
"Maaf sayang, maaf kembali pada ku aku mohon sayang." Ucap Kevin.
"Maaf juga Kevin tapi aku tidak bisa, ayolah kau sudah memiliki calon istri yang lebih cantik dari ku, tentu saja dia bisa memuaskan nafsu gila mu dan satu lagi dia sudah mengandung benih yang kau tebar jadi aku sudah tidak ada guna nya lagi di sini, terimakasih semua nya sampai jumpa lagi di pengadilan agama." Ucap Vira dan pergi meninggalkan Kevin.
"Kau benar-benar laki-laki yang tidak tau diri, apa kurangnya Vira untuk mu, kau malah memilih jalang itu, aku juga sangat kecewa dengan ku Kevin, kau membuat pacar dari sahabat mu sendiri hamil padahal kau tau bagaimana aku memperjuangkan wanita itu."
"Mark aku tidak tau jika dia pacar mu." Ucap Kevin.
"Tidak ada alasan di balik kesalahan mu, nikmati hidup mu Kevin, dan dengar aku akan merebut Vira dari mu seperti kau merebut Kiana dari ku." Mark juga pergi meninggalkan Kevin.
Kiana berjalan menuju mendekati Kevin, sedari tadi diri juga hanya sebagai penonton pertunjukan ini. Dengan masih tidak memakai apapun Kiana kembali memeluk Kevin.
"Lepas Kiana." Ucap Kevin.
"Ah perut ku sakit, ah." Kiana memegang perut nya yang terasa sakit.
Awal nya Kevin tidak peduli tetapi ia langsung berpikir jika anak nya di dalam perut Kiana sedang dalam bahaya. Itu sebabnya Kevin langsung menggendong Kiana menuju kamar nya.
__ADS_1
"Apa masih sakit." Tanya Kevin.
"Sedikit, sayang kakak ku akan datang." Ucap Kiana.
"Datang lah atau aku akan membunuh nya."
"Sayang dia tidak akan melakukan hal itu lagi pada mu, kau milik ku." Kiana memeluk Kevin dengan erat.
"Adik mu bangun sayang." Tangan Kiana kembali masuk ke dalam celana Kevin dan mengusap yang ada di dalam sana.
Vira kembali menangis kembali di dalam mobil, rasa sakit dan cinta bertempur di dalam hati nya. Hal yang di lakukan Kevin barusan benar-benar membuat sakit hati nya.
"Vira." Ucap Mark yang tidak berani melakukan apapun.
Vira mengusap air mata nya, dan meminta Mark meninggalkan rumah ini. Di dalam perjalanan Vira berpikir bagaimana cara nya agar diri nya bisa cepat berpisah dengan Kevin. Satu-satunya jalan saat ini Vira menyewa pengacara terbaik dan hal itu sangat muda bagi nya.
Vira menarik nafas nya dengan perlahan dan membuang nya dengan mulut nya. Setelah itu ia langsung menghubungi pengacara nya untuk menyelesaikan masalah nya saat ini.
__ADS_1
"Vira kapan kau akan kembali ke Indonesia." Tanya Mark.
"Setelah perceraian ku dengan Kevin selesai." Jawab Vira.
"Vira kau yakin benar-benar akan bercerai dengan Kevin, bagaimana dengan keluarga mu apa mereka semua tau."
"Itu semua urusan ku, mereka akan mendukung kebahagiaan ku." Ucap Vira.
Beberapa hari telah berlalu Vira hidup tenang di dalam apartemen nya, Mark selalu datang tetapi Mark tidak pernah masuk ke dalam apartemen Vira, ia hanya membawa kan makanan ataupun keperluan Vira lainnya tanpa di suruh oleh Vira
Kevin sedang dalam perjalanan menuju apartemen Vira, ia tau jika Vira tinggal di apartemen nya yang dulu. Baru saja Kevin mendapatkan penggilan tentang perceraian nya dengan Vira.
"Ayo Mark masuk lah, tidak papa." Ucap Vira.
"Tidak vir, status kamu masih resmi istri dari Kevin, tidak baik jika aku masuk ke dalam sana."
Kevin terkejut saat melihat Vira dan Mark berduaan di depan pintu apartemen, hati nya benar-benar terbakar api cemburu melihat kedekatan Vira dan Mark.
__ADS_1