
Beberapa hari telah berlalu hari jadwal Kevin dan Vira melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, Mereka semua sangat bersyukur akhirnya Vira mau mengecek kehamilan nya.
Kevin sangat antusias dengan pengecekan ini, ia sangat ingin mengetahui perkembangan janin yang berada di dalam rahim Vira.
"Wah kenapa baru di cek sekarang." tanya Dokter.
"Saya menunggu suami saya dok." jawab Vira.
"Memang jika pengecekan bersama suami terasa berbeda." kata dokter.
Vira naik ke tempat tidur untuk melakukan USG, dan Kevin duduk di samping Vira melihat kearah monitor besar di depan nya.
"Itu dia." ucap Kevin yang sangat senang saat melihat calon anak nya.
"Hahaha tenang mas Kevin." kata dokter.
"Sayang jangan membuat ku terkejut." ujar Vira.
"Hehehe maaf sayang, aku sangat senang melihat anak kita." kata Kevin.
"Aku juga senang, ini pertama kali nya aku melakukan pemeriksaan."
"Bayi nya berjenis kelamin apa dok." tanya Kevin.
"Belum bisa di lihat mas, beberapa bulan lagi pasti bisa di lihat." jawab dokter.
Setelah melakukan USG mereka duduk mendengarkan penjelasan dari dokter, dan ada yang ingin mereka berdua tanyakan.
"Usia kandungan mbak Vira 3 bulan 1 minggu, sudah cukup kuat untuk di bawa beraktivitas sehari-hari." kata dokter.
"Hmmm dok jika di bawa berhubungan suami istri boleh tidak." tanya Kevin.
"Boleh mas, tapi secara perlahan dan tidak boleh kasar." jawab dokter.
Kevin sangat senang mendapatkan jawaban itu dari dokter sedangkan Vira hanya tersenyum memikirkan nasib nya malam ini.
"Apa tidak bahaya dok, untuk calon bayi kami." tanya Vira.
__ADS_1
"Tidak jika dilakukan secara perlahan." jawab dokter.
"Terimakasih dok." ucap Vira dan Kevin.
Setelah memeriksakan kandungan nya, Vira dan Kevin langsung pulang ke rumah.
"Sayang ayo masuk kamar." ucap Kevin.
"Mau ngapain sayang." tanya Vira.
"Apa kamu tidak kasihan dengan ku, aku sudah berpuasa selama beberapa bulan." jawab Kevin.
Vira hanya nurut di gendong Kevin masuk kedalam kamar. Kevin meletakkan Vira perlahan di atas kasur.
Vira menikmati setiap sentuhan yang di berikan Kevin, ia juga rindu dengan sentuhan dari suami nya. Nafas mereka berdua sudah tidak beraturan lagi dan Kevin siap melancarkan serangan nya.
"Pelan-pelan." kata Vira.
Sebelum melakukan nya Kevin mencium Vira terlebih dahulu. "Aku sayang kamu." ucap Kevin.
"Sakit." tanya Kevin karena melihat Vira seperti menahan sakit.
"Sedikit." jawab Vira.
Vino dan Citra juga akan memeriksa kan kandungan nya, mereka berdua sedang duduk menunggu giliran.
"Citra Kirana." Saat namanya di panggil mereka berdua langsung masuk kedalam ruangan Pemeriksaan.
Citra berbaring di tempat tidur dan Vino berada di samping Citra.
"Bagaimana dok, apa kandungan istri saya baik-baik saja." tanya Vino.
"Sangat baik, bayi nya berkembang sangat baik." jawab dokter.
"Terkadang perut saya suka sakit dok, itu kenapa ya." tanya Citra.
"Itu normal, mbak Citra mengalami kontraksi kecil." jawab dokter.
__ADS_1
"Lihat salah satu bayi mas Vino berjenis kelamin laki-laki." ucap dokter.
"Yes, aku mendapatkan pewaris keluarga vins." ucap Vino yang sangat senang karena anak nya berjenis kelamin laki-laki.
"Saya ingin mengatakan jika kemungkinan besar mbak Citra tidak bisa lahir secara normal, dan tidak bisa genap sampai 9 bulan 10 hari. Kemungkinan dalam waktu dekat mbak Citra sudah harus operasi sesar." kata dokter.
"Usai kandungan saya berapa bulan dok." tanya Citra.
"Sudah menginjak delapan bulan." jawab dokter.
"Saya kira masih 7 bulan dok." kata Vino.
"Mungkin mas Vino dan mbak Vira salah perhitungan." ucap dokter.
"Kalau begitu, kami berdua harus bersiap-siap menyiapkan perlengkapan bayi dok." ucap Vino.
"Seperti nya begitu, agar jika bayi nya lahir tidak repot lagi."
Setelah menerima penjelasan dari dokter, Vino dan Citra langsung pulang ke rumah. Vino menyerahkan tugas kantor pada daddy nya karena ia ingin berada di samping Citra 24 jam, agar sewaktu-waktu Citra ingin lahiran ia berada di samping Citra.
"Aku ingin mencari pakaian bayi." kata Citra.
"Besok saja ya, kita pulang dulu, kamu tidak boleh terlalu capek." ucap Vino.
Citra hanya menganggukkan kepala nya, ia mengerti jika Vino sangat khawatir dengan keadaan nya saat ini.
"Iya aku mengerti." Citra tersenyum pada Vino.
Andy dan Caitlin sedang berada di ruang keluarga, mereka berdua sudah jarang duduk berdua di ruang keluarga karena kesibukan Andy. Padahal Caitlin yang sedang hamil memerlukan waktu berdua bersama suami nya.
"Maaf kan, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku." kata Andy.
"Aku mengerti, tapi aku mau jika saat aku ingin lahiran aku ingin kamu berada di samping ku." kata Caitlin.
"Iya sayang, aku akan berada di samping mu."
"Hey sayang, apa kamu berkembang dengan baik di sana, ayah tidak akan mengganggu mu lagi. Karena kamu ayah berpuasa." Andy berbicara dengan perut Caitlin.
__ADS_1