Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 69


__ADS_3

"Awww sakit sayang, kenapa kau begitu bar-bar." ucap Kevin.


"Aku tak peduli kau kasar sekali, kau kira tidak sakit. Apa junior mu tidak bisa di perkecil lagi." kata Vira yang masih merasakan nut-nutan di pangkal paha nya.


"Jika kecil kau tidak akan puas." ucap Kevin dan kembali menerkam Vira kembali. Ia tidak memperdulikan Vira yang menolak nya, karena rasa sakit itu hanya sesaat sebelum Vira merasakan kepuasan.


"Aku harus masuk." ucap Vino.


"Jika kau masuk, kau akan mengacungkan semuanya.Diam lah, mungkin Kevin baru berhasil membobol nya." ujar Andy.


"Tapi, aku takut Vira kenapa-napa." kata Vino.


"Kau diam atau kita pergi." ucap Andy yang membuat Vino diam seketika karena ia masih penasaran.


"Sakit Kevin, aaahh lepas." ucap Vira.


"Diam sayang, percaya lah 10 menit lagi akan berubah." ujar Kevin yang sudah merasakan kenikmatan.


Belum sampai 10 menit Vira sudah seperti terbang ke atas awan, rasa nya benar-benar tidak bisa ia jelaskan. Kevin merasakan cengkraman di punggung nya sudah tidak ada lagi, kini tangan Vira malah mengusap punggung Kevin dari atas ke bawah yang membuat Kevin semakin bersemangat.


Suara desahan mereka berdua sangat lah keras. Sampai-sampai Vino dan Andy dapat mendengar nya dengan sangat jelas. Mereka berdua langsung saling menatap dan tau apa yang ada mereka berdua pikiran.


"Aku harus mencari Citra." ucap Vino dan berlari mencari istri nya.


"Vino tunggu." panggil Andy.


Kevin menghentikan kegiatan nya karena mendengar suara Andy dan Vino.


"Sial mereka menguping ku." batin Kevin.

__ADS_1


Keesokkan hari nya, Mereka berdua baru bangun akibat pertempuran panjang kemarin. Vira terbangun dari tidur nya, ia sangat kesal karena tubuh mulus nya sudah seperti sisik ikan. Vira menutup mata nya saat melihat milik Kevin yang sedang terbangun duluan dari tuan nya.


"Kau yang menyiksa ku, tapi kau juga memuaskan ku." ucap Vira.


"Berhenti berbicara dengan nya atau kau akan merasakan nya lagi." ucap Kevin.


Vira langsung menutup diri nya dengan selimut iya masih takut untuk melakukan nya lagi.


"Tidak-tidak sekarang mandi lah, aku akan membersihkan semua nya." ujar Vira.


"Baiklah aku tidak memaksa mu, tapi jika kau mau katakan lah." ucap Kevin dan pergi beranjak menuju kamar mandi.


Vira bangkit dari atas kasus dan mengambil pakaian yang berada di lantai. Rasa nya Vira benar-benar malas untuk berjalan karena terasa nyeri ia yakin milik nya saat ini sudah tidak berbentuk seperti sedia kala.


Dengan menghela nafas Vira membersihkan ranjang dan pakaian yang berserakan di lantai.


"Mana mungkin aku memakai nya lagi jika semua sudah koyak." ucap Vira.


"Sayang, aku belum mandi." ucap Vira.


"Iya kau bauk sekali, bagaimana apa tadi malam kau merasa puas." tanya Kevin dengan membalik tubuh Vira.


"Aku ingin protes dengan mu, kenapa kau memaksa nya masuk. Kau tidak tau itu rasa sakit tersakit yang pernah aku rasakan...


"Tapi kau puas kan." potong Kevin.


Vira diam karena ia juga puas. Kevin mencium bibir Vira dan tersenyum pada nya.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu mu sangat mencintai mu. Aku harap kita segera memiliki anak." ucap Kevin.

__ADS_1


Kevin memilih keluar kamar untuk mencari Andy dan Vino. Kevin menemukan mereka berdua sedang berenang seperti tidak merasa bersalah padahal Kevin sangat marah pada mereka berdua.


Kevin menghampiri mereka berdua yang tenga duduk di pinggir kolam renang. Ia menjepit Vino dan Andy dengan kedua tangan nya.


"Kalian berdua." ucap Kevin yang sangat kesal.


"Sakit kev lepas." ucap Andy.


"Apa kau mau menjadi adik ipar yang durhaka, lepaskan." ujar Vino.


"Kalian berdua menguping ku tadi malam dan sekarang seperti orang yang tidak merasa bersalah." teriak Kevin.


"Vino yang memulai nya dulu." ujar Andy.


"Maaf kev aku hanya ingin membuktikan ucapan mu." kata Vino.


"Bagaimana apa terbukti benar." tanya Kevin yang ikut duduk bersama mereka berdua.


"Kenapa Vira berteriak begitu keras." tanya Andy.


"Dan kenapa terdengar ada benda terjatuh." tanya Vino.


Kevin menceritakan apa yang di lalui nya tadi malam. Dan itu adalah kesalahan terbesar nya karena telah menceritakan nya pada Vino dan Andy karena dia akan menjadi bahan Olok-olokan.


"Kau sangat kejam Vir." ucap Vino dengan tertawa terbahak-bahak.


"Kau sangat malang kev." kata Andy yang ikut tertawa.


Kevin hanya diam menjadi bahan ejekan Vino dan Andy, tapi ia juga merasa bangga telah membuat Vira berteriak keras apalagi ia sangat tau jika tadi malam Vira sangat puas.

__ADS_1


Cerita ini belum tamat ya cuma author memang lagi sibuk.


__ADS_2