
"Kau menipu ku." Kevin berjalan mencari keberadaan Kiana.
"Kiana." Teriak Kevin sambil mengacak-ngacak kamar itu.
"Ada apa sayang, kamu bisa tidak satu hari saja tidak marah pada ku," ucap Kiana.
"Bajingan, jalang busuk kau menipu ku, anak itu bukan anak ku," bentak Kevin.
"Apa-apa maksud mu," tanya Kiana yang mulai ketakutan.
"Kau pikir aku bodoh Kiana, bangkai yang kau simpan tidak akan bertahan lama." Kevin melemparkan surat hasil tes DNA itu.
"Sa..sayang aku bisa menjelaskan," ucap Kiana.
"Berhenti berbicara omong kosong, sekarang jelaskan semua nya." Kevin mengeluarkan hp nya dan mulai merekam penjelasan dari Kiana.
"Aku tidak...
__ADS_1
"Jelaskan atau akan ku bunuh kau dan anak ku itu," bentak Kevin.
Sementara itu di kediaman rumah Vino, mereka semua sedang berkumpul bersama. Vino akan mengadakan pesta ulang tahun anak yang ke 6 bulan, meskipun baru 6 bulan Vino tetap mengadakan pesta yang cukup besar demi kedua anak nya Nathan dan Nila.
Mark juga sudah berada di rumah itu, hubungan Vira dan diri nya juga sudah mulai sangat dengan, Walaupun begitu Vira masih enggan membuka hati nya untuk orang lain, ia masih trauma akibat percintaan nya dengan Kevin yang gagal.
Kevin dalam perjalanan ke rumah Vino, ia benar-benar sudah mendapatkan semua bukti jika diri nya benar-benar hanya di jebak, ia juga sudah memiliki rekaman Kiana yang mengakui kebusukannya.
Kini Kiana di buang oleh Kevin, ia mengancam jika Kiana berani muncul kembali di hadapan nya diri nya benar-benar akan membunuh Kiana serta bayi nya.
"Vira aku pasti akan mendapatkan mu kembali," ucap Kevin.
Dengan beringas Kevin menghajar semua satpam yang berani menghalangi nya, ia sudah mencoba berbicara baik-baik pada mereka, dan mereka tidak mendengarkan diri nya itu sebabnya Kevin memilih cara kekerasan.
Satu persatu lawan nya tumbang di hadapan nya, hanya tersisa satu lawan yang cukup sulit ia kalahkan, berbekal bela diri yang kuat Kevin berusaha melumpuhkan orang itu.
Di dalam rumah mereka semua heboh dengan kedatangan Kevin, tanpa aba-aba mereka semua berlari keluar rumah melihat apa yang terjadi di luar sana.
__ADS_1
"Kevin," Teriak Vino, wajahnya sudah benar-benar menunjukkan kemarahan.
"Vino aku bisa menjelaskan semuanya pada mu, Vino aku moh..
"Bruk." Vino memukul wajah Kevin.
Pertengkaran di antara mereka berdua tidak dapat di hindarkan, Kevin membela diri nya agar bisa berbicara dengan Vira dan Vino menjaga adik kesayangan nya agar tidak bertemu dengan Kevin.
"Sudah hentikan," teriak Vira.
"Vino Kevin berhenti," Stiven juga ikut bersuara.
Mereka berdua sama-sama langsung berhenti, tubuh mereka berdua penuh dengan lebam, terutama Kevin yang memang bukan lawan yang sebading Vino, Vino beberapa tingkat di atas nya.
Kali ini keadilan Stiven benar-benar di tuntut, semua keputusan ada di tangan diri nya. Stiven melihat ke arah Vira sebelum mengambil keputusan.
"Vino Kevin masuk ke dalam." Ucap Vino.
__ADS_1
Maaf up sedikit author lagi tidak enak badan, maklum ya..