
"Maafkan ayah sayang, ayah terlalu bersemangat," ucap Kevin sambil mengusap perut Vira.
Vira benar-benar masih tidak menyangka jika diri nya kembali dengan Kevin dan sudah melakukan nya lagi dengan Kevin, ya memang benar jika melakukan nya dengan orang yang di cintai rasa sakit pun sudah tidak terasa lagi.
"Aku tidak akan membuat mu kecewa lagi," ucap Kevin.
"Aku percaya itu," kata Vira.
"Apa sesakit itu sampai kamu menangis," tanya Kevin.
"Aku juga tidak tau kenapa sampai sesakit itu, mungkin karena aku sudah lama tidak melakukan nya," jawab Vira.
"Bukan sayang aku memperbesar milik ku, maafkan aku," ucap Kevin.
"Apa!! kenapa? bukan nya sudah besar, kamu mau menyiksa ku," tanya Vira.
"Kamu sendiri yang mengatakan milik Mark lebih besar, aku merasa insecure," jawab Kevin.
Mendengar nama Mark Vira langsung teringat pria itu, ia tau hati nya saat ini pasti sedang sangat hancur.
"Mark bagaimana dengan nya sekarang, apa dia baik-baik saja,'' ucap Vira.
__ADS_1
"Aku yakin ini tidak muda untuk nya, tapi aku jika yakin jika dia pasti bisa melewati semua ini dan mendapatkan wanita yang benar-benar mencintai nya," kata Kevin.
Sore hari nya, mereka berdua baru terbangun dari tidur setelah pertempuran panjang itu, jika bersama Vira Kevin tidak akan cukup meminta sekali saja.
Vira mengambil hp nya dan membuka nya, ia bermain hp sambil menunggu Kevin selesai mandi.
"Pesan dari Mark," ucap Vira dan langsung membaca pesan itu.
Dugaan nya Vira benar sekali, Ternyata yang di katakan Mark saat sebelum ke pulang ke Indonesia benar-benar di lakukan oleh Mark. Ia pikir ucapan Mark itu hanya omong kosong belaka.
"Aku yakin kamu pasti bahagia Mark," ucap Vira.
"Apa sayang," tanya Vira.
"Kita akan kembali ke rumah kita, kita tidak mungkin lama-lama di sini, aku sangat tidak enak pada kakak dan daddy mu," jawab Kevin.
"Daddy pasti sudah menyiapkan rumah untuk kita di sana, mungkin kegiatan kita yang dulu dan sekarang akan berbeda, daddy pasti akan mengawasi kita," kata Vira.
"Aku tau itu, wanita cantik seperti mu mana mungkin di lepaskan begitu saja," kata Kevin.
Beberapa bulan telah berlalu, Kevin dan Vira sudah kembali ke Korea, perut Vira juga sudah sangat besar dan sebentar lagi akan melahirkan. Rumah tangga mereka berdua sangat terasa damai, Kevin sudah sangat jarang bertemu dengan teman-teman nya dan sering menghabiskan waktu di rumah.
__ADS_1
Keluarga Vira juga sudah menerima Kevin kembali, ya walaupun Kevin belum mendapatkan kepercayaan seratus persen dari Vino dan Stiven.
"Anak ayah sebentar lagi akan lahir," ucap Kevin sambil mencium perut Vira.
"Sayang Mark mengirim ku pesan,' kata Vira.
"Apa isi nya," tanya Kevin.
"Jika anak ini lahir, ia ingin melihat wajah nya, ia meminta aku mengirim foto anak ini," jawab Vira.
"Dia akan menjadi paman yang sangat baik untuk anak kita, nanti aku akan memintanya untuk datang," ucap Kevin.
Mark masih berada di kapal itu, ia menemani abang nya yang bekerja sebagai Nakhoda. Sudah banyak negara Mark kunjungi dan sudah banyak pengalaman yang ia dapat.
"Bagaimana Mark, apa kau akan menikah dalam waktu dekat," tanya Daren.
"Menikah dengan siapa, belum ada yang bisa mengisi hati ku," jawab Mark.
"Dengan wanita timur itu, kau dekat dengan nya," kata Daren.
"Dia, ah dia hanya teman ku," ucap Mark dengan wajah yang mulai tersipu malu.
__ADS_1