
“Adel!” teriak kencang seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut dan mengalahkan suara musik yang berputar kencang di dalam ruangan, kemudian wanita tersebut menghampiri Adel, dan Adel pun langsung menatap wanita tersebut yang berjalan menghampiri dirinya. “Dasar wanita murahan!”
“Ach. Sial apa yang kamu lakukan?” tanya Adel sambil meringis kesakitan ketika wanita tersebut menarik rambut Adel dengan kencang hingga Adel jatuh ke lantai.
“Harusnya aku yang bertanya padamu hai ja lang. Kamu tahu Mario bukan milikmu lagi, tapi milik Lery,”
Adel yang mendengar perkataan wanita tersebut langsung memicingkan sebelah matanya dan beranjak dari tempatnya. Menatap wanita yang berada di hadapannya yang tidak kalah sexy dengan dirinya.
“Milik Lery kamu bilang? Mario hanya milikku dan tidak ada satu pun orang yang boleh memiliki Mario kecuali aku,”
Plak
Tamparan kencang yang mendarat di pipi Adel di layangkan oleh wanita yang ada di depannya membuat Adel langsung memegangi pipinya.
“Berani sekali kamu menamparku? Apa kamu tidak tahu siapa aku? Dan siapa kamu hingga kamu berani menyentuh anggota tubuhku yang berharga?”
__ADS_1
“Perkenalkan aku Camel dan aku orang yang akan selalu menghalangi mu untuk menghancurkan hubungan antara Mario dan Lery,”
“Dan aku akan selalu berusaha mengambil Mario. Karena Mario hanya milikku kamu dengar itu baik-baik!”
“Ahh apa kamu sudah gila!” teriak Camel sambil memegangi sebelah kanan pahanya ketika baru saja Adel menendang pahanya yang terlihat jelas saat Camel hanya menggunakan dress minim yang menutupi tubuhnya.
“Iya aku sudah gila!” teriak balik Adel sambil mendekat ke arah Camel dan mendorong tubuh Camel dengan kencang dan membuat Camel langsung terjatuh. Kemudian Adel naik ke atas tubuh Camel dan dengan bar-bar Adel menghajar nya.
“Stop hen ti kan,” ujar Mario terbata sambil memegangi keningnya dan mencoba untuk beranjak dari sofa. Tapi tubuhnya langsung ambruk kembali ke atas sofa saat dirinya benar-benar sudah kehilangan kesadaran. Adel yang sudah puas menghajar Camel langsung beranjak dari tempatnya sambil tersenyum sinis menatap Camel yang sedang meringis kesakitan memegangi pipinya yang baru saja mendapat tamparan berkali kali dan juga cakaran dari Adel.
“Takdirmu? Apa aku tidak salah dengar?” tanya seseorang yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Maria,”
“Iya ini aku dan aku pastikan Mario akan semakin membenci kamu setelah apa yang kamu lakukan ini,” sambung Maria sambil menghampiri Camel dan membantunya untuk beranjak dari tempatnya. Kemudian Maria langsung menghampiri sang kakak dan membantunya untuk berdiri dan memapahnya di bantu dengan Camel yang langsung ikut memapah tubuh Mario keluar dari ruangan tersebut meskipun dirinya masih merasa sakit di bagian pipi dan juga lehernya yang terdapat banyak cakaran yang diberikan oleh Adel.
__ADS_1
“Sial!” teriak Adel dengan kencang setelah kepergian Mario, Maria dan juga Camel dari ruangan tersebut. “Kenapa aku gegabah seperti ini sial, sial,” kesal Adel dan tidak berselang lama dirinya langsung tersenyum dan berjalan menuju toilet di mana tuan Licon berada.
*
*
*
“Camel terima kasih, kalau tidak ada kamu mungkin aku tidak bisa mengetahui keberadaan Mario. Saat aku tadi kehilangan jejaknya,” ujar Maria pada Camel yang duduk di sampingnya saat dirinya sedang mengendarai mobil Camel, ketika Camel enggan mengendarai mobilnya sendiri ketika dirinya masih merasakan sakit.
“Sama-sama. Tapi bagaimana dengan Mario. Tidak mungkin kita membawa Mario pulang dengan keadaan seperti ini,” sambung Camel sambil menatap Mario yang sudah tidak sadarkan diri di jok belakang mobilnya.
“Betul juga apa yang kamu katakan. Baiklah aku akan menyadarkannya sebelum kita membawanya pulang,” ujar Maria sambil mengangguk anggukan kepalanya dan tersenyum kemudian memutar balikan mobil yang dikendarainya.
“Maria kenapa kita putar balik?” tanya Camel tapi tidak di hiraukan oleh Maria yang hanya melempar senyum pada Camel.
__ADS_1
Bersambung................