Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Ekstra part 1


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu, Citra sudah berada di rumah bersama kedua anak nya. Sebenarnya ia masih sangat terpukul karena kepergian kedua anak nya, tetapi ia berusaha untuk tegar agar suami nya Vino tidak selalu menyalahkan diri nya, ia mengerti jika hati Vino saat ini masih belum sepenuhnya baik.


Bayi mereka berdua di beri nakal Nathan Saputra Vins dan Nila saputri Vins, nama yang di berikan langsung oleh Vino untuk kedua anak tersayang nya.


Nathan dan Nila memiliki kamar sediri di rumah ini, kamar dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi. Untuk masuk ke dalam kamar itu menggunakan sidik jari, dan hanya beberapa sidik jari keluarga dan asisten khusus yang terdaftar. Vino sangat menjaga keamanan dan keselamatan anak nya. Rasa trauma di dalam diri nya masih sangat besar.


Citra juga belum bisa melakukan banyak hal, ia lebih sering berada di dalam kamar si kembar agar tidak bolak-balik, karena ia belum mampu untuk banyak berjalan, Sebenarnya juga Vino belum ingin masuk kerja tapi kewajiban nya sebagai CEO tidak bisa dia tinggalkan.


"Nathan, Nila ayah pulang." Ucap Vino.


Vino langsung mencium kedua wajah anak nya, rasa lelah nya hilang seketika saat melihat kedua anak kembar nya.


"Sayang, kamu sudah makan, sudah mandi." Vino mengecup dahi Citra.


"Sudah, kamu mandi sana, bauk tau. Kasihan anak kamu." Ucap Citra.


"Hehehe, iya aku mandi dulu, nanti kita main bersama." Kata Vino.


Kevin dan Vira juga semakin bahagia, ingatan Kevin 100 persen sudah pulih, ia sangat malu dan merasa bodoh ketika mengingat apa yang ia lakukan saat tidak mengingat Vino dan yang lainnya.


Sampai sekarang jika bertemu Vino, ia lebih memilih diam dari pada Vino mengungkit semua nya dan diri nya pasti akan menjadi bahan candaan.


"Sudah berapa bulan kandungan kamu." Tanya Kevin.

__ADS_1


"Baru masuk ke empat bulan, masih lama lagi sayang. Urutan melahirkan di keluarga kita yang pertama kak Citra, Putri, Caitlin, kak Anggun, baru lah aku." Jawab Vira.


"Masih lama ya, aku sudah ingin menggendong bayi." Ucap Kevin.


"Kalau begitu ayo kita ke kamar si kembar, pasti mereka sedang tidak tidur, kita bisa menggendong nya." Kata Vira.


Beruntung nya sidik jari Vira terdaftar di pintu kamar kembar, jadi ia bisa keluar masuk sesuka hati nya.


"Kak Citra, boleh pinjam Nathan dan Nila." Ucap Vira.


"Boleh, tapi cepat lah, karena ayah nya sudah pulang. Kalian tau seberapa posesif nya Vino." Kata Citra.


"Beres kak." Vira dan Kevin langsung menggendong si kembar.


"Kalian, apa yang kalian lakukan pada anak ku." Tanya Vino yang baru selesai mandi.


"Kami hanya ingin menggendong Nathan dan Nila." Ucap Kevin.


"Minggir-minggir ayah nya, ingin bersama nya."


"Sayang, jangan begitu, mending kamu sini, aku kering kan rambut mu." Ujar Citra.


"Setelah rambut ku kering, aku akan mengambil anak ku kembali." Ucap Vino.

__ADS_1


"Halo ada apa car." Vino mengangkat sambung telfon.


"Aku sudah berada di depan rumah mu, apa aku langsung masuk." Jawab Caren.


"Masuk lah, langsung ke kamar atas. Pintu kamar nya sedang tidak di tutup." Ucap Vino.


"Siapa sayang." Tanya Citra.


"Kakak mu, Caren dia ingin melihat mu dan keponakan nya." Jawab Vino.


Tak lama Caren masuk ke dalam kamar itu, ia berjalan mendekati Vino dan Citra.


"Kakak." Teriak Citra.


"Citra." Caren memeluk adik nya.


"Maaf, kakak baru bisa melihat mu, setelah meninggal nya ayah kakak yang mengontrol Jk grup." Ucap Caren.


"Ayah, aku ingin ke makam nya ayah kak." Ucap Citra.


"Sembuh kan diri mu dulu, nanti kita ke sana bersama." Kata Caren.


"Hay keponakan paman." Caren mendekati Nila dan juga Nathan.

__ADS_1


__ADS_2