Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
01 Rujak


__ADS_3

 


 


“Cepat masuk!” perintah seorang wanita pada sekretaris pribadinya melewati panggilan interkom. Membuat wanita yang berada tepat di meja kerjanya langsung beranjak dari kursi tempatnya duduk menuju ruang kerja atasannya. “Maria. Belikan aku rujak buah. Aku menginginkannya sekarang juga dan tidak pakai lama!” perintah wanita cantik yang sedang duduk di kursi kerjanya sambil menumpu satu pahanya dengan paha yang satunya ketika sekretaris nya sudah berada di dalam ruang kerjanya.


“Tapi bu. Ini masih pagi dan penjual rujak belum ada satu pun yang berjualan,” ujar Maria karena jam masih menunjukkan pukul delapan pagi.


“Maria! Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu. Aku menginginkan sekarang juga!”


“Baik bu. Aku akan mencarikan nya sekarang juga,”


“Bagus sekarang pergi lah,” ucap atasan Maria. Membuat Maria langsung keluar dari ruang kerja atasannya tersebut. Dan tahu apa yang harus dirinya lakukan agar atasannya tersebut tidak marah dan memecatnya. Mengingat kembali pemilik perusahaan tempat dirinya bekerja terkenal kejam, dingin, arogan dan semua apa yang di inginkan harus terkabul bagaimanapun caranya.


 


“Selamat pagi kesayangan mommy,”


“Mommy?”


“Iya sayang ini mommy,” ujar wanita paruh baya yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja putri nya tersebut.


“Untuk apa mom pagi-pagi datang ke kantor ku?”

__ADS_1


“Mommy mengantar sarapan untukmu sayang,” ujar wanita paruh baya tersebut sambil menaruh bekal di atas meja kerja anaknya dan langsung memeluk anaknya yang datang menghampiri nya. “Mommy tahu kamu belum sarapan sayang,”


“Mom. Aku sudah mengatakan kepada mommy. Akhir-akhir ini aku tidak berselera untuk makan. Aku hanya ingin makan buah buahan saja. Dan baru saja Maria aku suruh membelikan rujak buah untukku. Karena aku ingin makan rujak buah,”


“Apa! Apa mommy tidak salah mendengar?”


“Tidak mom. Aku ingin makan rujak buah. Kenapa mommy terkejut begitu apa ada yang salah?”


“Tentu mommy terkejut. Apa kamu sedang hamil? Tidak bukan? Bersuami saja belum. Oh iya kapan kamu akan mengenalkan kekasih kamu kepada mommy?”


*


*


*


“Lery. Aku lupa menggunakan pengaman,” ucap pria tersebut sambil menghentikan aksinya menyadari kalau dirinya belum menggunakan pengaman.


“Tidak masalah. Rasanya jauh lebih nikmat begini Brian. Lanjutkan saja aku menginginkannya,”


“Baiklah. Aku juga menginginkannya,” ujar pria tersebut dan langsung melanjutkan permainannya kembali dan menambah dosa saat keduanya melakukan tanpa adanya ikatan pernikahan.


Hingga suara lenguhan dari bibir keduanya berganti bersamaan dengan semburan cairan hangat di dalam rahim sang wanita dan mengakhiri kenikmatan sesaat nya.

__ADS_1


*


*


*


“Lery sayang kenapa kamu melamun? Kamu baik-baik saja bukan?” tanya wanita paruh baya sambil memegang bahu anaknya yang sedang melamun.


“Em tidak mom. Aku tidak melamun,” jawab Lery sambil tersenyum setelah menghentikan lamunannya. “Oh iya tadi mommy bertanya apa?”


“Kapan kamu akan mengenalkan kekasih kamu kepada mommy sayang?”


“Oh itu. Secepatnya mommy. Oh ya mom aku ingin ke kamar mandi dulu ya?”


“Tunggu dulu sayang. Mommy juga akan pulang. Jangan lupa makanan yang mommy bawa di habiskan oke,” ujar perempuan paruh baya tersebut sambil mencium kedua pipi putri nya kemudian meninggalkan ruangan tersebut.


 


Selepas kepergian mommy nya Lery mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi. Kemudian dirinya langsung mengambil kalender meja yang terdapat di atas meja kerjanya.


“Ya ampun. Aku sudah telah hampir satu bulan. Apa jangan-jangan... Ah tidak mungkin,” ucap Lery yang langsung menyambar tas miliknya lalu keluar dari ruang kerjanya.


*Like*Komen*Bersambung.................

__ADS_1


 


__ADS_2