Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 67


__ADS_3

Mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu, jantung Kevin berasa ingin copot dari tempat nya. Ia benar-benar sangat deg-deg kan, apalagi ntah kenapa Vino memancar aura yang berbeda malam ini, ia seperti harimau yang ingin memakan mangsa nya.


Vino sedari tadi berusaha menahan tawa nya dan tetap konsisten dengan aura yang ia pancar kan. Ia sengaja seperti ini hanya ingin mengerjai Kevin, ia juga ingin melihat kesungguhan dari Kevin, karena Vira adalah adik satu-satunya Vino ingin Vira mendapatkan laki-laki yang terbaik untuk nya.


"Bagaimana kev, kapan orang tua kamu mau datang" tanya Stiven.


"Dad mom, sebenarnya Kevin sudah tidak memiliki keluarga." ucap Vira.


Mereka semua terkejut saat mendengar ucapan dari Vira, pantas saja saat di tanya tentang kedatangan orang tua atau keluarga nya Kevin selalu mencari alasan dan seperti tidak serius.


"Kenapa baru bilang sekarang kev." tanya Bella.


"Saya takut tan, jika saya berkata jujur kalian tidak akan merestui hubungan kami berdua." jawab Kevin.


"Memang tidak." ujar Vino.


"Kakak." ucap Vira.


"Kenapa tidak jujur dari awal, setiap hubungan itu harus ada kejujuran. Sekarang lihatlah kau sendiri yang rugi jika kau berkata jujur dari dulu. Kau sudah menikah dengan Vira." ujar Vino.


"Iya kev, kenapa tidak jujur, kami tidak mungkin tidak merestui kalian berdua." ucap Bella.


"Maaf tan, saya hanya takut karena saya benar-benar mencintai Vira." kata Kevin.


"Bisa kamu jelas kan kev, kenapa kamu bisa seperti ini." tanya Stiven.


"Saya tau saya memilki seorang ibu, tapi dia hanya memanfaatkan saya untuk kesenangan nya, saya sudah tidak pernah menganggap nya ibu saya lagi. Kalau ayah saya benar-benar tidak tau siapa ayah saya, sedari kecil saya di asuh oleh nenek, ia yang sudah membesarkan saya sampai saya bisa hidup secara mandiri." jelas Kevin.

__ADS_1


"Nenek, apa kamu sudah mendapatkan restu dari nya." tanya Bella.


"Sudah mom, kami sudah ke rumah nenek sebelum pulang kesini, dan ia telah memberikan kami restu." jawab Vira.


"Kalau begitu, apa lagi yang kamu tunggu kev, kapan kamu siap menikahi Vira." tanya Stiven.


"Secepatnya om, tapi saya bingung menentukan tanggal nya." jawab Kevin yang sudah lega karena orang tua Vira mau menerima nya.


"Lusa saja." ujar Vino.


"Kakak kira kami hewan bisa menikah secepat itu." kata Vira.


"Kalau daddy yang mengurus nya kenapa tidak bisa." ucap Stiven.


"Apa itu benar dad, bisa secepat itu." tanya Vira.


"Bagaimana sayang, apa kamu mau." tanya Vira.


"Kau mana yang terbaik aja vir, kalau cepat lebih baik kenapa tidak." jawab Kevin yang sebenarnya kalau bisa ia ingin menikah dengan Vira malam ini juga.


Setelah semuanya beres mereka kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat kecuali Vino dan Kevin yang masih berada di ruang keluarga.


"Kenapa wajah mu seperti itu tadi." tanya Kevin.


"Hahaha aku sengaja ingin membuat mu takut pada ku, apa aku benar-benar menyeramkan." tanya Vino.


"Kau tidak berhasil membuat ku takut Vino." jawab Kevin.

__ADS_1


"Hey sopan dengan ku, aku kakak ipar mu." ujar Vino.


"Hahaha kau belum resmi menjadi kakak ipar ku jadi jangan sombong dulu." ucap Kevin.


"Lihatlah nanti jika kau sudah menjadi adik ipar ku, kau harus nurut semua perintah kakak ipar mu ini." ucap Vino.


"Siap kakak ipar." kata Kevin sambil menahan tawa nya.


Sedangkan di tempat lain Cika dengan Arfi sedang bingung karena Kevin masih belum menunjukkan batang hidup nya, sudah beberapa bulan Kevin menghilang dari mereka. Dan mereka berdua sudah memeriksa semua tempat tinggal Kevin tetapi masih tidak menemukan nya. Mereka masih membutuhkan Kevin untuk membalas kan dendam Cika sebagai mantan yang tersakiti dan Arfi sebagian mantan rekan bisnis Stiven yang merasa terkhianati.


"Menurut orang suruan ku dia pergi ke Indonesia bersama Vira." ucap Arfi.


"Kenapa dia menghilang dari kita." tanya Cika.


"Aku tidak tau, seperti nya dia ingin melanjutkan semua nya sendiri atau ia sudah tunduk dengan Vira dan tidak ingin melanjutkan apa yang kita perintah kan." jawab Arfi.


"Anak kitu benar-benar tidak berguna, susah payah aku melahirkan nya. Dan karena dia Stiven meninggalkan ku." ucap Cika.


"Seperti nya kita harus bergerak ke Indonesia juga." kata Arfi


"Setelah ayah mu aku beres kan." ucap Cika.


.


.


.

__ADS_1


Maaf ya cerita Vira dan Kevin agak berbeda dari sebelah dan maaf author jarang up soal nya author lagi kecewa sama Noveltoon.


__ADS_2