Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 68


__ADS_3

Hari pernikahan Vira dan Kevin telah tiba, mereka berdua sangat serasi bersanding di depan penghulu. Setelah Ijab Qabul selesai kini Vira telah resmi menjadi milik Kevin. Kevin mencium dahi Vira dan Vira mencium tangan kanan Kevin.


Mereka semua tampak bahagia menyaksikan momen ini. Akhirnya keluarga Vins telah sold out juga. Vino menghampiri Vira dan memeluk nya dengan sangat erat.


"Selamat Vira, kakak doa kan yang terbaik untuk mu dan Kevin. Semoga kalian berdua di berikan kebahagiaan selalu." ucap Vino.


"Terimakasih kah, terimakasih telah menjaga ku dan menjadi kakak terbaik." kata Vira.


"Selamat kev, aku harap kau tidak pernah mengecewakan Vira, aku percaya kan Vira pada mu." ucap Vino.


"Terimakasih atas kepercayaan nya vin, aku janji akan menjaga adik mu dengan baik." kata Kevin.


"Aku pegang kata-kata mu kev, oh iya malam ini kev buat dia berteriak." ucap Vino.


Arga menghampiri Kevin dan Vira karena ia sedang tersambung video call dengan nenek di Korea.


"Kevin, nenek ingin berbicara pada mu." panggil Arga.


"Nenek." teriak Vira.


"Selamat untuk kalian berdua, akhirnya cucu nenek sudah mendapatkan gadis yang ia inginkan. Harus kamu jaga Kevin gadis secantik Vira. Untuk Vira harus sabar menghadapi sifat manja Kevin, tapi nenek pastikan kamu akan makan enak selalu karena suami mu sangat pintar memasak." ucap nenek.


"Nenek Vira ingin bertemu, Kami janji akan segera ke sana menjenguk nenek." kata Vira


"Tidak tidak, kalian ke sini harus sudah membawa bayi manis." ucap nenek.


"Oke nek, bayi kecil untuk nenek segera di proses." ujar Kevin.


Setelah sambungan video call berakhir Arga kembali menghampiri Kevin dan Vira sekalian memberikan selamat untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Selamat untuk kelian berdua, semoga cepat di berikan momongan." ucap Arga.


"Iya ga terimakasih, cepat lah menyusul." ujar Kevin.


Walaupun acara terkesan sederhana mereka masih menikmati acara yang berlangsung. Seperti biasa ketika Vino dan yang lainnya telah berkumpul tidak mungkin tanpa adanya kejahilan.


"Vino, bagaimana acara kita akhir tahun." tanya Andy.


"Santai an, kapal sudah siap dan pulau juga sudah di siap kan oleh daddy." jawab Vino.


"Aku ikut saja apa yang kau siap kan vin." ujar Jamal.


"Apalagi aku, aku sama sekali tidak mengerti apa yang kalian kata kan." kata Aska.


"Tau mu kan hanya ranjang." ucap Vino dengan menarik Aska dan menjepit nya.


"Sakit vin, apa kau tidak bisa tidak menyiksa ku sehari saja." tanya Aska.


Kevin menarik tangan Vira secara perlahan, saat sudah menjauhi orang banyak baru lah Kevin menggendong Vira naik ke atas kamar. Vino yang memergoki Kevin dan Vira hanya diam menunggu momen yang pas untuk menguping.


"Sayang, kenapa naik ke kamar." tanya Vira.


"Kita akan mencetak anak bayi untuk nenek sayang." jawab Kevin.


Jantung Vira langsung deg deg kan ia sebenarnya sangat takut. Karena sebelum momen ini Vira sudah bertanya dengan Citra, Anggun, Putri dan Caitlin dan mereka menjawab dengan kompak kalau sangat sakit.


"Kenapa dengan mu sayang." tanya Kevin dengan merebahkan tubuh Vira perlahan ke atas ranjang.


"Aku takut sayang, aku takut sakit." jawab Vira.

__ADS_1


"Tenang sayang, aku akan melakukan secara perlahan." ujar Kevin.


Kevin mulai membuka satu persatu pakaian Vira sampai Vira tidak hanya menggunakan pakaian dalam saja.


"Sayang, kau sangat menggoda ku." ucap Kevin.


Kevin mulai membuka satu persatu pakaian nya, Vira menelan air liur nya saat melihat tubuh Kevin yang menurut nya sangat menggoda nya. Otot-otot tubuh Kevin benar-benar membuat nya menghayal kan yang tidak-tidak.


Vino berjalan diam-diam menuju kamar Vira dan Kevin ia meletakkan kuping nya di pintu kamar untuk mendengar apa yang di lakukan mereka di dalam.


Andy sedari tadi mencari keberadaan Vino. Aska dan Jamal juga sudah pulang, ia mencari Vino untuk menanyakan apa dia ikut pulang atau tidak.


"Sakit sayang." ucap Vira saat merasakan benda Kevin mulai masuk kedalam pangkal paha nya.


"Sayang, hanya sakit sebentar bertahan lah." kata Kevin.


"Sayang sakit, lepas kan benda mu itu." teriak Vira.


Andy menggelengkan kepala nya saat melihat Vino yang berada di depan pintu kamar Vira. Bukan nya menegurnya atau memarahi Vino, Andy malah ikut menguping.


"An, kau...


"Ssstttt diam lah." ucap Vino.


"Aaahhhh sakit." teriak Vira saat Kevin benar-benar membobol nya, ia mendorong Kevin dari atas tubuh nya sampai Kevin terjatuh dari atas ranjang.


"An ada apa dengan Vira, kenapa dia berteriak sangat keras. Aku harus melihat nya." ucap Vino.


..

__ADS_1


Maaf ya tidak terlalu sama dengan cerita sebelah ya. karena ya itu lah. wkwkwkwk


__ADS_2