
Hari cepat berlalu, mereka semua sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, bahkan di antara mereka semua jarang sekali bertemu apalagi Vino, Andy dan Jamal sudah menjadi CEO yang menyebabkan mereka selalu sibuk sepanjang waktu. Aska juga mulai membangkitkan perusahaan nya secara perlahan dan Kevin masih seperti biasa bimbang dalam hal percintaan nya.
Malam ini ia bertekat untuk membicarakan semuanya pada orang tua Vira dan tentu saja Vira ikut mendampingi Kevin untuk menunjukkan dukungan nya pada Kevin.
"Sayang, malam ini ayah dan mamah mengajak kita pulang ke rumah kata mereka ada makan malam bersama." ucap Citra.
"Kenapa tidak di rumah kita saja, biasanya di rumah kita kalau ada acara makan malam." tanya Vino.
"Masalah Kevin dan Vira seperti nya Mereka akan membicarakan tanggal pernikahan." jawab Citra.
"Oww, ya sudah nanti aku pulang cepat. Kamu langsung siap-siap saja. Tanyakan pada Amanda dia ikut tidak, sudah pasti seperti nya kita akan menginap. Atau dia di rumah bersama Aska." ucap Vino.
Tidak seperti biasa nya, hari ini mereka masih bisa bertemu di ruang makan. Biasa nya sama sekali tidak pernah bertemu karena kesibukan mereka masing-masing.
"Apa kabar vin." tanya Aska.
"Baik ka, kenapa setiap bertemu kau bertanya kabar ku." jawab Vino.
"Tidak ada hanya basa-basi saja." ujar Aska.
"Oh iya ka, perusahaan mu bergerak di bidang apa. " tanya Andy.
"Pariwisata, ada apa an." jawab Aska.
"Maukah kau jadi rekan kerja perusahaan kami, kami memerlukan perusahaan yang bergerak di bidang itu." ujar Andy.
"Boleh an, bagaimana nanti siang kita bertemu untuk membicarakan nya lebih lanjut." ucap Aska.
"Bisa aku ke tempat mu, atau kau ke tempat ku." tanya Andy.
"Aku ke tempat mu, bukan nya Moonly dan Vins grup berdekatan, aku juga ingin melihat cara kerja Vino." jawab Aska.
__ADS_1
"Datang lah ke Vins grup akan ku tunjukkan cara kerja yang baik dan benar." ucap Vino.
Setelah acara makan selesai mereka langsung berangkat ke kantor mereka masing-masing. Tinggal lah para wanita hamil di rumah yang merasa kesepian.
"Kau kenapa nggun." tanya Caitlin.
"Tidak tau lin, perut ku sangat mual." jawab Anggun.
"Anggun jangan-jangan kau hamil." tanya Citra.
"Hamil tidak mungkin Cit, aku dengan Aska baru menikah kurang dari dua minggu." jawab Anggun.
"Tapi kan aku dan Aska pertama kali melakukan nya seminggu sebelum menikah." batin Angel.
"Apa yang tidak mungkin nggun, jika Aska terus menggempur mu, bagaimana tidak mungkin." ucap Caitlin.
"Ha itu juga mau ku tanyakan pada mu, apa, suami kalian selalu meminta nya setiap malam. Aku sangat lelah." tanya Anggun.
"Berarti kita bernasib sama, aku juga telat datang bulan, apa benar aku hamil." ucap Anggun.
"Sebentar aku ambil testpack dulu." kata Caitlin sambil berjalan masuk kedalam kamar nya.
"Iya lin, terimakasih." ucap Anggun.
"Jika kau hamil, Anak-anak kita akan seumuran. Ah aku tidak bisa membayangkan jika di antara mereka semua ada yang berjodoh." ucap Citra.
"Pemikiran mu terlalu jauh Citra." kata Anggun.
Tak lama Caitlin datang dengan membawa testpack untuk Anggun. Anggun mengambil testpack itu dan memeriksa nya di dalam kamar mandi.
"Aku yakin dia hamil." ucap Caitlin.
__ADS_1
"Maybe." kata Citra.
Anggun kembali dengan wajah yang bingung karena tidak tau bagaimana mengetahui kalau ia hamil atau tidak.
"Kenapa nggun, apa kau hamil." tanya Caitlin.
"Tidak tau, dua garis merah." jawab Anggun.
"Wah selamat Anggun kau benar-benar hamil." ucap Citra.
"Kalian serius aku hamil." tanya Anggun.
"Iya Anggun, selamat yah." jawab Caitlin.
"Aku aku harus bagaimana, apa aku langsung menghubungi Aska." tanya Anggun.
"Datang saja ke kantor nya untuk kejutan." jawab Citra.
"Kau benar Citra, nanti aku akan ke kantor nya." ucap Anggun.
Anggun langsung bersiap-siap pergi ke kantor Aska. Ia sudah pernah sekali ke sana jadi ia tidak perlu menghubungi Aska lagi.
"Ayo ibu hamil, semangat." ucap Citra.
"Iya cit, terimakasih." kata Anggun.
Anggun langsung berangkat ke kantor Aska menggunakan mobil yang tersedia di garasi rumah ini, ia tidak perlu repot-repot memesan taksi karena rumah ini sudah menyediakan mobil untuk siapa saja yang ingin berpergian.
Wajah Anggun sangat, ia tidak bisa membayangkan betapa senang nya jika suami nya mengetahui tentang kabar baik ini. Sesampainya di kantor Aska Anggun menuju ke meja resepsionis untuk menanyakan apa Aska berada di dalam ruangan nya tidak.
Setelah mengetahui Aska berada di dalam ruangnya Anggun langsung naik keatas menuju ruangan Aska. Anggun sudah berada di depan ruangan Aska, ia tidak melihat sekretaris Aska yang biasanya duduk di meja nya.
__ADS_1
Saat membuka pintu ruangan Aska betapa terkejut nya Anggun saat melihat Aska sedang berpelukkan dengan sekretaris nya.