Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Pulau


__ADS_3

Kiana mencium bibir Kevin dengan lembut, tak lama Kevin mulai membalas ciuman itu, ciuman biasa itu berubah menjadi sangat panas, tanpa pikir panjang mereka sudah melepaskan pakaian mereka masing-masing.


"Sayang." Kiana naik ke atas tubuh Kevin.


"Akan aku beritahu kamu bagaimana seseorang wanita memuaskan suami nya." Ucap Kevin.


"Cepat lakukan." Kevin sudah benar-benar tidak bisa menahannya.


Lagi dan lagi, Nafsu menutupi pikiran Kevin, di dalam otak Kevin kali ini hanya ada kepuasan. Kevin mengerang hebat saat Kiana dengan lincah nya bermain di atas sana, sensasi yang belum pernah ia dapatkan bersama Vira.


"Bagaimana aku atau istri mu." Tanya Kiana.


"Vira tetap segala nya." Jawab Kevin dan langsung membalik posisi nya, kali ini dia yang memimpin.


Kiana tidak peduli dengan jawaban Kevin, yang terpenting nafsu nya saat ini dapat terpuaskan. Milik Kevin yang di atas rata-rata membuat Kiana ingin terus bermain bersama Kevin, bahkan milik kakak nya tidak ada apa-apa nya.


"Wow, Kevin." Ucap Win.


"Kau." Kevin langsung menghentikan aksi nya.

__ADS_1


"Kau mau mati." Tanya Kevin, ia benar-benar dendam dengan apa yang di lakukan Win pada nya dulu


"Kau mau membunuh ku, kau yakin bisa." Ucap Win tangan Win bergerak ingin menyentuh milik Kevin yang masih berdiri dengan tegak.


"Bruk." Satu pukulan mendarat di wajah Win.


"Usir kakak mu atau aku tidak mau bertanggung jawab dengan anak itu." Kevin berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Keesokan harinya Vira dan Mark sudah dalam perjalanan menuju sebuah pulau, di sana Mark ada kerjaan selama beberapa hari dan mungkin selama itu ia tidak bisa selalu bersama Vira.


"Kau sudah kembali pada orang tua mu Mark." Tanya Vira.


"Wah selamat Mark, semoga kau sukses selalu dan cepat menikah."


"Hahaha menikah mana mungkin, nanti lah saat usia ku sudah 30 tahun baru aku akan menikah." Ucap Mark.


"Terlalu tua Mark. Dan itu masih sangat lama." Ejek Vira.


"Tidak masalah 4 tahun lagi." Ucap Mark.

__ADS_1


Sementara itu Kevin kembali ke apartemen Vira sambil membawa berbagai macam makanan untuk Vira. Tapi Kevin harus menelan kekecewaan karena Vira tidak ada di apartemen nya.


"Apa dia sudah pulang ke Indonesia." Batin Kevin.


Kevin tidak bisa membayangkan bagaimana hidup nya saat keluarga Vira tau jika diri nya menyakiti Vira, Kevin yakin jika Vino tau semua ini Vino akan langsung membunuh nya hidup-hidup.


"Vira dimana kamu sayang." Batin Kevin.


Vira dan Mark sudah sampai di pulau itu, Vira dan Mark satu Vila yang sama tetapi sudah pasti mereka tidur di kamar yang berbeda. Sebenarnya Mark tidak ingin satu Vila dengan Vira karena Vira masih resmi menjadi istri tadi Kevin tetapi ia juga tidak mungkin membiarkan Vira tinggal di Vila itu sendiri.


"Vira agar lebih enak, aku akan panggil beberapa pelayan." Ucap Mark.


"Iya Mark aku tidak masalah, ini Vila mu bukan, jadi itu terserah mu."


"Ya sudah aku harus pergi, nanti akan datang beberapa pelayanan suruhan ku." Ucap Mark.


Vira masuk ke dalam kamar nya dan langsung merebahkan diri nya ke atas kasur, wajah Kevin masih membayangi pikiran nya, perjuangan cinta mereka benar-benar terasa sangat panjang.


"Apa semua ini harus berujung perceraian." Ucap Vira yang tanpa sadar meneteskan air mata nya.

__ADS_1


__ADS_2