Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
13 Terima Kasih


__ADS_3

 


 


Jam menunjukkan pukul enam pagi saat Lery membuka matanya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan seluruh isi perutnya saat dirinya mengalami morning sickness kembali. Padahal dua hari setelah kepulangannya dari rumah sakit dirinya tidak mengalami morning sickness. Lery langsung keluar dari kamarnya setelah membasuh muka menuju kamar sebelah di mana Mario berada tanpa mengetuk pintu.


“Mario!” teriak Lery sambil membalik badannya saat dirinya sudah berada di dalam kamar di mana Mario berada dan mendapati Mario hanya menggunakan celana segitiga biru.


“Kenapa kamu membalik tubuhmu? Apa kamu lupa aku suamimu. Jangankan melihat memegang dan memainkannya juga boleh,”


“Mario jangan kurang ajar!”


“Aku tidak kurang ajar. Kamu yang kurang ajar Lery. Kamu pasti tahu kewajiban kamu sebagai seorang istri bukan?”

__ADS_1


“Mario berhenti bicara atau...”


“Atau apa? Katakan saja kamu akan berteriak silakan aku tidak masalah. Karena aku tuan di rumah ini. Dan aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan,” ucap Mario memotong perkataan Lery dan mendekat ke arah Lery.


“Jangan mendekat Mario. Kamu harus tahu batasanmu,” ucap Lery yang masih membelakangi Mario.


“Batasan apa maksud kamu? Diantar kita tidak ada batasan karena statusmu di bawah aku karena aku suamimu. Ingat itu baik-baik!”


“Berani sekali kamu mengatakan itu kepadaku Mario!”


“Mario!” teriak Lery tapi tidak di hiraukan oleh Mario yang sekarang beralih menciumi rambut Lery.


“Ma...” ucapan Lery berhenti saat Mario membalik tubuh Lery dan langsung mencium bibir ranum Lery. “emm ahh Mario!” teriak Lery saat Mario sudah melepas tautan bibirnya dan keluar dari kamar saat dirinya sudah mengenakan pakaian kerjanya. “Sial kau Mario,” ucap kesal Lery sambil memegangi bibirnya dan keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


Mata Lery terus saja menatap Mario yang sedang menikmati makanan yang ada di hadapannya dengan raut wajah yang nampak biasa saja seperti tidak pernah terjadi sesuatu di antara keduanya. Saat keduanya sudah berada di meja makan untuk menikmati sarapannya.


“Tunggu,” ucap Lery saat Mario sudah selesai menyantap makanannya dan beranjak dari duduknya. “Aku menginginkan buah mangga muda yang berada di halaman belakang,” ucap Lery lagi tapi tidak di hiraukan oleh Mario yang langsung berjalan keluar dari rumah. “Mario! Kamu punya telinga atau tidak? Mario!” teriak Lery saat Mario tidak sama sekali merespon perkataannya. Membuat Lery langsung menyusul Mario yang sudah terlebih dahulu keluar dari dalam rumah.


Lery yang menyusul Mario keluar dari dalam rumah langsung menuju garasi mobil tapi tidak mendapati Mario dan mobil Mario  juga masih berada di dalam garasi.


“Apa jangan-jangan dia,” ujar Lery yang langsung menuju halaman belakang rumahnya. Senyum tipis dari kedua sudut bibir Lery saat mendapati Mario sudah berada di atas pohon mangga untuk mengambil mangga muda yang Lery inginkan.


Tidak butuh waktu lama bagi Mario untuk mengambil mangga muda dan berada di atas pohon tersebut. Saat dirinya juga pernah melakukan hal tersebut. Mario yang sudah turun dari atas pohon langsung menghampiri Lery sambil membawa beberapa buah mangga muda dan memberikannya di tangan Lery.


“Ingat Lery. Aku suamimu jadi bicaralah dengan sopan. Jika kamu menginginkan sesuatu menyuruhlah dengan bahasa yang enak di dengar ingat itu,” ucap Mario sambil membetulkan lengan kemejanya dan langsung meninggalkan Lery.


“Terima kasih Mario,” ucap Lery sambil menatap punggung Mario yang sudah jauh meninggalkannya.

__ADS_1


*Like*Komen*Bersambung...........


 


__ADS_2