
“Ada apa dengannya. Apa dia sudah kembali, secepat itukah dia kembali. Mario bilang dia di Italia selama tiga tahun,” ucap Lea yang terus fokus menyuapi Marco saat Lea sudah menceritakan apa yang ingin dirinya ceritakan kepada Lery.
“Benar dia sudah kembali. Dan semalam dia menemuiku,”
“Terus?” tanya Lery karena Lery tahu ibu kandung Merin adalah sahabat dari Lea.
“Entah lah dia bilang sudah mengikhlaskan Mario dan juga Merin bersama dengan kamu,” jelas Lea membuat lery langsung menatap ke arah Lea.
“Tidak mungkin itu. Dan aku tidak percaya, karena belum lama dia menghubungiku dan mengancamku,”
“Jadi yang dia katakan kepadaku kebohongan belaka?”
“Mungkin, dan tidak tahu juga. Karena tidak ada satu pun manusia yang mengetahui isi hati dari manusia yang lainnya, benar bukan?”
“Iya, benar apa yang kamu katakan Lea. Oh iya ke mana Mario?” tanya Lea untuk mengalihkan pembahasan saat melihat ekspresi Lery yang tidak suka membahas tentang ibu kandung Merin.
“Aku disini nona,” ujar Mario yang baru saja masuk ke dalam rumah. Dan langsung menghampiri kedua wanita yang sedang berada di meja makan. “Dan ini pesanan ratuku. Silakan dinikmati sayang,” ujar Mario yang langsung membuka bungkusan paperbag yang dirinya bawa.
“Mario apa kamu...”
“Kenapa, apa kamu kira itu sate maranggi dari hotel kamu? Tentu saja tidak sayang,” bohong Mario memotong perkataan sang istri tahu apa yang akan istrinya katakan.
“Tapi kemasannya sama dan rasanya juga sama?”
__ADS_1
“Entahlah mungkin dia terinspirasi dengan sate maranggi yang ada di hotel kamu,” bohong Mario pasalnya memang benar sate yang baru saja dirinya bawa di ambil dari hotel keluarga sang istri. Saat dirinya tidak menemukan restoran dan juga penjual sate maranggi. “Sudah makanlah jangan sampai anakku nanti ileran,”
“Ada-ada saja. Kamu saja yang makan aku tidak menginginkannya lagi,” sambung Lery yang langsung menyodorkan sate tersebut ke hadapan Mario.
*
*
Mario yang sedang bercermin untuk membetulkan pakaian kerjanya di dalam kamar langsung menatap ke arah pintu, dan langsung tersenyum saat mendapati Lery yang masuk ke dalam kamar.
“Apa Lea sudah pulang?” tanya Mario karena saat tadi dirinya memutuskan masuk ke dalam kamar istrinya dan juga Lea masih berbincang. Tapi Lery tidak menjawab pertanyaan dari Mario karena Lery langsung memeluk tubuh Mario dari belakang. Membuat Mario langsung mengangkat keningnya tidak percaya, pasalnya selama satu bulan ini jangankan Lery memeluk dirinya. Mendekat pun tidak. Kemudian Mario langsung membalik tubuhnya untuk menghadap sang istri dan memegang kedua bahu sang istri.
“Apa kamu tidak mual?” tanya Mario penasaran. Tapi Lery langsung menggelengkan kepalanya. “ Benarkah? Terima kasih sayang,” ujar Mario senang dan langsung membawa Lery ke dalam pelukannya.
“Aku juga heran kenapa aku tidak lagi mencium bangkai tikus dari tubuhmu,”
“Tidak tahu aku tidak ingin jauh dirimu hari ini,”
“Tumben sekali biasanya kamu menyuruhku untuk cepat-cepat pergi ke kantor,”
“Aku takut kamu akan pergi meninggalkan aku dan kembali lagi pada wanita itu,”
“Kenapa kamu berkata seperti itu sayang?” tanya Mario sambil melepas pelukan Lery dan langsung memegang dagu Lery untuk menatapnya. “Katakan padaku. Kenapa kamu berbicara seperti ini padaku, apa kamu tidak percaya padaku lagi?”
__ADS_1
“Bukan begitu Mario tapi...”
“Jangan katakan apa pun lagi,” ujar Mario memotong perkataan Lery dan langsung mencium bibir Lery yang sudah hampir satu bulan lebih tidak dirinya jamah. “Aku tidak akan meninggalkan kamu sampai kapan pun sayang ingat perkataanku ini. Karena hanya kamu satu satunya wanita yang ada di hatiku sayang,” ujar Mario setelah melepas tautan bibirnya dan langsung memeluk erat sang istri.
“Mario,”
“Jangan katakan apa pun lagi sayang,”
“Bukan itu Mario. Bisakah hari ini kamu tidak pergi ke kantor,”
“Maaf Lery sayang, untuk yang satu ini tidak bisa. Aku sudah katakan padamu kemarin kalau hari ini aku akan mengadakan rapat dengan klien dari Dubai. Kalau aku membatalkan rapat tersebut proyek yang sudah ada di depan mata akan lenyap dan pasti Leno akan kecewa padaku,” jelas Mario sambil melepas pelukan sang istri. “Tapi aku janji setelah selesai rapat aku akan segera pulang untukmu,”
“Janji?”
“Aku berjanji sayang,”
Bersambung...........
__ADS_1
Dari sini pasti kalian tahu siapa ibu kandung Merin 🤣🤣🤣🤣
Dan dari sekian komen yang menebak siapa ibu kandung Merin, hanya satu orang yang menebak dengan benar 😇😇😇😇😇😇😇😇