Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 101


__ADS_3

"Sayang anak bunda." teriak Citra, mencari keberadaan anak nya.


"Bunda ayo pergi, ayah menunggu kita."


"Iya bunda, ayah menunggu kita."


"Tapi, saudara kalian masih belum ada. Kita harus mencari nya dulu." Ucap Citra.


"Bunda aya cepat." kedua anak nya menarik Citra dengan cepat, mereka bertiga menuju cahaya yang sangat terang, samar-samar Citra melihat kedua anak perempuan nya tersenyum pada nya sambil melambaikan tangan. Mereka berdua tampak sangat cantik, dan bahagia.


"Itu mereka." Ucap Citra, saat ingin mendekati kedua anak itu kaki Citra terasa berat dan pengelihatan nya memudar.


Vino yang masih setia berada di samping Citra, melihat kelopak mata Citra mulai bergerak. Vino terus memperhatikan Citra sampai Citra perlahan membuka mata nya.


"Sayang." ucap Vino.


Vino langsung memeluk Citra dengan sangat erat. Ia sangat bahagia karena akhirnya istri nya sadar juga.


"Sayang, dimana anak kita." Tanya Citra.


"Itu anak kita, dia sangat cantik dan tampan." Jawab Vino.


"Iya, aku sudah bersama mereka tadi. Tapi kenapa hanya dua. Yang dua lagi mana." Tanya Citra.


"Mereka, mereka...


"Sayang, dimana anak kita."


"Mereka tidak selamat sayang." ucap Vino sambil kembali memeluk Citra.


Citra sangat terpukul ketika mengetahui anak nya tidak selama, rasa nya benar-benar sangat menyakitkan, ia merasa menjadi orang tua paling tidak berguna saat ini.


"Tidak, tidak ini tidak mungkin terjadi, hiks.. hiks.. hiks.." Citra menangis di dalam pelukan Vino.


"Sayang, sudah jangan menangis, ini kesalahan ku. Aku yang seharusnya tertusuk bukan kamu."


"Aku bodoh, aku ayah yang tidak berguna." Ucap Vino yang tak sadar meneteskan air mata lagi.


Citra tetap saja menangis, ia sangat tidak rela jika anak nya, pergi meninggalkan nya. Ia sangat merasa bersalah pada Vino dan anak-anak nya.

__ADS_1


Setelah Citra berhenti menangis, Vino mengusap air mata Citra, ia mencium setiap inci wajah Citra. Kemudian ia mengambil kedua anak nya dan meletakkan nya di samping Citra.


"Ini anak kita, mereka sangat mirip dengan ku kan. Kamu tau tidak ada yang boleh menyentuh mereka, hanya aku dan kamu yang boleh menyentuh mereka." ucap Vino.


"Sayang, Maaf kan aku. Aku menghilangkan bayi kita, aku ceroboh. Aku ibu yang tidak berguna." kata Citra.


"Stttt, aku yang salah. Aku berjanji akan bertanggung jawab dengan kesalahan ku. Jangan pernah seperti ini lagi. Kita, mempunyai tugas besar sekarang." ucap Vino.


Hari demi hari telah berlalu, mereka berdua semakin membaik rasa bersalah itu perlahan menghilang, Citra juga sudah dapat memberi asih ke kedua anak nya.


Vino benar-benar berubah dari sebelumnya, sampai sekarang anak nya belum boleh di sentuh siapa pun. Ia juga tidak pernah merespon teman-temannya di grup lagi.


"Sayang mamah dan papah ingin menggendong anak kita." ucap Citra.


"Tidak-tidak boleh." tolak Vino.


"Vino, kau melarang daddy dan mommy mu." ucap Stiven yang kesal.


"Dia anak ku, aku yang berhak menentukan apapun untuk nya." kata Vino.


"Sayang, kamu tidak boleh seperti itu. Pah mah, bawa saja jika ingin menggendong nya. Vino biar menjadi urusan ku." ujar Citra.


"Aku takut sayang, aku takut kejadian seperti semalam akan terulang lagi." ucap Vino.


"Tidak akan, mereka keluarga kita. Percaya pada ku." kata Citra menarik Vino dan memeluk nya.


"Terus kenapa kamu mencuekin teman-teman mu. Apa mereka berbuat salah." tanya Citra.


"Tidak." jawab Vino.


"Kalau tidak kenapa seperti itu."


"Aku hanya masih kesal dengan semua ini." ucap Vino.


"Kalau aku yang kesal pada mu bagaimana." tanya Citra.


"Jangan sampai." jawab Vino.


"Kalau begitu jangan seperti ini lagi, bersikap lah dewasa." ucap Citra.

__ADS_1


"Tidak mau." kata Vino


"Sayang."


"Iya iya." ucap Vino.


"Terimakasih Citra, kamu memang yang terbaik." ucap Stiven dan kembali meletakkan cucu nya.


"Tidak berterimakasih pada ku." ucap Vino.


"Buat apa, kau sudah bukan anak ku lagi." Kata Stiven.


"Maksud daddy." tanya Vino.


"Ya kau sudah tidak daddy anggap lagi. Kau tidak mengaggap kami orang tua. Dan kami juga buat apa menganggap mu lagi." jawab Stiven.


"Jadi, daddy mengusir ku dari keluarga Vins." tanya Vino.


"Iya, dan jangan gunakan nama vins lagi." kata Stiven.


"Tidak dad jangan seperti ini." rengek Vino.


"Kenapa, kenapa kau merengek. Itu salah mu telah memperlakukan kami seperti ini." ucap Stiven.


"Sudah-sudah, daddy mu hanya bercanda." Bella memeluk Vino. "Tapi yang kamu lakukan itu salah, jangan seperti tadi lagi ya."


"Iya mom, Vino salah." Vino membalas pelukan itu.


Tak lama keluarga yang lainnya datang, mereka sangat rindu pada Vino dan Citra. Apalagi selama ini mereka belum menyentuh si kembar.


Kevin dan yang lainnya tampak canggung, karena selama ini Vino diam dan tidak pernah merespon mereka semua.


"Maaf kan aku, aku hanya sedang tidak enak hati." ucap Vino.


Mereka semua tampak terkejut dan langsung memeluk Vino, Akhirnya Vino gesrek telah kembali lagi.


"Vino kembali." ucap Andy.


Kebahagiaan adalah hal yang seharusnya terjadi di keluarga ini, karena mereka juga berhak bahagia tanpa adanya gangguan apapun.

__ADS_1


Tamat...


__ADS_2