
Kepala Vira terasa sangat berat, Tiba-tiba ia pingsan dan ingin terjatuh ke lantai, untung saja Mark dengan sigap menangkap nya.
"Vira kamu kenapa Vir," tanya Mark sambil mengusap wajah Vira.
"Mark bawa Vira masuk ke dalam kamar nya," ucap Vino.
Vino berlari mengejar Kevin, ntah kenapa perkataan Kevin tadi membuka hati nya, ia merasa sangat bersalah pada Kevin setelah apa yang ia perbuat pada Kevin selama ini.
"Kevin," teriak Vino sebelum Kevin masuk ke dalam mobil nya.
"Ada apa Vin, aku sudah lelah aku ingin beristirahat," Ucap Kevin.
Vino mendekati Kevin lalu memeluk nya, Kevin sangat terkejut saat Vino memeluk nya, dengan cepat Kevin membalas pelukan itu.
"Maafkan aku Kev, aku sangat egois aku sangat jahat pada mu, maaf Kev, aku sudah membuat mu sangat menderita," ucap Vino.
__ADS_1
"Untuk apa meminta maaf Vin, kau tidak salah, aku yang salah aku telah membuat adik mu tersakiti dan mengecewakan mu. Semua nya sudah selesai Vin, tapi aku sangat berharap aku dan kau tetap menjadi saudara seperti dulu," kata Kevin.
"Maafkan aku Kevin, karena aku kau tak bisa bersama dengan Vira lagi, kali ini aku tidak ikut campur dengan keputusan Vira Kev, kau tenang saja aku tetap akan menganggap mu saudara ku," ucap Vino.
"Aku tau Vin, Vira ragu pada ku karena perbuatan lu sendiri, aku tidak bisa mengontrol diri ku dengan baik, aku yakin Mark dapat membuat Vira bahagia."
"Sudah Vin, aku akan kembali ke Korea besok, aku harus melanjutkan kehidupan ku, dan mengisi separuh diri ku yang kosong dengan kesibukan," ucap Kevin.
"Aku harap kau bahagia dan dapat menemukan pengganti Vira, Kevin aku sangat berharap akan hal itu. Dan kita dapat bertemu lagi di lain waktu," kata Vino.
Setelah perbincangan itu Kevin benar-benar pergi meninggalkan rumah Vino, ia tidak tau kapan akan ke rumah itu lagi, tahun depan sepuluh tahun mendatang atau mungkin tidak akan pernah lagi.
Mark mengusapnya minyak angin ke hidung Vira, ia yakin Vira stres karena masalah hidup nya. Ia berjanji dalam hati nya akan menjaga Vira dengan sangat baik.
Keesokan harinya Kevin sudah terbang kembali ke Korea, ia berusaha melepaskan semua kenangan nya bersama Vira dan tidak membawa nya pergi. Walaupun terasa sangat sakit apa boleh buat semua sudah menjadi bubur.
__ADS_1
Mark masih berada di rumah Vira, ia menjaga Vira dari malam sampai pagi, dan tanpa sadar ia tertidur sambil memegang tangan Vira.
Perlahan Vira membuka mata nya, Mark benar-benar seseorang yang selalu ada untuk nya, dimana pun dan kapan pun itu tanpa dia minta.
"Mark bangun," ucap Vira.
Mark perlahan membuka mata nya, ia sangat senang melihat Vira yang sudah sadarkan diri. Mark langsung memeluk Vira dengan sangat erat.
"Vira jangan seperti ini lagi kau benar-benar membuat ku sangat takut Vira," ucap Mark.
"Maaf Mark aku selalu merepotkan mu," kata Vira.
"Tidak Vira berhenti berkata seperti itu, akun sama sekali tidak merasa terbebani. Aku sangat mencintaimu Vira, dan aku sangat senang dapat menjaga mu dan anak ini," ucap Matk sambil menatap mata Vira.
Vira benar-benar melihat ketulusan di mata Mark, Mark sangat tulus mencintai nya dah itu membuat hati nya terguncang kembali.
__ADS_1