Vira dan langsung membawa nya masuk ke dalam kamar.


Selama di rumah sakit tidak ada yang boleh mengunjungi Vira, terkecuali Vino yang memang memaksa masuk dan Kevin tidak bisa melarang Vino, apalagi Vino tidak bersalah dan Vino lah yang ada saat dia terpukul atas kehilangan anak nya.


"Bagaimana dengan mu Vira, apa sudah enakan." Tanya Vino.


"Jangan mengkhawatirkan nya, aku menjaga nya dengan baik." Kata Kevin.


"Ingat aku sangat menyayangi kalian berdua, apapun yang akan terjadi aku akan tetap mendukung kalian." Ucap Vino.


"Aku percaya dengan mu Vino, terimakasih untuk semua dukungan mu selama ini." Kevin memeluk Vino.


"Aku pernah ada di posisi mu, rasa nya benar-benar sangat sakit. Tapi percayalah ada hikmah di balik semua ini, semoga kalian berdua cepat di berikan seorang anak kembali." Ucap Vino.

__ADS_1


"Pasti Vino, aku akan berusaha sebaik mungkin." Kata Kevin.


__ADS_2