Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
101 Elegan


__ADS_3

“Kepo,” sambung Maria yang langsung menyandarkan kepalanya di jok mobil.


“Apa itu pacarmu?”


“Kalau iya kenapa? Salah? Tidak kan?” tanya balik Maria sambil menatap ke arah Juano yang sedang menatapnya.


Juano yang di tatap Maria langsung memalingkan wajahnya dan kembali fokus pada ponselnya.


“Ano, ada apa denganmu? Ingat tujuan kamu dekat dengan Maria,” gumam Juano dalam hati, saat dirinya merasakan hal aneh di dalam hatinya.


“Apa dia sungguh menghubungiku? Ya Tuhan mimpi apa aku semalam,” gumam Maria dalam hati sambil tersenyum. “Tapi ingat Maria, kamu harus jual mahal, kamu tahu kan dia pria yang seperti apa?” gumam Maria lagi bertanya pada dirinya sendiri dengan senyum yang terus terukir dari ke dua sudut bibirnya.


Dan Maria mengingat kembali seseorang yang menghubunginya adalah pria spesial di dalam hidupnya.


“Kamu sudah gila?” Senyum-senyum sendiri tidak jelas,” tanya Juano yang ikut menyandarkan kepalanya di jok mobil.


“Iya,” jawab singkat Maria. “Jangan bicara lagi, aku ingin tidur. Kamu bisa membangunkan aku setelah kita sampai,” ujar Maria yang langsung memejamkan matanya saat dirinya merasakan kantuk yang luar biasa.


Juano terus menatap Maria yang bernafas dengan teratur menandakan Maria sudah tertidur lelap. Dan reflek tangan Juano menahan kepala Maria yang akan terjatuh, kemudian menaruh di bahunya.


“Sama saja tuan. Pasti kepala nona tidak seimbang jika hanya di taruh di bahu. Akan lebih aman di taruh pangkuan tuan,” ujar Anton dari kursi pengemudi.


“Apa kamu sudah gila Anton?”


“Tidak tuan. Aku hanya ingin memberi saran. Takut riasan nona Maria rusak jika tidur di bahu,” jelas Anton dan entah mengapa Juano menuruti perkataan Anton asistennya.

__ADS_1


“Nah begitu kan lebih baik, siapa tahu bisa merangsang aliran listrik dan tiang listrik bisa berdiri kokoh, tidak loyo lagi,” gumam Anton dalam hati sambil terus fokus melajukan mobilnya menuju hotel bintang lima, di mana Elis mengadakan acara resepsi pernikahannya.


Juano menatap wajah Maria dengan intens saat Maria sudah terlelap di pangkuannya. Dan seketika Juano memalingkan wajahnya sambil menahan rasa aneh yang tiba-tiba muncul di tubuhnya, rasa aneh yang sama dengan tapi pagi, saat Maria memeluk tubuhnya.


“Ya Tuhan ada apa denganku kenapa...” Juano menghentikan gumamannya saat adik kecilnya di bawah sama mulai menggeliat ketika kepala Maria tidur tepat di atas adik kecilnya.


“Anton stop!”


Dan Anton yang mendengar perintah atasnya tersebut langsung menghentikan laju mobilnya.


“Ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya Anton tapi tidak di hiraukan oleh Juano yang langsung  membuka pintu mobilnya, kemudian menaruh kepala Maria  dengan hati-hati di atas bantal yang baru saja dirinya ambil dari bagasi mobil, dan dirinya langsung duduk di samping Anton. “Ada apa tuan?”


“Jangan banyak bicara! Lajukan lagi mobilnya!” perintah Juano.


*


*


*


“Ya ampun. Kamu tidur sudah seperti orang mati,” ujar Juano sambil menepuk pipi Maria. “Maria kita sudah sampai. Bangunlah,”


“Iya,” sahut Maria yang mulai membuka matanya. Dan dengan malas bangun dari tidurnya.


“Minumlah, biar kamu terlihat segar,” ujar Juano sambil menyodorkan botol air mineral ke hadapan Maria.

__ADS_1


“Terima kasih. Kamu tahu saja kalau aku haus,”


“Bagaimana tidak haus. Kamu tidur dengan mulut terbuka, untung tidak ada lalat yang masuk,”


“Jangan berbohong, itu tidak mungkin, aku selalu tidur dengan elegan tahu,”


“Elegan dari mana?” tanya Juano sambil mengulurkan tangannya, dan Maria pun langsung menggenggam tangan Juano dan turun dari mobil.


“Juano,”


“Apa?”


“Lihatlah diriku,” pinta Maria sambil meraih dagu Juano untuk menatap wajahnya.


Juano yang sudah menatap wajah Maria langsung merasakan getaran aneh lagi di tubuhnya, dan dengan segera memalingkan wajahnya.


“Ih kamu mah, lihat aku dulu. Apa riasanku rusak?”


“Tidak,” jawab singkat Juano yang  langsung menarik tangan Maria masuk ke dalam hotel menuju tempat acara. “Ingat kamu harus berada di sampingku oke, agar Elis tahu aku sudah bisa melupakannya,”


“Oke bos, tapi apa kamu sudah bisa  melupakannya?” tanya Maria tapi tidak di hiraukan oleh juano yang langsung menaruh tangan Maria di lengannya.


Tapi tiba-tiba Maria menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang dirinya kenal.


“Ada apa Maria?”

__ADS_1


Bersambung.................


__ADS_2