Terpaksa Menikahi Asisten

Terpaksa Menikahi Asisten
106 Sudah Terhambat?


__ADS_3

Juano yang baru saja masuk ke dalam rumah langsung menghampiri Maria yang berada meja makan, dan Juano terkejut saat di meja makan, Maria tidak lah sendiri melainkan dengan pria yang semalam berada di pesta.


Dan entah mengapa Juano merasa tidak suka, kemudian Juano langsung duduk di kursi tepat di samping kursi Maria.


“Kenapa masih diam di situ sayang?” tanya Juano membuat Maria langsung melotot ke arahnya, dan melihat itu Juano mengingat lagi perkataan Maria yang semalam jika pria yang duduk di seberang meja adalah pria yang Maria sukai. “Ada apa dengan mataku, aku rasa tidak ada beleknya dan kamu tetap cantik,” ujar Juano dan dengan sengaja memegang dagu Maria.


Kemudian Maria langsung melepas tangan Juano yang masih memegangi dagunya.


“Ada apa sayang? Oh iya maaf ada orang lain di antara kita,”


Juano berkata sambil menatap Oza yang merasa bingung terhadap tingkah laku Juano, karena semalam Oza benar-benar mendengar jika keduanya hanya sedang berakting sebagai pasangan kekasih.


“Sekali lagi maaf, mohon di maklumi kita sedang sayang sayangnya, karena kita belum lama menjalin kasih,” ujar Juano yang langsung di injak kakinya dengan kencang oleh Maria, dan sekuat tenaga Juano menahan rasa sakit di kakinya saat Maria sekarang menekan kakinya.


“Maria, Mari ikut ke kantor denganku, hari ini ada rapat bukan?” Oza berkata sambil beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan terlebih dahulu menuju ke arah pintu.

__ADS_1


Dan Maria yang mendengar ajakan Oza juga beranjak dari tempatnya sambil menatap tajam ke arah Juano.


“Enak saja, kamu belum membuatkan kopi untukku sayang,” ujar Juano sambil menarik tangan Maria.


Dan Maria yang kehilangan keseimbangan karena Juano menariknya dengan tiba-tiba, langsung jatuh di pelukan Juano. Mata keduanya saling bertemu kemudian Juano mengalihkan pandangannya papa bibir sexy yang bervolume milik Maria, bibir yang begitu manis bagi Juano, dan seketika Juano ingin sekali lagi menikmatinya.


“Ish Ano! Apa apaan sih,” ucap kesal Maria sambil menjauhkan wajahnya dan beranjak dari tempatnya saat wajah Juano mulai mendekati wajahnya.


“Kenapa sayang, kita sudah biasa melakukannya bukan?” Juano bertanya sambil beranjak dari duduknya kemudian memeluk bahu Maria. “Dan aku akan mengantar kamu ke kantor oke,”


Maria yang sebelumnya langsung meninggalkan Juano dan ingin menyusul Oza yang sudah keluar menghentikan langkahnya saat sudah sampai di depan pintu, kemudian Maria membalik tubuhnya, dan Maria berlari menuju ke arah Juano yang sedang meringis kesakitan dan masih berjongkok di lantai sambil memegangi perutnya.


“Ano, ada apa denganmu?” tanya Maria penuh kekawatiran sambil membantu Juano untuk berdiri.


“Perutku,” jawab Juano sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


Maria yang merasa cemas langsung memanggil mbok Jum, untuk membantunya membawa Juano ke ruang tamu.


“Mana yang sakit?” tanya Maria saat sudah menidurkan Juano di atas sofa.


“Yang ini,” tunjuk Juano pada sisi perut sebelah kanannya yang tadi mendapat sikutan dari Maria.


“Maafkan aku, lagian kamu main peluk,”


“Kita kan teman tidak masalah lah, kalau hanya memeluk pinggang, kecuali begini,” ujar Juano yang langsung menarik tangan Maria dan membawanya ke dalam pelukannya.


Oza yang menunggu Maria di teras langsung berjalan kembali masuk ke dalam rumah ketika Maria belum juga keluar.


Namun langkah Oza terhenti saat melihat pemandangan di ruang tamu, yang membuat Oza langsung keluar kembali dengan perasaan sesak.


“Maria, apa semalam aku salah dengar. Kalau kalian hanya pura-pura menjadi sepasang kekasih kenapa kalian sedekat itu,” gumam Oza yang langsung masuk ke dalam mobilnya. “Apa aku benar-benar sudah terlambat?”

__ADS_1


Bersambung...................


__ADS_2