Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Bab 47


__ADS_3

Mereka yang terus hidup penuh dengan kekerasan hati akan membawa kedalam kehidupan yang tidak mensejahterakan.


~Ay Alvi~


"Apa yang kau lakukan?" tanya Jordan kepada sosok tersebut. Sebagai orang yang memiliki kelebihan membuat pria itu telah terbiasa melihat hal-hal seperti ini di dalam hidupnya.


Sosok hitam tersebut tidak menjawab, ia menyeringai ke arah Jordan kemudian segera hilang dari pandangan pria itu tak berbekas.


Jordan menghela nafas, ia menyadari sepertinya musuh Howard terlalu banyak. Bahkan bukan hanya dari kalangan manusia, hantu pun membenci pria itu sehingga ingin juga mencelakakan Howard.


Setelah selesai melihat keadaan Howard, ketiganya pun kembali ke kediaman Pratama. Ziga berpesan kepada Marco agar terus menjaga Howard dengan baik. Ia tidak mau kesalahan yang sama terulang kembali.


Bagaimanapun juga Ziga tidak ingin membiarkan Howard mati terluka mudah. Terlalu banyak kejahatan yang di buat oleh pria itu terutama kepada keluarga Joshua yang pastinya tidak akan puas jika Howard mati begitu saja.


"Aku berharap dia tidak mati dengan semudah itu," ucap Joshua geram ketika meraka berada di dalam mobil Ziga.


Ziga dan Jordan pun mengangguk berbarengan, keduanya setuju dengan apa yang di katakan oleh Joshua. Tidak adil rasanya bagi pria itu jika Howard yang kejam dan telah melakukan banyak kejahatan meninggal dengan cara yang terlalu mudah sebelum ia mendapatkan balasan yang setimpal atas semua kejahatannya.


Begitu tiba di kediaman Pratama, kedua tamu Ziga pun pamit untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Jordan berpamitan kepada Via membawa pulang ibunya dan juga Sera yang saat ini bekerja sebagai asisten pribadinya. Sedangkan Joshua kembali ke apartemennya sendiri karena Nadhya memang belum resmi menjadi istrinya.


Lagipula gadis itu memilih untuk bermalam di kediaman Pratama. Nadhya ingin berbagi cerita kepada Via sahabat sekaligus nyonya muda itu. Sudah lama rasanya mereka tidak saling mencurahkan isi hati setelah Via pergi meninggalkan sepupunya Ziga.


"Malam ini Daddy tidur berdua dengan Juan ya," ucap Via kepada suaminya membuat Ziga mengerutkan keningnya.


"Loh, kok gitu Mom?" tanya Ziga melakukan protes kepada istrinya tersebut.


"Nadhya ingin bercerita kepada Mommy, jadi untuk malam ini Mommy akan tidur dengan sepupu Daddy itu," jawab Via menjelaskan alasannya meminta Ziga untuk menemani Juan tidur.


"Tapi ... kalau nanti Juan menangis, apa yang harus Daddy lakukan? Daddy kan tidak punya susu buat Juan," keluh Ziga, selama ini ia belum pernah merawat bayi seorang diri, jadi pria itu belum tahu bagaimana caranya untuk merawat Juan.


"Ada susu formula di sana dan juga sudah Mommy beri petunjuk untuk pembuatannya," ucap Via menunjuk ke arah Nakas di mana segala keperluan untuk Juan ada di sana.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana jika Juan mengompol?" tanya Ziga kebingungan, ia benar-benar tidak mengerti bagaimana caranya mengurus seorang bayi.


"Daddy sayang, Juan menggunakan Pampers, jadi Daddy tidak usah khawatir. Hanya saja jika ...." Via tidak meneruskan perkataannya, wanita itu terkekeh membayangkan Ziga harus mengganti popok Juan jika bayi tampannya itu pup.


"Mengapa Mommy tertawa?" tanya Ziga yang semakin kebingungan melihat tingkah istrinya.


Via menggelengkan kepalanya, wanita itu tidak ingin memberitahu suaminya. Jika ia meminta Ziga untuk mengganti popok Juan di saat pup pastinya Ziga akan menolak bahkan tidak mengizinkan Via untuk tidur bersama dengan Nadhya.


"Sudah, pokoknya sekarang Daddy harus menjaga Juan. Besok pagi Mommy datang, selamat malam sayang," ucap Via mengecup mesra pipi suaminya.


