
"Sudah," ucap Tiara yang sudah tidak kuat menerima serangan dari pangeran Sinchan nya.
Mark tidak memperdulikan Tiara yang kalang kabut menerima hentakan nya, ia terus melakukan dengan sangat cepat sampai tiba...
"Akhhhhh," Mark jatuh di atas tubuh istri nya.
"Kamu bohong," ucap Tiara dengan nafas yang tidak beraturan.
"Kamu terlalu enak untuk di lewatkan sayang," Mark memeluk Tiara dan tak lama mereka berdua tertidur karena kelelahan.
Pagi hari nya,Tiara merasa tidak bisa bangkit dari atas kasur, tubuh nya benar-benar terasa sangat sakit sekali yang membuatnya semakin malas bangun, lagi pula saat ini ia berada di posisi paling nyaman yaitu pelukan hangat dari suaminya.
"Apa aku setampan itu," tanya Mark yang sadar sadari tadi Tiara memperhatikan wajah nya.
"Iya kamu sangat tampan," jawab Tiara.
"Kau baru sadar, aku memang tampan," kata Mark dengan sangat percaya diri.
"Eh tidak, aku salah bicara," kata Tiara.
"Sayang satu ronde di pagi hari nya," ucap Mark.
__ADS_1
Itu lah Mark setelah bergaul dengan Kevin dan Vino in the geng. Otak nya selalu mesum apalagi ia sudah tau rasanya enak-enak. Untuk merayu istri nya Mark selalu memanggil Tiara dengan sebutan sayang.
"Tidak mau nanti aku hamil bagaimana," tanya Tiara.
"Tidak papa, kan aku ayah nya," jawab Mark.
"Kau ayah nya, kau mau tanggung jawab ketika aku hamil," tanya Tiara.
"Kau gila, aku yang membuat nya, ya aku harus tanggung jawab, lagi pula kita sepasang suami-istri sudah seharusnya kita mempunyai anak," jawab Mark.
"Ohh begitu, berapa lama agar bisa jadi anak," tanya Tiara.
"Kau ingin punya anak cepat tidak," tanya Mark.
"Ya sudah ayo buat lagi," ucap Mark.
Beberapa bulan telah berlalu hubungan Mark dan Tiara semakin dekat apalagi saat di atas ranjang, Tiara kini sudah tergila-gila dengan pusaka milik Mark, tiada hari bagi nya tanpa pusaka itu. Dan yang terpenting dari segala nya sudah ada timbul benih-benih cinta di antara mereka berdua. Walaupun mereka berdua tidak mau mengakui hal itu.
"Mark kali ini tidak ada jatah yah, perut ku sakit sekali," ucap Tiara.
"Kamu kenapa, biasa nya kamu selalu minta dulu," tanya Mark.
__ADS_1
"Tidak tau, dua hari terakhir perut ku sakit, keram dan aku tidak selera makan," jawab Tiara.
"Aku tanyakan dulu pada Vira ya, kamu tunggu sini, jangan kemana-mana ya," ucap Mark.
Mark keluar dari kamar nya untuk bertanya pada Vira, ia cukup khawatir pada istri nya apalagi baru kali ini ia melihat Tiara seperti itu.
"Mungkin hamil," ucap Vira.
"Iya Mark, aku dengar kasur di kamar mu sering berdecit, mungkin saja benih yang kau tebar tumbuh," kata Kevin.
"Hamil, aku akan jadi ayah, bagaimana cara mengetahui istri ku hamil," tanya Mark.
"Beli testpack Mark, atau bawa istri mu ke rumah sakit," jawab Kevin.
"Tunggu sebentar, aku mempunyai tespack.";Vira berjalan masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil tespack.
Setelah mendapatkan tespack itu, Mark langsung berlari menuju kamar nya dan meminta Tiara memakai nya.
"Di masukan ke hidung, atau ke lubang ku," tanya Tiara.
"Kamu pipis, lalu tampung dan masukan alat ini ke dalam urine mu," jawab Mark.
__ADS_1
"Oohh terima kasih suami ku yang tampan," kata Tiara dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.