Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 70


__ADS_3

"An ada yang di tendang saat malam pertama." ejekan Vino membuat Kevin kesal.


Sedari tadi mereka berdua terus saja mengolok-olok Kevin dan Kevin sangat menyesal karena telah bercerita semua nya pada Vino dan Andy belum lagi ketika Azka dan jamal tau dia juga akan menjadi bahan ejek saat mereka semua berkumpul.


"Terus lah mengejek ku." ucap Kevin.


"Vino, Kevin marah, kev kau marah pada kami." kata Andy.


"Dimana adik ku, kenapa sedari tadi dia belum keluar." tanya Vino.


"Dia sedang di kamar, sudah pasti dia susah berjalan." jawab Kevin.


"Beri dia makan, tapi jangan banyak-banyak jika tenaga nya pulih dia akan kembali menendang mu." ujar Vino.


Kevin langsung pergi meninggalkan Vino dan Andy yang puas mentertawakan nya. Kevin masuk kedalam dan membanting diri nya ke atas kasur.


"Sayang ada apa." tanya Vira.


"Tidak ada, apa milik mu masih sakit." tanya Kevin.


"Tidak terlalu, kenapa apa kamu mau lagi." tanya Vira.


Tanpa menjawab Kevin mencium bibir Vira, tangan nya langsung bergerak membuka semua pakaian Vira. " Aku mau kamu yang memimpin." ucap Kevin.


"Bagaimana aku tidak paham." kata Vira.


"Lakukan saja yang membuat mu senang dan tidak menyakiti diri mu." ucap Kevin.


Vira melakukan apa yang di minta Kevin, walaupun dia tidak mengerti tapi Kevin membimbing nya dengan baik dan benar. Ragu dan takut itu lah yang Vira rasakan sekarang.


"Di atas." ucap Vira yang terkejut.

__ADS_1


"Kenapa kamu takut." tanya Kevin.


"Iya, aku takut bagaimana kalau..


"Jangan pikir kan yang tidak-tidak. Tidak akan terjadi apa-apa." ujar Kevin.


Vira hanya nurut apa yang di kata kan Kevin, ia mencoba nya secara perlahan. Sakit itu lah hal yang pertama kali Vira rasakan tetapi saat mengikuti kata-kata Kevin Vira semakin bersemangat dan melupakan rasa sakit itu.


Vino berjalan menuju kamar Kevin untuk mengajak nya jalan keluar bersama Andy. Karena sudah biasa asal masuk tanpa mengetuk pintu Vino langsung membuka pintu kamar itu. Vino terpaku dengan apa yang ia liat. Perlahan ia memundurkan langka nya dan menutup pintu nya secara perlahan.


Vino berlari masuk kedalam kamar nya dan masuk kedalam selimut. Kenapa ia melihat hal seperti itu. Benar-benar sangat memalukan.


"Tunggu-tunggu baru satu hari mereka menikah Vira sudah berani main di atas. Sedangkan aku yang hampir 5 bulan belum pernah merasakan nya .


"Sayang bersiap lah." batin Vino.


Aska yang merasa bosan di rumah sendiri berniat menghubungi Vino apalagi Amanda selalu menanyakan ayah nya.


"Kenapa kau kangen dengan ku." ujar Vino.


"Kau terlalu percaya diri Vin, Amanda mencari mu. Apa kau mau melupakan nya." kata Aska.


"Oh iya, aku akan pulang secepat nya." ucap Vino.


Vino berjalan keluar kamar untuk mencari Citra. "Sayang." panggil Vino.


Citra yang sedang masak langsung menghentikan kegiatan nya dan berjalan mendekati Vino.


"Iya ada apa." tanya Citra.


"Ayo pulang, Amanda mencari ku, aku juga ada janji dengan nya untuk mengajak Amanda bermain. Se mumpung aku sedang libur kalau udah masuk kantor susah." ucap Vino.

__ADS_1


"Mah, kami pulang ya." Kata Citra.


"Kenapa kan lagi masak." tanya Bella.


"Vino ada janji dengan Amanda mom, jadi harus segera pulang." jawab Vino.


"Ya sudah pulang lah." ujar Bella.


"Nanti jika Andy mencari ku, katakan aku akan ke taman kota. Suruh dia menyusul ku." ucap Vino.


"Iya vin, nanti mommy sampai kan." ujar Bella.


Mereka berdua langsung pulang ke rumah, Vino langsung berlari masuk kedalam untuk mencari Amanda.


"Ayah." teriak Amanda.


Vino langsung merentangkan tangan nya agar Amanda memeluk nya, rasa sayang nya pada Amanda sayang lah besar. Vino sudah menganggap Amanda anak kandung nya sendiri. Aska yang melihat itu hanya bisa tersenyum, ia mengerti kenapa Amanda dapat lebih dekat dengan Vino. Vino lah yang ada saat Amanda membutuhkan seorang ayah. Ia tidak bisa menyalahkan hal itu karena di sini Aska yang merasa bersalah.


"Apa kita jadi jalan-jalan." tanya Amanda.


"Jadi sayang, tapi bunda mu tidak bisa ikut, bagaimana kalau kita aja papah." jawab Vino.


"Papah, oh iya Amanda juga mau bersama papah." Ucap Amanda dengan berlari menghampiri Aska.


"Papah, ayo ikut Amanda dengan ayah jalan jalan." kata Amanda dengan menarik tangan Aska.


"Papah ikut." tanya Aska.


"Iya pah, Amanda tidak mau berangkat jika papah tidak ikut." jawab Amanda.


Sambil tersenyum Aska mengangguk kan Kepala nya pertanda kalau ia akan ikut. Mereka bertiga langsung menuju ke teman kota, Amanda duduk di pangkuan Aska dengan memeluk Aska dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2