Via menghampiri box bayi milik Juan dimana putra bungsunya itu tengah tertidur lelap, Ia pun mengecup pipi lembut bayinya.


"Juan, jangan nakal ya sayang. Malam ini Juan tidur bersama Daddy ya," bisik Via pelan.


Seolah mendengar apa yang di ucapkan sang bunda, bayi mungil nan tampan tersebut tersenyum dalam tidurnya. Juan seolah merasa senang malam ini tidur dengan sang ayah, atau malah mungkin bayi itu merasa senang karena malam ini ia bermaksud mengerjai sang ayah yang memang belum pernah mengurus bayi.


"Selamat tidur Daddy sayang," ucap Via kembali mencium lembut pipi sang suami. Namun, Ziga menarik tubuh istrinya dan menanamkan ciuman di bibir merah wanita yang telah di nikahinya enam tahun lalu itu.


Tidak memberi kesempatan pada istrinya untuk keluar malam ini, Ziga terus merengkuh kenikmatan demi kenikmatan yang selalu di alami oleh pasangan suami istri. Menjelang pagi pria itu baru mengakhiri permainan mereka. Membuat Via bahkan tak sanggup lagi untuk bergerakkan tubuhnya dan membuka matanya.


Ziga tersenyum licik melihat Via yang kini tertidur tak berdaya di sisinya. Pria itu menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri dan meletakkan kepala Via di dada bidangnya. Ia mencium lembut puncak kepala Via kemudian ikut memejamkan mata karena lelah telah mengarungi samudra.


Maaf sayang, tapi aku begitu merindukanmu. Biarlah jika besok kau atau Nadhya marah aku akan terima, gumam Ziga dalam hatinya.


Baru saja Ziga hendak terlelap dalam tidurnya, terdengar tangisan Juan yang lumayan kencang membuat pria itu bergegas bangun untuk mendiamkan buah hatinya.


"Ada apa sayang?" tanya Ziga kepada Juan yang masih menangis.


"Juan lapar? Juan mau susu?" Ziga kembali bertanya walau Juan hanya menjawab dengan tangisannya.


Ziga melirik ke arah Via yang masih tertidur lelap, ingin rasanya membangunkan wanita itu, namun melihat wajah lelah sang istri membuatnya tidak tega. Akhirnya Ziga pun memutuskan untuk belajar menjalankan tugasnya sebagai seorang ayah.

__ADS_1


"Cup ... cup, cup, diam ya sayang. Daddy akan membuat susu untukmu," ucap Ziga berusaha menenangkan Juan, namun tetap saja Juan tidak mau diam, bocah itu masih saja menangis membuat Ziga kebingungan.


Sambil tetap menggendong Juan, pria itu berusaha untuk membuat susu mengikuti seperti petunjuk yang di berikan oleh sang istri.


Via sendiri sebenarnya terbangun ketika mendengar tangisan Juan, namun ia ingin melihat bagaimana suaminya mengatasi masalah tersebut. Ia juga sedikit kesal dengan Ziga yang menggagalkan rencananya untuk reuni dengan sahabatnya Nadhya.


Akhirnya Juan pun terdiam setelah mendapatkan susu buatan sang ayah. Bocah mungil itu menyedot habis susu di dalam botol hanya dalam tempo sekejap. Setelah menghabiskan satu botol susu akhirnya Juan kembali terlelap dan Ziga pun bisa bernafas lega karena dapat menjalankan tugasnya sebagai ayah yang baik.


Pria itu kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia mencoba memejamkan mata karena merasa lelah. Akan tetapi, lagi-lagi tangisan putra bungsunya kembali mengganggu tidur pria itu.


"Ahh ..." keluh Ziga mengacak rambutnya frustasi, bagaimana ia bisa tidur kalau bocah kecil ini terus mengganggu dengan tangisnya.


Ziga kembali bangkit dan menghampiri Juan,


"Ada apa lagi sayang, Daddy mau tidur," ucap Ziga meraih sang putra ke dalam gendongannya.


"Hemnmm ...." Ziga menutup hidungnya begitu tercium bau yang tidak sedap dari Pampers Juan.


"Mommy, Juan pup!" teriak Ziga begitu membuka popok milik putranya tersebut.


*****


Terimakasih telah membaca TAKDIR CINTA 2.


Jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya.


Buat kalian yang punya koin banyak bisa juga memberi tips buat Ay karena TC 2 belum kontrak jadi tidak ada pemasukan dari pembaca.


Sekali lagi Ay ucapkan terimakasih.


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2