
"Kami hanya bisa menyelamatkan satu bayi anda, 3 anak anda tidak terselamatkan." Ucap dokter.
"Deg." Jantung Vino seketika berhenti, kaki nya terasa sangat lemas dan diri nya jatuh ke atas lantai.
"Aaanak ku." suara Vino bergetar dengan air mata yang menetes dengan deras nya.
"Brengsek, bajingan." teriak Alvaro, ia memukul lantai dengan sangat keras.
"Vino, tenang lah, jangan seperti ini." Bella berusaha menenangkan Vino.
"Tidak, aku harus membunuh nya, siapa yang berani melakukan hal ini pada anak ku." Ucap Vino dengan yang di penuhi kebencian.
Stiven langsung menghubungi Iqbaal dan menyerahkan semua pasukan nya untuk mencari orang yang telah melakukan ini pada keluarga nya. "Orang itu harus benar-benar hancur." Itu kalimat yang Stiven pikirkan.
Stiven menarik Vino dengan kasar, ia membawa Vino masuk ke dalam kamar mandi. Cara lembut tidak akan bisa menenangkan Vino.
Mereka semua hanya bisa menyaksikan hal ini, tidak ada yang berani mendekat. Mereka hanya menahan tangis karena telah kehilangan 3 anggota keluarga Vins.
Stiven mendorong Vino ke pojok kamar mandi, ia mengguyur Vino dengan air dingin sambil memukul wajah Vino dengan cukup kuat.
__ADS_1
"Kau pikir dengan emosi seperti ini semua akan kembali." teriak Stiven.
"VINO!!!...."
"Dad anak ku dad, aku harus membunuh orang itu." Ucap Vino dengan suara yang tidak kalah tinggi nya.
"VINO!!! Singkirkan emosi mu."
"Tidak dad aku harus membunuh nya sekarang!!!" Vino berusaha mendorong Stiven.
Stiven menahan Vino dan kembali memukul wajah nya, "Seharusnya nya bukan itu yang kau pikir kan, pikir kan istri mu. Pikir kan bagaimana cara kau menjelaskan semua nya pada istri mu vin." Stiven memeluk Vino dengan erat.
Vino membalas pelukan dari daddy nya, pikiran nya sedikit terbuka setelah mendengar kan daddy nya. Kaki nya sangat lemas dan ia kembali jatuh ke lantai.
"Ayo vin, kau anak daddy, kau kuat. Semua sudah di takdir kan. Jika kau lemah seperti ini itu akan membuat perjuangan istri mu sia-sia. Bangkit vin, bangkit." Ucap Stiven dengan menatap wajah Vino.
"Aku tidak sanggup dad, hati ku benar-benar hancur, bagaimana aku bisa kuat. Katakan pada ku dad, apa yang membuat ku bisa kuat." Vino membalas tatapan Stiven.
"Istri dan anak mu, ingat kau masih memiliki satu orang anak vin."
__ADS_1
"Sudah, ayo kita keluar, dan tegar kan diri mu, daddy tidak ingin ada air mata yang kembali jatuh." ucap Stiven.
Vino kembali bangkit dari lantai, ia merubah ekspresi wajah nya seperti Vino yang dulu. Seperti Vino yang belum mengenal kata cinta dan belum mengenal Citra. Aura dingin pada diri nya terpancar kembali.
Mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang basah kuyup. Andy terkejut saat melihat Vino, bukan hanya Andy yang lainnya juga seperti itu, mereka seperti tidak mengenal Vino.
Setelah beberapa jam berlalu, Citra sudah di pindah kan ke ruang rawat inap, ia masih bisa di Selamat kan walaupun diri nya sedang dalam keadaan koma.
Vino juga sudah berganti pakaian, ia menggendong putra nya, wajah nya sangat mirip dengan nya dingin dan terlihat sangat tampan.
Mereka sangat senang karena Citra masih di selamat walaupun kondisi Citra seperti itu, setidaknya masih ada harapan untuk Citra kembali. Setelah puas menggendong bayi nya Vino meletakkan bayi nya kembali ke tempat nya, ia melarang siapa pun menyentuh bayi nya, siapa pun itu termasuk mommy dan daddy nya.
Vino trauma dengan apa yang terjadi pada nya dan Citra, kehilangan 3 anak nya membuat hati sangat lah hancur, itu sebab nya ia sangat menjaga 1 bayi yang tersisa. Sekarang ia hanya bingung bagaimana cara menjelaskan semua ini pada istri nya saat sadar nanti.
Stiven langsung berkonsultasi pada dokter dengan perkembangan Citra, Citra tidak akan sadar dengan waktu yang dekat, ia akan tertidur untuk beberapa saat. Menurut Stiven tidak baik mereka semua berada di rumah sakit, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, hanya ada 1-2 orang yang menjaga menamai Vino di rumah sakit ini.
"Ayah Amanda pulang dulu." Amanda mencium dan memeluk Vino.
Vino membalas pelukan itu dan menghujani wajah Amanda dengan ciuman nya, ia tidak banyak bicara pada Amanda. Ia akan tetap berusaha tersenyum pada Amanda walaupun senyuman itu palsu.
__ADS_1