
“Ano!” teriak Maria lagi saat Juano berjalan mendekatinya.
“Apa?”
“Mau apa kamu?” tanya Maria sambil memundurkan langkahnya ketika Juano terus berjalan mendekatinya. Tapi Juano tidak sama sekali menjawab pertanyaan Maria, yang sekarang tersenyum penuh arti.
“Ano!”
Byur!
Maria menyiram Juano dengan air yang berada di tangannya hingga basah kuyup, saat Juano tiba-tiba mendorong tubuh Maria hingga terjatuh di atas tempat tidurnya.
“Maria apa yang kamu lakukan?”
“Harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mendorongku?”
“Ingin membuktikan padamu jika–
“Bisa berdiri?” tanya Maria memotong perkataan Juano.
“Iya, agar kamu tidak memanggilku loyo lagi,”
“Iya aku sudah tahu, dan aku minta maaf. Dan ingat, aku tidak suka dengan pemaksaan. Jangan membuat aku membencimu, dengan tingkah lakumu. Aku tidak suka, ingat itu!”
Maria beranjak dari tempatnya kemudian berjalan menuju pintu, baru saja Maria membuka pintu kamarnya, Maria menghentikan langkahnya lalu membalik tubuhnya menatap ke arah Juano yang begitu terkejut dengan perkataan Maria.
“Aku akan mengambil baju milik Mario, dan kamu bisa mengganti bajumu yang basah itu,” ujar Maria lalu keluar dari kamarnya.
Juano menghala nafasnya dalam kemudian mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur Maria. Dan merutuki dirinya sendiri.
__ADS_1
“Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan? Maafkan aku, tapi jangan buat Maria membenciku ya Tuhan, aku tidak bisa kehilangan dirinya,” sesal Juano setelah kepergian Maria lalu meraup wajahnya dengan penuh penyesalan lalu melepas kemejanya yang basah.
Tidak berselang lama Maria masuk kembali ke dalam kamarnya. Dan langsung menutup wajahnya saat melihat Juano sedang bertelanjang dada.
“Ano! Kenapa kamu–
“Aku tidak tahan dengan dingin, maafkan aku,” ucap Juano dan tangannya langsung menyambar selimut Maria yang ada di atas tempat tidur tidak jauh dari jangkauannya untuk menutupi tubuhnya. “Aku sudah menggunakan selimut, kamu boleh membuka mata,”
Mendengar perkataan Juano Maria lalu membuka tangannya yang menutupi wajah, dan Maria berjalan mendekat ke arah Juano dan memberikan baju padanya.
“Terima kasih,” ucap Juano sambil mengambil baju yang ada di tangan Maria.
Maria yang akan meninggalkan Juano menghentikan langkahnya, saat tangannya di cekal oleh Juano.
“Sekali lagi maafkan aku, aku tidak bermaksud memaksamu, hanya saja aku tidak bisa mengendalikan diriku bila bersama denganmu Maria,” ucap Juano penuh penyesalan.
“Aku mohon, izinkan aku memeluk dirimu sebentar saja, dan aku mohon jangan benci diriku Maria,”
Juano mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin melepas Maria, wanita yang sudah merubah hidupnya jadi lebih berwarna.
“Aku tidak peduli kamu akan mencintaiku atau tidak nantinya, aku tidak menuntut itu, aku hanya ingin selalu bersama dengan dirimu Maria, mungkin itu terdengar egois, tapi aku akan berusaha melakukan apa pun agar kamu bisa mencintaiku, jadi berilah kesempatan itu untukku Maria,” ucap Juano dan tanpa terasa bulir air matanya jatuh membasahi bahu Maria.
Dan Maria yang menyadari Juano menangis, langsung melepas pelukannya, lalu mengerutkan keningnya menatap Juano yang dengan segera menghapus air matanya.
“Idih jadi pria cengeng amat, badan kekar hati hello kitty, buktikan saja kesungguhanmu, jangan banyak bicara, aku tidak suka pria yang banyak bicara dan juga cengeng!” Maria berkata dengan penuh penekanan.
“Terima kasih Maria, aku akan membuktikan kepadamu,” ujar Juano dan memeluk Maria kembali.
“Ano!”
__ADS_1
“Sebentar lagi,”
“Aku lapar,”
“Aku juga,” ujar Juano kemudian melepas pelukannya.
“Kalau begitu, aku akan memasak untuk makan siang,”
“Tidak usah kita pesan saja,”
“Tidak usah, aku akan memasak untuk calon suamiku,”
Juano tersenyum bahagia mendengar perkataan Maria.
“Apa aku tidak salah dengar?”
“Tidak, karena aku akan memasak untuk calon suamiku, yang cengeng dan juga loyo,”
“Maria!”
“Kata mama Dina kan berdirinya hanya satu menit, dan setelah itu loyo,” ejek Maria yang langsung melarikan diri keluar dari kamarnya.
“Awas kamu Maria,” ucap Juano yang langsung mengenakan baju dan menyusul Maria.
Bersambung..................
__ADS_1