Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
60 Kesebelasan


__ADS_3

“Maaf. Kalian teruskan saja,” ujar Lea istri dari kembaran Lery yang langsung keluar dari kamar dengan terburu buru.


“Lea tunggu!” teriak Lery dan turun dari ranjang.


“Mau kemana?” tanya Mario sambil mencekal tangan Lery yang akan meninggalkan kamar. “Kamu harus bertanggung jawab. Lihat ini lobak milikku layu seketika saat kamu mendorong tubuhku sayang,"


“Bagus bukan jadi kita tidak perlu melakukannya,”


“Enak saja, kamu harus bertanggung jawab menegakkannya lagi seperti sedia kala,”


“Ada Lea di bawah Mario dan pasti Leno juga berada di bawah bersamanya,”


“Biarkan saja sekali kali dia yang menunggu aku menanam. Agar mereka merasakan bagaimana rasanya menunggu seseorang yang sedang menanam,” ucap Mario sambil tersenyum mengingat kembali dirinya sering sekali menunggu bosnya yang tak lain dan tak bukan adalah saudara kembar sang istri. Sedang membuat paduan suara yang membuat dirinya menjadi darah tinggi.


“Apaan sih tidak jelas sekali,”


“Dan ini baru jelas,” sambung Mario yang langsung memeluk Lery dan membawanya ke atas tempat tidur.


Satu jam berlalu Mario dan juga Lery yang baru saja melakukan senam pagi langsung keluar dari kamar menuju ruang tamu tapi tidak mendapati ada Leno maupun Lea. Yang ada hanya ketiga anak kembarnya yang sedang berada di ruang keluarga bersama Merin dan juga Marco. Kemudian Lery dan juga Mario menuju ruang keluarnya untuk bergabung.


“Mbak, Lea ke mana?” tanya Lery kepada salah satu asisten rumah tangganya.


“Tadi tuan Leno mengajak nona Lea untuk yoga bersama. Sepertinya tadi mereka sedang melakukan yoga di kamar lama tuan Leno,” jelas asisten rumah tangga Lery begitu polosnya.


“Sialan, dasar kampret bertamu saja masih sempat sempatnya menanam,” sambung Mario yang langsung menuju di mana kamar Leno yang berada di rumah Lery.


“Mario apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Lery sambil mengikuti Mario dari belakang.

__ADS_1


“Tentu saja...” ucapan Mario berhenti bersamaan dengan langkahnya saat Leno dan juga Lea baru saja keluar dari kamarnya.


“Mario kau kah itu. Durasimu pendek juga kalah dengan aku ha ha ha,” ujar Leno yang langsung merangkul bahu Mario dan meninggalkan istri mereka masing-masing.


“Maaf,” ujar Lea sambil tersenyum setelah kepergian Mario dan juga suaminya.


“Untuk apa minta maaf harusnya aku yang minta  maaf sudah membuatmu menunggu,”


“Tidak masalah biasa pria kalau sudah ada maunya harus segera di lepaskan. Ada kebakaran juga tidak peduli yang penting keluar,”


“Betul banget apa yang kamu bilang Lea. Oh iya tadi kamu mencariku apa ada hal penting yang ingin kamu sampaikan?”


“Betul, ini tentang ibu kandung Merin,”


“Ada apa dengan dia?” tanya Lery penasaran.


“Iya aku merasa tidak...”


“Lery!” teriak Lea yang langsung menahan tubuh Lery yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


*


*


*


Lery membuka matanya dengan perlahan dan langsung menatap tangan sebelah kirinya saat tangannya tersebut terasa ada yang berbeda dan benar saja tangan kirinya sudah terpasang selang infus. Kemudian Lery langsung memicingkan matanya menatap ke sebelah kanan ranjang yang terdapat Mario, Lea dan saudara kembarnya yang sedang tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


“Kenapa kalian terlihat senang begitu melihat aku tidak berdaya seperti ini?” tanya Lery.


“Tentu saja senang sayang,” jawab Mario sambil menggenggam telapak tangan Lery.


“Jadi kamu senang kalau aku sakit?” tanya Lery membuat Mario langsung menganggukkan kepalanya.


“Mario!”


“Bukan itu maksudnya sayang. Aku senang karena aku akan memiliki seorang anak lagi adik dari Merin dan juga Mario,”


“Maksud kamu?” tanya Lery bingung.


“Kamu sedang mengandung sayang. Ada buah cinta kita di dalam sini istriku sayang,” jelas Mario sambil mengelus perut Lery di akhiri dengan mencium singkat bibir sang istri. Saat dokter yang memeriksa Lery mengatakan Lery sedang mengandung dan usia kandungnya baru saja memasuki minggu ke empat.


“Benarkah?” tanya Lery begitu bahagia dan Mario langsung mengangguk. “Terima kasih ya Tuhan. Engkau telah memberikan aku kepercayaan untuk memiliki  buah hati kembali,”


“Selamat ya Lery. Aku ikut bahagia,” ujar Lea sambil menepuk punggung tangan Lery.


“Dan kita tidak boleh kalah. Sekarang kita pulang dan langsung bikin kesebelasan. Aku tidak ingin kalah dengan Mario,” sambung Leno yang langsung menarik tangan istrinya untuk keluar dari ruang perawatan Lery.


 


Bersambung..............


Lagi males menggantung 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Oh iya untuk kalian yang ingin bersilaturahmi dengan akue yang baik ini. kalian boleh masuk grup wa akue khusus untuk pembaca novel akue. linknya ada di bio IG akue ya.

__ADS_1


__ADS_2