Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Musuh


__ADS_3

Mark dan Tiara sedang duduk bersama di sofa kamar dengan saling berhadapan. Mereka ingin membahas masalah pernikahan tidak terduga ini.


"Aku tidak memiliki ekspetasi sedikit pun jika dialah bule tampan itu," batin Tiara.


"Hey jangan berbicara dalam hati, aku tau kau pasti sedang membicarakan pusaka besar ku kan," ucap Mark.


"Maaf ya pak Sinchan, aku tidak sudi membicarakan pusaka mu di dalam batin ku," kata Tiara.


"Terus bagaimana ini, kita sudah menikah aku tidak mau jadi duda muda," ucap Mark.


"Kau pikir aku mau, kau sudah mengambil kesucian ku."


"Nama nya saja sudah janda ya sudah pasti sudah bolong, nanti jika kau menikah lagi dah milik suami mu kecil, kau tidak merasakan apapun. Hahaha aku sangat puas," ucap Mark.


Tiara yang kesal dengan ucapan si cabul, tangan nya bergerak melemparkan bantal ke wajah Mark.


"Kau wanita gila," ucap Mark.


"Kau pria Cabul," kata Tiara.


"Jadi bagaimana," tanya Tiara dan Mark secara bersamaan.


"Ahhh ini gila," ucap Tiara.


"Sudah inti nya kita tetap bersama dulu, dan kau bertugas seperti istri pada umumnya, aku pun begitu juga bertugas seperti suami mu." ucap Mark.

__ADS_1


"Aku tetap dapat jatah kan," tanya Mark.


"Jatah apa, seharusnya kau yang memberikan ku jatah bulanan," jawab Tiara.


"Bukan itu bodoh, kau bebas memakai kartu ATM ku, aku maksud jatah ranjang," ucap Tiara.


"Tidak mau, nanti aku hamil anak mu," tolak Tiara.


"Tidak akan jika aku pakai pengaman, ayolah kau mau enak tidak," tanya Mark.


"Tidak kau bohong," jawab Tiara.


"Kau mau enak seperti tadi tidak, pusaka ku yang akan membuat mu seperti tadi," bujuk Mark.


"Mau si enak, tapi tidak mau, dasar cabul," ucap Tiara dan pergi meninggalkan Mark.


"Tiara," ucap Vira.


"Eh Vira, kenapa Vir," tanya Tiara.


"Cara berjalan mu kenapa berbeda, apa kau sudah di unboxing," tanya Vira.


"Bule itu benar-benar membuat milik ku berdenyut, sakit sekali. Milik nya sangat besar," jawab Tiara.


"Ya ampun, perempuan ini kenapa berbicara dengan seenaknya," batin Vira.

__ADS_1


"Dimana Mark, Kevin ingin berbicara dengan nya," tanya Vira.


"Di dalam kamar, Hati-hati dengan nya dia seperti harimau," jawab Tiara.


"Vira aku ingin protes dengan mu," ucap Tiara.


"Kenapa, apa Mark tidak sesuai dengan ekspetasi mu," tanya Vira.


"Dia memang tampan, atletis dan milik nya sangat memuaskan ku, tapi dia musuh ku," jawab Tiara.


"Musuh," tanya Vira yang benar-benar terkejut akan kenyataan ini.


"Dia orang yang menyerempet ku dulu Vira, yang membuat hp mu rusak, dan kabur begitu saja," jawab Tiara.


"Hahahaha itu jodoh Tiara, kalian memang sudah di takdir kan berjodoh," ucap Tiara tertawa dengan sangat puas.


"Jangan membicarakan pusaka ku Tiara," ucap Mark saat melihat Tiara dan Vira bersama.


"Apa kabar Mark, kau terlihat sangat bahagia," tanya Vira.


"Jangan menggoda ku Vira." Mark pergi dari situ untuk bertemu dengan Kevin.


"Kevin." Mark memeluk Kevin yang sedang bermain dengan bayi perempuan nya.


"Lepas kau jangan gila," ucap Kevin.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak bilang jika wanita yang aku nikahi dia, aku lebih memilih memeluk mu dari pada wanita gila itu," kata Mark,


__ADS_2